Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 120


__ADS_3

Keesokan harinya! Orang tua Joanna datang pagi-pagi sekali ke apartemen Britney dan Daniel.


Tok.


Tok.


Tok.


Daniel yang mendengar pintu apartemennya diketuk segera membukakan pintu sementara Britney sedang menyiapkan sarapan di dapur, kebetulan Liam masih tidur.


Klek..


"Daniel apa kabar?" ayah Joanna basa basi tapi jelas tidak menutupi wajahnya yang sedang tertekan.


"Baik, silahkan masuk!"


Mereka masuk lalu duduk di sofa sementara Daniel memanggil Britney ke dapur. Britney dan Daniel pun duduk disofa.


"Ada apa ya Paman dan Bibi kesini?" Britney sudah paham sebetulnya mereka pasti akan menanyakan Joanna karena berita penangkapan Jazz sudah tayang di televisi.


"Britney kami sebenarnya sangat menyesal karena telah menikahkan Joanna dengan Jazz tapi kan ini sudah berlalu, bisa kami tau kemana Joanna melarikan diri sekarang ini?"


Britney tersenyum meledek mendengar kata-kata orangtuanya Joanna, dulu saat Britney berkunjung ke rumah mereka untuk menanyakan kemana Jazz membawa Joanna, mereka malah bilang tidak mau tau kemana pun Jazz membawa putri mereka.


"Kenapa kalian baru sekarang mencari keberadaan Joanna? Dulu kalian kemana? Anak kalian selama tiga tahun tidak pulang ke rumah, kalian tidak cari kan?"


"I-itu karena kami tidak berhak ikut campur kemanapun suaminya membawa pergi!"


"Silahkan tutup pintu apartemen kami dari luar karena kami tidak tau kemana Joanna pergi mencari kebahagiaannya!"


"Britney, Daniel tolong kami keluarga Jazz akan membunuh kami jika Joanna tidak mencabut laporannya!"


"Silahkan tutup pintu apartemen kami dari luar, jika tidak kami akan telpon security!" Daniel bangkit dari sofa dan menunjukkan arah keluar.


Mau tidak mau orangtua Joanna pun pergi meninggalkan apartemen milik Britney dan Daniel dengan hasil nihil. Britney sangat emosi melihat wajah orangtua Joanna.


Mereka tidak tau apa sampai sekarang Joanna masih harus mendapatkan bimbingan dari psikolog di Kanada karena bayang-bayang kekerasan yang dia dapatkan dari Jazz selama tiga tahun itu kerap kali mengganggu tidur malamnya hingga menyebabkan Joanna mengalami insomnia.

__ADS_1


Dulu orangtuanya Joanna tidak peduli anaknya masih hidup atau sudah mati, sama sekali mereka tidak khawatir dengan kehidupan anaknya yang tersiksa, kini sekalinya mereka mencari itu karena mereka takut nyawa mereka dalam bahaya bukan karena khawatir dengan anaknya.


"Sayang sebaiknya kau harus tetap menelpon Joa dan memberitahukannya tentang ini,"


"Iya by nanti setelah sarapan aku akan menelpon Joa, bagaimana pun mereka masih orangtuanya Joanna!"


"Nanti aku langsung ke kantor ya sayang, kau tidak perlu ke kampus kan hari ini?".


"Aku di rumah kok by ujiannya kan udah selesai,"


"Cie yang udah mau wisuda!"


Ckckck..


"Hebat banget si ini sayangku bisa mengurus rumah, suami dan anak dan bisa menyelesaikan kuliahnya juga sebentar lagi!"


"Iya dong siapa dulu suaminya, Daniel Elzias! Terimakasih ya by kau selalu memberikan kekuatan dan dukungan untuk ku bisa menjadi seorang istri dan ibu yang baik!"


Cup.


Daniel menge cup dahi Britney lalu memeluk Britney. Setelah selesai sarapan dan Daniel pun sudah berangkat kerja, Britney memutuskan untuk menelpon Joanna untuk mengabarkan bahwa orangtuanya mencari Joanna karena mendapat ancaman.


"Halo Brit,"


"Halo Joa, bagaimana disana kau betah?"


"Hmm betah sekali Brit, aku dan kak El menanam wortel dan beberapa sayuran lain di halaman belakang kak El,"


"Tumben menanam tanaman?"


