
"Eh Jo, lihat itu kan Mr Daniel sama Britney kok cium pipi gitu?"
"Iya, atau jangan-jangan bener lagi Fel, kalau Britney itu udah nikah! Jadi itu tuh bukan gosip!"
Britney melihat Daniel sudah masuk kedalam mobilnya dan mobil Daniel sudah melaju meninggalkan halaman sekolah. Buru-buru Joana dan Felicia menghampiri Britney.
"Britney, kau ternyata benar kau sudah menikah dengan Mr. Daniel iya kan?"
"Ah ti tidak!"
"Jangan bohon Brit, aku dan Feli tadi melihat mu mencium pipinya! Jadi gosip kau sudah menikah itu benar? Joana menanti jawaban Britney.
"Iya Brit, pantas saja dulu Mr, Daniel memperkenalkan dirinya sebagai calon suamimu, kau sudah menikah kan sekarang dengannya?" cecar Felicia.
"Iya iya oke, aku mengaku! Iya aku sudah menikah!"
"Hah???" Joana dan Felicia sontak terkejut.
"Oh my God Britney, usia kita-kita ini tuh masih muda banget loh," Joana menatap dengan tatapan mata penuh keanehan pada Britney.
"Iya benar, sebentar lagi kita lulus SMA, dan kita akan kuliah! Kau tau tidak kalau kakak-kakak di kampus itu tampan-tamoan woi," Felicia menimpali.
"Iya nanti kau tidak bisa cuci mata kaya kita-kita lagi kalau sudah menikah! Padahal di kampus itu senior kita pasti tampan-tampan oh my God," Joana pun ikut berkata demikian.
Britney pun terdiam sesaat, apa iya keputusannya salah untuk menikah diusia muda? Tapi perasaan itu ditepisnya oleh Britney.
"Sudahlah, aku tidak peduli! Toh suamiku juga sangat tampan dan baik,"
"Benar si, tapi awas ya nanti kau tergoda kasihan Mr, Daniel loh," kata Joana.
"Iya Brit, kau harus tahan godaan nanti! Karena kita pasti bertemu laki-laki tampan di kampus!"
"Halah tidak akan!"
Britney pun lega para sahabatnya sudah mengetahui bahwa Britney sudah menikah, hanya saja memang secara diam-diam karena Britney masih sekolah, hanya saja Joana dan Felicia khawatir jika Britney menikah di usia sangat muda, nantinya dia tergoda dengan kakak-kakak senior di kampus yang terkenal dengan ketampanan dan kharismatiknya.
Sepulang sekolah Daniel seperti biasa akan menjemput Britney, mobil Daniel pun sudah terparkir di halaman sekolah, Britney yang melihat mobil suaminya sudah datang, buru-buru berpamitan pada Joana dan Felicia untuk pulang duluan karena jemputan mereka belum datang.
"Eh Jo, Britney beneran sayang engga ya sama Mr Daniel?"
"Tau Fel, Britney itu kan cepat bosan orangnya! Mudah-mudahan saja dia tidak begitu pada Mr. Daniel,"
Britney masuk kedalam mobil dan langsung mencium bibir Daniel dan Daniel pun membalas dengan melum at bibir Britney.
"Hei, by kau nakal sekali!"
"Kenapa? Aku kan hanya membalasmu,"
"Kita langsung pulang?"
"Tidak, kita akan ke rumah Dady Lan,"
__ADS_1
"Hah, ke rumah Dady? Memangnya Dady dan momy sudah kembali dari Jerman?"
"Iya, tadi di kantor aku ditelepon!"
"Loh, kenapa momy dan Dady menelpon mu? Memangnya anak mereka aku atau kau by? Giliran aku tidak ditelpon sama sekali, jahat!"
"Brit, mungkin momy dan Dady menghubungiku agar sekalian ketika menjemput mu, aku menyampaikannya padamu!"
"Yasudah, aku tidak sabar ingin bertemu momy dan Dady!"
Daniel pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah SMA itu, tujuan mereka adalah bertemu Tuan Lan dan Larisha, setelah melakukan perjalanan sore yang lumayan macet, Daniel dan Britney tiba di kediaman Tuan Lan.
"Momy! Momy!" Britney berlarian sambil menggandeng Daniel.
"Heh, udah kaya anak Tarzan teriak-teriak begitu Brit," Larisha muncul dari lantai atas.
Britney pun langsung memeluk Ibunya dengan hangat, lalu mencium pipi Larisha dan dahi semua Britney ciumi karena kerinduannya terhadap Ibunya itu.
