
Elrald pun tersenyum, belum sempat menjawab pertanyaan Sierra pintu lift terbuka.
Ting.
Elrald dan Sierra keluar dari lift dan masih berjalan bersamaan.
"Tentu saja!"
"Tidak mungkin, perusahaan kalian pasti akan hancur jika launching serum itu!"
"Nona manis, serupa bukan berarti sama santai saja!"
Elrald pun sudah berdiri didepan pintu apartemennya dan hendak masuk.
"Tunggu!"
"Ya, kau masih ingin bicara denganku?"
"Aku tidak mungkin makan kue ini sendirian, ini terlalu banyak!"
"Apa ini sebuah penawaran yang menggiurkan nona cantik?"
"Berhenti memanggilku seperti itu, panggil saja Sierra!" Sierra sedikit tersipu malu.
Kalau dilihat-lihat Elrald memang masih terlalu muda tapi Elrald memang sangat tampan dan mempesona, Sierra yang sudah mulai move on dari Daniel pun mulai tertarik pada Elrald.
"Aku akan ganti baju dan aku akan datang ke apartemen mu, tunggu aku!" Elrald mengedipkan matanya.
"Baiklah, aku tunggu!" Sierra masuk kedalam apartemennya.
Didalam apartemen Elrald langsung melemparkan tas kerjanya! Dia membantingkan tubuhnya diatas sofa dan merasa kesal harus berpura-pura menyukai Sierra demi mendapatkan apa yang dia butuhkan.
Sebuah barang bukti yang harus secepatnya dia dapatkan agar perusahaan-perusahaan Daniel memiliki bukti kongkrit bahwa Sierra telah melakukan plagiat terhadap prodak mereka.
"Astaga aku muak sekali harus selalu tersenyum pada wanita itu, memang si dia cantik tapi cantik jika kelakuannya begitu aku pun tidak mau." Gumam Elrald.
Malam itu Elrald mengetuk pintu unit apartemen yang dihuni oleh Sierra.
Tok.
Tok.
Tok.
Sierra yang sudah berganti pakaian dengan pakaian yang tipis dan seksi segera membuka pintu.
"Masuk El!"
Elrald pun masuk, tercium aroma parfum dari Sierra yang harum mewangi. Elrald pun duduk disofa lalu Sierra duduk disamping Elrald! Diatas meja sudah tersedia kue tiramisu pemberian dari Elrald dan dua gelas minuman.
__ADS_1
"Kau cantik sekali malam ini Sierra,"
"Kau terlalu memujiku El, sebenarnya aku agak tidak nyaman jika kita berdua akrab seperti ini,"
"Memangnya kenapa Sierra, kau wanita dan aku laki-laki wajar jika kita dekat,"
"Tapi perusahaan kita kan berbeda bahkan kompetitor!"
"Apa hubungannya Sierra, pekerjaan jangan sampai dicampurkan dengan urusan pribadi Sierra dan aku suka dekat denganmu seperti ini!"
Sierra pun menatap wajah Elrald dia memang sangat tampan dan terus memberikan tatapan-tatapan penuh gai r ah pada Sierra membuat Sierra salah tingkah, baru kali ini dia didekati oleh laki-laki yang lebih muda dan agresif seperti Elrald.
"Mau bersulang?"
Sierra pun memberikan satu gelas bir pada Elrald dan satu untuknya, keduanya sama-sama meneguk bir didalam gelas itu dengan masih saling bertatapan. Elrald kemudian memotong kue tiramisu itu dan menyuapinya pada Sierra.
"El hentikan, aku sudah bukan anak muda lagi yang main suap-suapan!"
"Kalau begitu apa yang dilakukan oleh orang dewasa jika mereka tidak saling suap-suapan?"
Elrald duduk mendekati Sierra, membuat jantung Sierra berdebar-debar berada sedekat ini dengan Elrald wajah Elrald semakin mendekati Sierra membuat Sierra memejamkan kedua matanya.
"Aku akan perbaiki lampu dulu, lampunya kelap kelip!" Elrald rupanya berbisik ditelinga Sierra.
Membuat Sierra malu setengah mati karena sudah berpikir bahwa Elrald akan menciumnya. Sierra menatap ke langit-langit memang lampunya agak berkedip-kedip, Elrald segera menaiki tangga untuk menggantikannya dengan lampu baru.
"Sierra kau punya lampu baru kan?"
