Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 58


__ADS_3

Sierra kembali membuka kedua matanya, dia sedikit sadar bahwa pria yang saat ini berada dihadapannya adalah Elrald! Pria yang dia sukai tapi juga pria yang dalam sekejap berhasil menghancurkan kariernya dan juga hidupnya secara bersamaan.


"Kau!" Sierra menunjuk dahi Elrald.


"Iya ini aku Ra! Maafkan aku, aku melakukan ini demi kebaikan mu Ra!"


"Persetan dengan mu, kau laki-laki brengsek itu kan? Kau penghancur hidupku, pergi!" Sierra terus mendorong tubuh Elrald.


Elrald yang terus menerus didorong oleh Sierra tidak mau sampai terjatuh dari ranjang, Elrald pun meraup bibir Sierra membuat Sierra akhirnya tidak lagi mendorong Elrald.


Keduanya berpagutan satu sama lain, karena Sierra masih dalam keadaan mabuk jadi dia tidak sadar kalau dia kembali berciuman dengan laki-laki yang sudah dia benci sekarang.


Elrald segera menindih tubuh Sierra, lalu menciumi leher Sierra membuat Sierra merasakan kembali sebuah kenikmatan.


"Ah sssttth,"


Dalam hati Elrald dia tidak boleh lagi memanfaatkan keadaan Sierra saat tengah tidak sadarkan diri seperti ini, sudah cukup sekali Elrald memanfaatkan Sierra bahkan menikmati tubuh Sierra saat Sierra sedang dalam kondisi begini, kali ini tidak boleh lagi terjadi.


Elrald segera menarik tubuhnya dari atas tubuh Sierra. Segera dia tari selimut putih untuk menutupi tubuh Sierra dan ditinggalkannya satu kartu ATM yang pinnya dituliskan dikertas agar bisa Sierra pakai untuk kebutuhan dia sehari-hari.


Setelah meletakkan ATM dan sebuah memo yang berisi pin ATMnya, Elrald pergi meninggalkan Sierra untuk kembali ke rumah sakit. Elrald tidak bisa meninggalkan Daniel sendirian terlalu lama takut sakit kepala Daniel kumat kembali, yang penting sekarang Sierra sudah berada di apartemen miliknya.


Keesokan harinya di rumah sakit Daniel terbangun dari tidur dan mendapati Elrald tertidur di sofa didepannya.


"Aku tidur semalaman rupanya," gumam Daniel.


Tak lama kemudian seorang Dokter dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan inap Daniel, suara pintu dibuka membuat Elrald akhirnya terbangun.


"Selamat pagi Tuan Daniel," sapa Dokter.


"Pagi Dok! Apa saya sudah boleh pulang?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Tuan ini keluarga Tuan Daniel kah?" menanyai Elrald.


"Ya saya keluarganya Dok, apa hasil labnya sudah diketahui?" tanya Elrald.


Dokter pun membuka sebuah amplop coklat besar yang didalamnya berisi hasil rontgen bagian kepala Daniel, membuat Daniel dan juga Elrald sedikit takut mendengarkan hasilnya.


"Tuan Daniel, hasil pemeriksaan bagian kepala Tuan rupanya tidak sesuai dengan harapan kita semua, Tuan Daniel harus kuat dan semangat dengan hasil yang memang tidak kita harapkan ini!" Dokter memberikan hasil rontgen itu pada Daniel dan Elrald segera menghampiri Daniel untuk ikut melihatnya.


"Ini artinya apa Dok?" Daniel bingung dan berharap dirinya baik-baik saja.


"Begini Tuan Daniel, anda mengidap kanker otak jenis Metastasis otak stadium 2, ini adalah gambar dari kangker tersebut Tuan!" Dokter menunjuk hasil rontgen yang merupakan bentuk si kangker itu sendiri.


Daniel langsung lemas, rasanya tidak percaya dan marah pada Tuhan, kenapa harus dia yang menderita penyakit ini? Begitu juga dengan Elrald yang menatap Daniel penuh rasa iba.


"Apa saya bisa mati karena kanker ini Dok?"


"Tumor otak jenis metastasis ini bisa menyebar luas meskipun pertimbangan memang secara bertahap Tuan! Tapi jika tidak segera ditangani dan dimatikan sel kangkernya, maka bisa berdampak sangat serius!"