"Aduh, kau ini! Seharusnya yang kau ciumi seperti barusan itu suamimu bukan momy," ledek Larisha.
Britney pun hanya tersenyum, lalu Larisha memeluk Daniel.
"Apa kabar Niel, maaf menyuruhmu kemari!"
"Sehat mom, kami baik kok! Aku senang kalian cepat kembali dari Jerman,"
Tak lama Tuan Lan muncul keluar dari lift dilantai utama rumah mewah itu.
"Aduh aduh anak gadis Dady, mom kok pada berdiri disini, ayo duduk dulu!"
Mereka pun duduk di ruangan keluarga rumah itu!
"Niel, maksud kami mengundang kau dan Britney kesini karena ada hal yang mau kami sampaikan sebagai orangtua dari Britney,"
"Memang ada apa dad?"
"Momy dan Dady sudah main mata dengan Universitas akreditas A itu, yang di pusat kota kalau Britney akan diterima kuliah disana, kami menitipkan Britney!"
"Iya Niel, momy harap kau sabar ya sampai Britney lulus kuliah,"
"Sabar apa mom?" tanya Britney yang penasaran.
"Sabar untuk tidak bikin bayi dulu!" sontak saja Britney pun langsung membelalakkan matanya.
Begitu juga dengan Daniel yang langsung menelan salivanya.
"Iya maksud Dady dan momy biar Britney lulus S1 dulu, barulah kalian fokus bikin cucu untuk kami," kata Tuan Lan.
"Kalau pakai KB juga nanti takutnya jebol," timpal Larisha.
Daniel dan Britney pun saling lirik melirik, membuat Tuan Lan dan Larisha sampai tidak enak hati karena sepertinya anak dan menantunya itu sudah sama-sama saling menginginkan.
__ADS_1
"Kalau tidak, mungkin bisa dicoba pakai pengaman saja Niel, beli satu pack untuk stok!" kata Tuan Lan.
"Intinya jangan dihamili dulu ya Niel, kalau kebelet banget ya itu dia kata Dady pakai pengaman kalau pasang KB suka masih banyak yang kebobolan,"
Ahahhaha..
"Momy dan Dady tenang saja, hubungan kami belum sampai kearah sana kok! Iya kan by?" Britney memberikan kode.
"Iya benar, benar itu dad, mom! Tenang saja, aku belum kebelet atau apapun itu namanya!" Daniel menggaruk-garuk pahanya.
"Nah, lega rasanya kan kalau begini! Tadinya momy dan Dady sampai tidak enak hati untuk bicara ini padamu Niel," Larisha tersenyum lega.
"Jadi Brit, kau harus serius kuliah dan lulus Dady sudah susah payah menitipkan mu pada kampus yang terbaik, jangan buat Dady, momy dan suami mu kecewa!"
"Iya Dad, nanti juga aku pintar kok!"
Setelah beberapa lama berbincang-bincang, Daniel dan Britney pun pamit dari kediaman Tuan Lan. Didalam mobil Daniel dan Britney saling melirik.
"Sayang apa sebaiknya kita beli test pack, kata momy kalau KB bisa jebol?"
"Iya, duh gimana nih by? Kalau sampai aku hamil?"
"Tapi kau tidak mual seperti orang hamil kan Brit?"
"Tidak, aku tidak mual kok,"
"Ya sudah tetap kita beli test pack saja untuk memastikan,"
"By kita kan sudah beberapa kali melakukannya, kalau aku hamil nanti aku tidak bisa kuliah?" Britney bersedih.
"Sayang itu tidak akan terjadi, kau pasti akan kuliah seperti teman-temanmu yang lain, tenang ya kita berhenti di apotik!"
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Daniel pun berhenti di salah satu apotik, Daniel dan Britney turun bersama-sama untuk membeli test pack! Setelah itu keduanya masuk kembali kedalam mobil dan langsung pulang ke apartemen.
Setibanya di apartemen, Britney membaca aturan pakai alat tes kehamilan itu, dan tertulis baik digunakan pagi hari!
Hah..
"Kenapa Brit?"
"Harus pagi by,"
"Yasudah kita tunggu besok pagi baru dicek,"
"Ngomong-ngomong, Sierra sudah dipecat kan by?"
♥️♥️♥️
Hayoo By istrinya nanya tuh, wanita Amazon udah dipecat belum? Buruan pecat nanti keburu othornya ditimpukin sama para emak-emak yang baca novel unfaedah ini😂
__ADS_1