Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 66


__ADS_3

Britney membuka pintu kamarnya dan langsung mendorong tubuh Daniel.


"Kau! Dasar tukang selingkuh!" Britney berderai air mata dan sangat marah terhadap Daniel.


"Britney apa maksudmu? Siapa yang selingkuh?"


"Kau tidak usah lagi menipuku Daniel Elzias,"


Daniel pun memeluk Britney dengan erat.


"Sayang hari ini aku sangat lelah, aku bolehkan tidur sambil memeluk mu! Aku berani bersumpah tidak mungkin aku selingkuh darimu!"


"Lepaskan aku! Kau jahat! Lepas!" Britney meronta-ronta meminta untuk dilepaskan.


"Aku mohon, temani aku tidur!" lirih Daniel.


Entah kenapa mendengar suara letih Daniel membuat kemarahan dihati Britney seketika lenyap, apalagi Daniel memeluknya sangat erat saat ini.


Britney mengangguk dan keduanya masuk kedalam kamar. Wajah Daniel terlihat lelah dan Britney perhatikan tubuh suaminya itu semakin kurusan.


"Aku ingin tidur sambil memeluk mu!"


Britney segera naik keatas ranjang, lalu Daniel pun tidur sambil memeluk Britney. Diusapnya dahi Daniel yang terlihat sedikit berkeringat. Britney menemani Daniel disampingnya dengan tangan Daniel yang melingkar ditubuh Britney.


Setelah suaminya itu tidur nyenyak, Britney melepaskan tangan Daniel dan turun dari ranjang. Setelah memastikan Daniel benar-benar tidur pulas, Britney hendak mengecek handphone Daniel namun kata sandinya sepertinya diubah oleh Daniel.


"Kenapa sandinya tidak bisa? Sebenarnya kau ada main dengan siapa by?" Britney sangat putus asa dengan keadaan seperti ini.


Tidak berhasil mendapatkan bukti apapun, Britney pergi menemui Larisha dan Tuan Lan yang sedang makan siang bersama.


"Britney, Daniel mana?"


"Tidur mom,"


"Kau belum makan dari kemarin, cepat makan dulu!" Larisha menyendokkan makanan untuk Britney.


"Kau mau cerita?" tanya Tuan Lan.


Britney menggelengkan kepalanya, tidak elok bila dia cerita tentang masalah rumah tangganya pada Tuan Lan dan Larisha sekarang, sementara Britney sendiri belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi didalam rumah tangganya bersama Daniel saat ini.


Sore harinya, Daniel terbangun dan mendapati Britney disampingnya.


"Sudah bangun? Mau minum?"


"Iya,"

__ADS_1


Britney mengambilkan segelas air putih untuk Daniel, dan Daniel menghabiskan air itu hingga habis.


"Sudah siap untuk bicara denganku?"


"Aku minta maaf!"


"Jawab dengan jujur by, apa kau selingkuh dariku? Siapa wanita itu?"


"Aku bersumpah, aku tidak mungkin mengkhianati mu!"


"Lalu ini apa?" Britney melemparkan handphone milik Daniel kehadapan Daniel.


"Kau memeriksa handphone ku?"


"Kenapa kata sandinya diubah? Agar aku tidak bisa melihat pesan yang dikirimkan oleh kekasih mu?" Britney menaikkan nadanya.


"Cukup Brit aku tidak mau berdebat lagi! Satu hal yang harus kau tau, sampai matipun aku tidak akan pernah mengkhianati mu!"


Daniel bangkit dari ranjang lalu pergi meninggalkan kamar, sementara Britney hanya bisa menahan amarahnya lagi karena dia belum memiliki bukti apapun untuk menuduh Daniel lebih jauh.


Sore hingga malam hari Daniel memilih menghabiskan waktunya berada didalam ruangan kerja, tidak lama kemudian Tuan Lan masuk.


"Niel kau belum tidur?"


"Belum dad!"


"Kalau ada yang mau kau bicarakan dengan Dady, bicaralah!"


Daniel tergugup dihadapan Tuan Lan.


"Apa kalian sedang bertengkar?"


"Tidak dad, hanya salah paham!"


"Kesalahpahaman itu berawal dari ketidakjujuran Niel, mungkin ada hal yang kau tidak jujur dengan istrimu,"


Daniel hanya tertunduk dan tidak mampu untuk berkata-kata lagi.


