Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 20


__ADS_3

Britney pun melangkah maju kedepan dan kakinya berjinjit untuk mengantarkan bibirnya menyentuh bibir Daniel. Britney mencium bibir Daniel terlebih dahulu, bibir keduanya saling berpagutan.


Daniel pun meraih pinggang Britney, lalu mendekap tubuh Britney dengan erat. Keduanya masih terus berciuman, kali ini terasa berbeda karena ciuman yang keduanya lakukan karena rasa cinta yang sudah mulai tumbuh di hati Britney maupun Daniel.


Daniel memeluk tubuh Britney, membawanya berjalan kearah ranjang dengan masih tetap berpagutan. Tiba diatas ranjang, dilepaskannya ciuman itu oleh Daniel.


"Paman, tidurlah bersama ku!"


"Kau yakin memintaku untuk tidur denganmu malam ini?"


Britney mengangguk, Daniel pun kembali mencium bibir Britney bahkan kali ini keduanya berciuman dengan sangat mesra dan saling memberikan balasan.


Satu tangan Daniel mulai membuka kancing baju tidur Britney satu persatu, hal itu tentu membuat jantung Britney semakin berdebar-debar kencang. Rasanya malu bila baju dibuka seperti ini, tapi dorongan dalam tubuhnya membuat Britney tidak menghentikan tangan Daniel untuk melepaskan kancing baju tidur yang dia kenakan saat ini.


Daniel berhasil melepaskan seluruh kancing dibaju Britney, keduanya pun masih saling berciuman membuat suhu tubuh keduanya yang semula merasa kedinginan kini mulai menghangat.


Daniel melepaskan ciumannya, lalu keduanya saling menatap satu sama lain.


"Paman, jadikan aku seutuhnya milikmu!"


Daniel menatap sejenak pemandangan didepan kedua matanya, rasanya tidak percaya kini dalam kondisi Britney yang sepenuhnya sadar Daniel melepaskan kancing pakaian itu hingga tidak lagi menutupi isi didalamnya.


Pemandangan yang selama ini dia harapkan, yang Daniel inginkan untuk nikmati walaupun pernah sekali dia nikmati secara diam-diam saat Britney mabuk dan tidak sadarkan diri.


Namun kali ini, Britney tidak sedang mabuk dan dia tidak melarang Daniel. Daniel menelan salivanya saat kedua matanya fokus menikmati pemandangan didepan kedua matanya.


Darahnya berdesis kencang, jantungnya naik turun seolah tak sabar ingin segera memilikinya.


"Apa aku boleh memintanya?"


"Ini memang milikmu Paman!"


Daniel pun kembali mencium bibir Britney setelah mendapatkan lampu hijau dari sang empunya untuk menikmati apa yang selama ini dia inginkan. Keduanya berciuman dengan sangat dahsyat, namun.

__ADS_1


Ting nong..


Sebuah bunyi bel, terpaksa membuat Daniel melepaskan ciumannya. Daniel dan Britney pun mengakhiri aktivitas tersebut. Lalu segera merapihkan baju keduanya.


"Paman siapa yang datang malam-malam begini?"


"Entahlah, aku akan melihatnya!" Daniel keluar kamar untuk membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini ke apartemennya.


Daniel membuka pintu apartemennya dan sosok dibalik tersebut, membuat kedua mata Daniel terbelalak. Britney yang baru saja selesai mengancingkan kembali bajunya, segera menuju ke depan untuk melihat tamu yang datang.


"Siapa Paman?"


Daniel masih terdiam mematung, bibirnya seperti beku untuk menyebutkan nama sosok yang datang kepadanya malam ini.


"Aunty?" Britney segera menghampiri.


Laluna datang bersama dengan anaknya Lindsey dengan keadaan sangat kacau, basah kuyup, dan bahkan Luna dan Lindsey anaknya menangis tersedu-sedu.


"Lindsey apa yang terjadi denganmu dan aunty Luna?" Britney segera memeluk Lindsey dan membawanya masuk.


Sementara Daniel masih terdiam, begitu juga dengan Luna! Rasanya luka lama dihati Daniel kembali teringat, saat melihat kehadiran Luna dihadapannya seperti ini.


"Paman cepat bawa aunty masuk!" teriak Britney.


"Daniel maafkan aku, aku terpaksa datang kesini!"


"Masuklah! Kau perlu mengganti pakaian mu!"


"Terimakasih Daniel!" Laluna masuk ke dalam apartemen itu dengan kaki gemetar.


Ketika didalam apartemen, Luna langsung berteriak histeris seolah trauma akan sesuatu hal.


Aaaaaaa.....

__ADS_1


Tubuh Laluna terkulai lemas dan jatuh pingsan.


"Momy," Lindsey segera berlari untuk menyadarkan Laluna.


Begitu juga Daniel dan Britney yang mulai panik melihat Laluna sampai pingsan seperti itu. Saat Daniel berusaha membangunkan Laluna, tersentuh olehnya sesuatu dibelakang punggung Laluna.


"Darah! Brit, Luna tertembak!"


Membuat Britney semakin khawatir sekaligus tidak mengerti kenapa bisa seperti ini, sementara Tuan Lan dan Larisha masih berada di Jerman. Britney tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Kita harus membawanya ke rumah sakit Brit!"


"Jangan! Dady bilang kami haru bersembunyi, kita jangan keluar dari sini aku mohon Paman!" Lindsey kembali menangis.


"Kalau begitu aku akan telepon Dokter untuk datang kesini Paman!"


"Iya Brit, aku akan merebahkan Luna di kamarmu!"


Britney segera menelepon Dokter pribadi keluarganya, sementara Laluna masih belum sadarkan diri. Setelah berhasil menghubungi Dokter, Britney menyusul Daniel ke dalam kamar yang sedang merebahkan Laluna diatas ranjang. Terlihat Daniel sedang menyingkap rambut panjang Laluna yang tadinya menutupi wajah Laluna.


Entah kenapa kecemburuan dihati Britney muncul, mungkin karena Britney tidak terlalu percaya diri untuk bersaing dengan masa lalu suaminya itu. Britney tau betul saat dulu Daniel terluka akibat Luna menikah dengan Tan. Dan kini Daniel menatap wajah Laluna dengan penuh kekhawatiran.


Britney pun tidak jadi masuk kedalam kamarnya! Britney lebih memilih menunggu diluar kamar dan membiarkan Daniel dengan Laluna.


"Luna, ku mohon sadarlah!"


Daniel menggenggam erat tangan Laluna yang sudah sangat dingin, kedua matan Laluna masih terpejam.


"Apa pantas disaat-saat seperti ini aku masih memikirkan kecemburuan dari orang dimasa lalu suamiku? Kenapa Paman, kenapa Paman sangat ketakutan seperti itu? Apa masih ada cinta di hati mu untuk tanteku?" Dalam hati Britney.


♥️♥️♥️


Waduh berat emang saingan mu Brit, sekarang bukan cuma wanita Amazon aja, tapi juga wanita yang pernah menghuni hatinya datang!

__ADS_1


__ADS_2