Sierra mengambilkan lampu baru itu lalu diberikannya kepada Elrald, Sierra tidak menyangka Elrald yang kelihatannya seperti anak muda ternyata sangat dewasa dan penuh perhatian.
"Duh sial, kenapa dengan jantungku ini." Gumam Sierra.
Malam itu Sierra bisa tertawa lepas karena Elrald benar-benar sosok yang menyenangkan, Sierra mulai tidak memandang Elrald sebagai sosok anak muda lagi melainkan sebagai sosok laki-laki yang mulai membuatnya membuka hati untuk Elrald.
"Kau pergi bekerja naik bis Sierra?"
"Iya, aku tidak memiliki kendaraan sendiri El!"
"Kalau kau mau, aku akan mengantarmu dan menjemput mu ke tempat kerja! Tapi itu juga kalau kau mau, kalau tidak juga aku bisa mengerti,"
"Apa tidak merepotkan mu El?"
"Tidak sama sekali, aku justru senang bisa terus dekat dengan wanita cantik dan manis seperti mu!"
"Baiklah, kalau begitu aku mau El," Sierra tersenyum manis.
"Oke, sampai jumpa besok aku akan pulang sekarang ya!"
"Bukankah belum terlalu malam!"
__ADS_1
"Kenapa, kau mulai betah berada di sisiku?" Elrald mendekatkan wajahnya dengan wajah Sierra.
Sierra pun melihat bibir Elrald ingin rasanya dia lu mat bibir laki-laki tampan dihadapannya ini, tapi Sierra masih menahan karena ingin Elrald yang melakukannya lebih dulu.
Elrald mendekatkan bibirnya dengan bibir Sierra, keduanya mulai dapat merasakan hembusan nafas dari masing-masing.
"Ini, ada sisa kue didekat bibirmu Sierra!" Rupanya Elrald mengambil sisa kue yang tertinggal didekat bibir Sierra.
Hahaha..
"Oh ada bekas kue, aku memang agak berantakan kalau makan!" Sierra menggaruk-garuk kepalanya.
Elrald merasa cukup dulu untuk malam ini menanam benih dihati Sierra, semuanya harus dilakukan oleh Elrald dengan sangat hati-hati agar Sierra bisa jatuh kedalam pelukannya secara perlahan barulah Elrald akan mengambil bukti-bukti itu.
Setelah kepulangan Elrald, Sierra langsung berguling-guling diatas ranjangnya.
"Oh my God, sepertinya aku sudah move on dari Daniel dan laki-laki itu dia manis sekali sih??? Aku sekarang merasa seperti sedang naik roal coaster, El benar-benar membuat hatiku dag dig dug seperti ini." Sierra tersenyum-senyum sendiri.
Sementara di kantor, Daniel yang baru saja turun dari ruangannya melihat Britney diloby kantor dan melambaikan tangannya.pada Daniel.
"Britney?" Daniel lantas menghampiri Britney.
"By, kau sudah menyelesaikan pekerjaan mu?"
"Sudah, tapi kenapa kau ada disini Brit? Ini kan sudah malam sekali?"
"Tentu saja untuk menjemput suamiku! Mana bisa aku leha-leha di apartemen sementara suamiku sedang kepusingan disini!"
Daniel pun memeluk Britney, dia tidak menyangka gadis yang biasa mudah ngambek kini perlahan sudah bisa memahami kesibukan suaminya.
"Kau tidak marah padaku?"
"Tentu saja tidak, aku sudah mendengar semuanya dari salah satu staf tadi! Sabar ya by, aku yakin Elrald pasti bisa menyelesaikan masalah dengan Sierra!"
"Iya sayang, ya mau bagaimana lagi namanya juga manusia! Ada yang jahat, ada yang reseh ya begitulah,"
"Yasudah sekarang kita pulang, dan nanti malam aku pijitin ya by!"
"Hah kau mau memijitku?"
"Iya tapi belikan aku handphone edisi terbaru ya by?"
Daniel merangkul Britney keduanya berjalan menuju mobil.
"Oh jadi mau pijit karena ada maunya?"
"Ya kan aku mau handphone terbaru by,"
"Iya yasudah nanti kita beli ya,"
__ADS_1
"Asik, terimakasih sayang!" Britney masuk kedalam mobil.
"Kayanya harus pijat pluss pluss nih karena bayarannya mahal," goda Daniel.