"Suami istri bisa bertahan dalam pernikahannya, itu dilandaskan kejujuran Niel! Bukan hanya dalam rumah tangga, dalam bekerja pun yang utama itu kan kejujuran apalagi dengan istri sendiri saling terbuka pasti tidak akan ada muncul yang namanya kesalahpahaman,"


Daniel pun memikirkan perkataan sang mertua, memang benar apa yang dikatakan oleh Tuan Lan!


"Apa aku harus jujur tentang penyakit ku pada Britney dan mertuaku?"


"Aku takut Britney akan sangat sedih!"

__ADS_1


"Aku tidak mau membebani Britney dengan penyakit ini, tapi aku juga tidak bisa membiarkan Britney terus menerus mencurigai aku berpikir kalau aku selingkuh darinya!"


Daniel mulai merenungi semua nasehat dari Tuan Lan, memang tidak bisa selamanya merahasiakan ini penyakit ini dari Britney.


Hari-hari berlalu dan Daniel masih rutin melakukan pengobatannya hanya ditemani oleh Elrald, sementara Britney dan kedua sahabatnya kian hari kian gencar menyelidiki tentang Daniel yang mereka pikir berselingkuh.


Jika selama ini mereka menyelidiki Daniel dipagi hari, namun tidak ada yang mencurigakan Britney dan kedua sahabatnya mulai berubah rencana dan bolos kuliah untuk bisa menyelidiki Daniel seharian penuh.


Britney memakai hoody dan masker berwarna hitam-hitam agar wajahnya tidak diketahui oleh Daniel, begitu juga dengan Felicia dan Joanna, ketiganya menunggu di lobby untuk membuntuti kemanapun Daniel pergi


Sudah cukup lama mereka menunggu, dan waktu jam makan siang pun tiba Daniel dan Elrald terlihat baru saja keluar lift dan melewati lobby utama, segera Britney dan kedua sahabatnya itu menutupi wajah mereka dengan majalah.


Setelah Daniel keluar meninggalkan lobby, Britney dan kedua sahabatnya itu pun buru-buru juga keluar untuk mengikuti kemana suaminya itu akan pergi bersama Elrald.


Joanna mengambil mobilnya, dan Britney serta Felicia masuk kedalam mobil. Mereka meninggalkan D.E skin untuk mengikuti mobil Daniel.


Rupanya mobil Daniel masuk ke sebuah restoran.


"Kayanya suamimu mau makan siang de Brit!"


"Iya bareng kak El," timpal Felicia.


"Yah gagal lagi!"


"Jangan nyerah gitu dong Brit, kita tunggu mereka selesai makan abis itu kita ikutin lagi!" kata Joanna.


Britney dan kedua temannya itu menunggu Daniel keluar dari restoran, setelah menunggu cukup lama didalam mobil akhirnya Daniel dan Elrald keluar juga dari dalam restoran mereka masuk kembali kedalam mobil.


Britney kembali mengikuti kemana suaminya itu akan pergi, Britney yakin setelah makan siang Daniel pasti akan menemui selingkuhannya itu.


Mobil Daniel masuk ke sebuah rumah sakit besar di pusat kota, Daniel dan Elrald pun turun dari mobil.


"Wait deh, kok Daniel ke rumah sakit Brit?" tanya Felicia


"Iya, emang keluarga kalian ada yang sakit?" tanya Joanna.


"Engga ada, fix ini pasti selingkuhannya yang sakit!" Britney semakin diselimuti oleh kecemburuan.


"Atau jangan-jangan kaya di film-film gitu, selingkuhannya melahirkan dan Daniel kesini untuk melihat proses persalinan selingkuhannya?" kata Felicia.


Bug..


Aaa...


"Kalau ngomong sembarangan terus Fel, kau bicara begitu hanya membuat Britney makin panik Fel!" kata Joanna yang baru saja selesai menimpuk wajah Feli dengan tas.

__ADS_1


"Ya sudah kita turun, Brit kau yakin sudah siap melihat apapun nanti yang ada di rumah sakit itu?" tanya Joanna.


Britney mengangguk tubuhnya lemas, dan hatinya kacau tak karuan memikirkan hal apa yang akan dia temui didalam rumah sakit, terlebih lagu Britney memikirkan apa benar yang dikatakan oleh Felicia kalau Daniel ke rumah sakit karena selingkuhannya melahirkan???


__ADS_2