"Iya Brit melihat tanaman hijau membuat trauma ku sedikit teralihkan!"


"Baguslah kalau begitu aku ikut senang mendengarnya, Joa ada yang ingin aku katakan!"


"Ada apa?"


"Orangtua mu datang dengan wajah ketakutan, mereka bilang keluarga Jazz mengancam akan membunuh mereka jika kau tidak mencabut laporannya!"

__ADS_1


Joanna pun menarik nafas panjangnya mendengar hal yang sudah dia duga sebelumnya.


"Joa, kau baik-baik saja kan? Maaf aku tidak bermaksud mengingatkan mu pada trauma itu tapi aku rasa kau perlu tau kabar ini karena walau bagaimanapun mereka tetap orangtuamu!"


"Aku tidak apa Brit hanya saja aku bingung harus mengambil keputusan apa,"


"Jangan terburu-buru, kau bicarakan dulu dengan kak El dan apapun keputusan kalian aku dan Daniel akan selalu dukung,"


"Iya Brit, terimakasih kau sudah mengabarkan!"


Setelah mendengar kabar tersebut dari Britney, keceriaan Joanna mendadak hilang yang ada kini hanya kebimbangan antara mengabaikan keselamatan orangtuanya yang sudah membuat hidupnya menderita, atau membebaskan orangtuanya dari ancaman orangtua Jazz dengan membebaskan keparatt itu dari penjara.


Malam harinya Elrald baru saja pulang ke rumah setelah seharian bekerja mengurus perusahaannya yang mulai terkenal. Dibukanya pintu rumah itu oleh Joanna setelah mendengar suara mobil El dihalaman rumah.


Malam ini Joanna memakai lingerie berwarna merah menyala yang membuat kulit tubuhnya yang putih mulus itu semakin terlihat segar! Elrald sampai terdiam beberapa saat melihat penampilan Joanna yang begitu seksi dan mengundang hasratt kelelakiannya.


Diraihnya tas kerja itu oleh Joanna sambil tersenyum pada Elrald.


"Ngedip dulu kali," goda Joanna.


Tapi diluar dugaan Elrald langsung meraup bibir merah muda Joanna dengan rakusnya, sambil keduanya berjalan masuk kedalam rumah Elrald melepaskan jas yang dia kenakan berikut dengan dasi dan kemejanya.


Dengan buas Elrald melu mat bibir Joanna hingga Joanna kewalahan dan sulit bernafas, Elrald menurunkan resleting celananya berikut dengan penutup akhirnya. Hingga akhirnya Elrald telah polos dan berhasil membawa Joanna ke atas ranjang ditindihnya tubuh Joanna.


"Kak perceraian ku masih diurus! Belum resmi!"


"Aku tidak peduli lagi Joa, aku merindukanmu sayang!"


Elrald kembali melu mat bibir Joanna dan Joanna hanya bisa pasrah saat El melucuti lingerie sampai b h dan celana d a lamnya. Kini tubuh keduanya sama-sama polos, ciuman El berpindah pada kedua pepaya import besar milik Joanna yang telah lama dia rindukan.


Di his apnya satu persatu secara bergantian pepaya import itu hingga membuat Joanna mele nguh nikmat.


"Ah,"


Sambil terus meng hi sapnya Elrald sesekali memainkan pucuk berwarna coklat itu dengan lidah, dicungkil-cungkilnya pucuk berwarna coklat itu oleh lidah Elrald membuat Joanna meremat kepala Elrald kemudian menenggelamkannya semakin dalam kedalam kedua pepaya import miliknya.


"Ah kak El iya terus kak aku menikmatinya sayang, ah ini enak,"

__ADS_1


Des ahan Joanna membuat Elrald semakin dikuasai oleh hawa naf su, akhirnya dilepaskannya kedua pepaya import itu oleh Elrald ditatapnya wajah Joanna yang sedang dalam penguasaan hasratt yang menggebu, Elrald mengarahkan terong import miliknya ketitik inti milik Joanna yang sudah lama dia rindukan.


Ditekannya terong import itu dengan perlahan namun karena inti milik Joanna sudah sangat basah, membuat perjalanan terong import itu berlangsung mulus dan.


__ADS_2