"Benar Tuan, bahkan tumor otak bisa menyebabkan beberapa kondisi pada penderitanya seperti gangguan penglihatan, kelumpuhan, mati rasa, hilang ingatan dan kejang juga bisa diderita oleh pasien!"


Elrald langsung memegangi bahu Daniel seraya menguatkan atasannya itu. Daniel marah pada dirinya sendiri karena harus sakit seperti ini, bagaimana nanti dia menghadapi situasi ini? Bagaimana dengan Britney jika sampai kangker ini membuatnya meninggalkan dunia ini dengan begitu cepat?


Semua pikiran kemungkinan yang akan terjadi kedepannya sudah menguasai akal sehat Daniel, Elrald mengerti betul apa yang dirasakan oleh Tuanya tiba-tiba harus menerima vonis sakit yang cukup parah sementara ada istri tercinta yang menunggunya di rumah.


"Dok, apa bisa disembuhkan?" tanya Elrald.


"Bisa, beberapa pengobatan metastasis otak ada beberapa tahapan meliputi radiosurgery, operasi pengangkatan tumor, terapi radiasi, dan kemoterapi. Semua itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak terlewatkan sekali pun, pasti bisa sembuh!"


"Itu berarti aku perlu dirawat di rumah sakit ini?" kedua mata Daniel sudah memerah.


"Tidak selalu Tuan, bisa jika dilakukan rawat jalan! Tapi pasti akan ada kondisi yang memang mengharuskan anda untuk menginap sampai berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu di rumah sakit ini!"

__ADS_1


Daniel memegangi kepalanya, sedih dan bingung semua menjadi satu.


"Yang terpenting adalah kemauan untuk sembuh dari pasien itu nomor satu, dukungan dari keluarga juga sangat membantu untuk proses pengobatan! Jadi ada baiknya semua keluarga memberikan semangat dan motivasi, saya yakin Tuan Daniel adalah orang yang kuat dan bisa sembuh!" Dokter meyakinkan Daniel agar tidak pesimis setelah mendengar penyakitnya.


Daniel tertunduk lesu dan tidak tau harus bicara bagaimana pada Britney, istrinya itu pasti akan sedih bila tau penyakit kangker ini sedang menggerogoti suaminya.


"Baiklah Dok, akan segera saya urus kelengkapan administrasinya untuk mulai pengobatan kangker tersebut!" ujar Elrald.


"Baik, lebih cepat lebih baik! Kalau begitu saya permisi Tuan, tetap semangat!"


Dokter pergi meninggalkan ruangan Daniel, sementara Daniel tidak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya dihadapan Elrald.


"Tuan kau harus yakin kau pasti sembuh!"


"Kalau aku mati bagaimana dengan Britney, El? Aku sangat mencintainya, tida bertemu dengannya sehari saja aku merasakan sesak apalagi jika selamanya aku akan meninggalkan dunia ini?"


"Tu-tuan kau tidak boleh bicara seperti itu! Aku yakin nona pasti juga akan kuat dan akan mendukung mu untuk sembuh!"


"Dari berjuta-juta manusia dimuka bumi ini, kenapa harus aku El? Kenapa Tuhan memilihku? Kenapa harus aku?" Daniel merasa hidupnya saat ini benar-benar berada dititik terendah.


"Kita harus memberitahu nona Tuan, dia dan keluarga anda berhak tau!"


"Tidak, aku tidak mau Britney bersedih aku tidak mau melihat air matanya!"


"Ta-tapi Tuan!"


"Kita lakukan pengobatan ini secara diam-diam El, Britney tidak boleh ikut merasakan kesedihan ini dalam hidupnya Britney harus terus merasakan bahagia saat bersamaku!"


Elrald pun merasa serba salah dalam situasi ini, disatu sisi Elrald ingin Daniel mendapatkan motivasi untuk sembuh dari istrinya sendiri dan juga keluarganya, tapi Daniel justru memilih menjalani pengobatannya secara diam-diam.


"Urus semua data untuk memulai pengobatan ku! Dan aku ingin pulang dulu sekarang, aku rindu dengan istriku!" seru Daniel pada Elrald.

__ADS_1


"Baik Tuan! Aku permisi ke bagian administrasi terlebih dahulu!"


__ADS_2