
"Hei jangan memelukku seperti ini Joa!"
"Ini semua salahmu aku takut ketinggian kak, tolong aku, keluarkan aku dari jembatan gantung ini, aku mohon!" Joanna berkeringat dingin dan terus menutup kedua matanya.
Elrald justru tersenyum melihat Joanna ternyata punya sisi ketakutannya juga.
"Yasudah ayo aku tuntun,"
"Tidak, kaki ku kaku tidak bisa digerakkan, aku ingin pingsan rasanya!"
"Baiklah tetap pejamkan mata mu sampai aku menyuruh mu membuka mata!"
"Iya,"
Elrald pun menggendong tubuh Joanna lalu berjalan untuk keluar dari jembatan gantung ini, dilihatnya Joanna masih terus menutupi kedua matanya dengan kedua tangannya.
"Apa ini? Apa aku sedang digendong oleh kak El? Oh my God ini seperti mimpi, tapi dia kan sudah punya kekasih menang banyak dong dia bisa menyentuh tubuhku dan juga tubuh kekasihnya! Tidak boleh aku tidak boleh menikmati hal ini."
Elrald menurunkan tubuh Joanna karena keduanya kini sudah tidak lagi berada di jembatan gantung tadi.
"Ih ngeselin banget si seenaknya pegang-pegang tubuh orang," ketus Joanna.
"Loh kok? Bukankah kau tadi takut dan tidak masalah aku menggendong mu, kenapa sekarang kau marah?"
"Dasar laki-laki biasanya cari kesempatan dalam kesempitan megang-megang tubuh cewek seenaknya!" Joanna menyunggingkan bibirnya lalu pergi lebih dulu meninggalkan Elrald yang masih kebingungan dengan sikap Joanna yang kembali judes.
"Hei nona, bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku? Tubuhmu itu berat loh,"
"Oh jadi kak El sekarang ngatain aku gendut?"
"Aku tidak bilang begitu!"
"Itu tadi bilang tubuhku berat kata lainya gendut, itu sama saja dengan body shaming tau,"
"Terserah kau saja Joa, aku pusing!"
"Kalau pusing ya minum obat sana!"
Keduanya berjalan saling berjauhan menuju ke mobil. Sejak tadi Joanna enggan mengajak bicara Elrald sementara Elrald merasa wanita muda itu sangat aneh, sebentar-sebentar terlihat manis dan manja tapi kemudian berubah lagi menjadi galak dan judes.
"Kau mau makan apa?" Elrald membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Terserah!"
"Yasudah masuk ke mobil!"
Joanna dan Elrald masuk kedalam mobil, kemudian mobil itu melaju mencari tempat makan karena hari sudah mulai gelap dan perut keduanya belum diisi. Berhentilah mobil El disebuah tempat makan dengan menu daging.
"Tu-tunggu ini kita akan makan disini?"
__ADS_1
"Iya, katamu tadi terserah!"
"Kak El sengaja apa buat aku makin gendut, engga mau ganti saja makan macaroni cheese saja!"
Elrald yang sudah kelaparan sejak tadi pun enggan untuk mencari lagi tempat makan lagi, didekatinya wajah Joanna oleh Elrald membuat otomatis Joanna memalingkan wajahnya.
"Kak El mau apa?"
"Kau tidak gendut, jadi kita makan disini saja ya?"
"Apa benar begitu?"
"Iya kau sangat seksi dan tidak gendut,"
Joanna pun mengulumm senyum mendengar Elrald mengatakan dia sangat seksi dan tidak gendut.
"Sekarang mau kan turun?"
"Iya yasudah aku mau!"
Hah..
Elrald bernafas lega, namun dia tersenyum bila mengingat betapa ribetnya Joanna dalam hal apapun. Dulu Elrald merasa tidak tertarik dengan gadis seumuran ataupun lebih muda darinya, karena pasti seperti ini gadis muda hanya akan membuat ribet dan pusing saja.
"Tapi jika diingat-ingat lucu juga dia," gumam Elrald.
Sementara di sebuah kamar hotel mewah seorang wanita tengah mendesahh penuh kenikmatan, wanita tersebut berada diatas tubuh seorang pria tua.
"Goyangan mu semakin hari semakin mempesona Sierra, kalau begini aku bisa membayar lebih mahal untuk tubuhmu ini!"
Sierra turun dari tubuh laki-laki tua yang sudah membayarnya untuk sebuah pencapaian sebuah kenikmatan.
"Terimakasih atas pujiannya Om, Sierra senang menjadi budak sekss om karena Sierra bisa tinggal di hotel milik om ini secara gratis,"
"Besok om akan kesini lagi, layani om lagi sampai puas oke sayang!"
"Tunggu Om, kebutuhan Sierra sudah habis nih Om, uang juga sudah tinggal sedikit,"
Laki-laki itu kemudian mengeluarkan sebuah kartu ATM dan menyodorkannya pada Sierra.
"Pakai kartu ini sandinya ***, beli pakaian seksi juga jangan lupa oke sayang?"
"Oke Om makasih om tampan!"
Laki-laki tua itu akhirnya keluar dari kamar hotel, dan didalam kamar hotel itu Sierra tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengambil ATM itu.
"Aku akan segera kabur dari tua Bangka itu, dan aku yakin orang suruhan Elrald masih terus mencari ku karena Elrald sangat mengkhawatirkan aku dan menginginkan aku kembali padanya!"
Hahahaha....
__ADS_1
"Sekali mendayung dua pulau terlampaui, Daniel dan Elrald, I'm coming aku akan menyusul kalian ke Kanada! Aku akan memberikan perhatian disaat Daniel sakit, sementara Elrald ya lumayanlah cadangan jika Daniel tetap tidak bisa aku goda." Gumam Sierra.
Sierra memang telah mengetahui dari media sosialnya bahwa CEO tersukses tahun ini yaitu Daniel menderita kangker otak dan harus rehat dari aktivitas perusahaannya untuk berobat di Kanada.
Di restoran tempat Elrald dan Joanna makan, kini semua makanan telah tandas dan keduanya kembali kedalam mobil untuk pulang ke rumah.
Setibanya di rumah!
Di ruangan televisi Angeline, Britney dan Daniel tengah menonton acara televisi bersama-sama. Daniel merasa momen seperti ini memang tidak pernah ia lakukan bersama ibu dan istrinya, selama ini yang Daniel lakukan hanya kerja kerja dan kerja.
"Tuhan mengirimkan penyakit ini mungkin agar aku bisa menikmati waktuku bersantai seperti ini bersama ibu dan istriku." dalam hati Daniel.
Hahahaha..
Drama komedi membuat Britney dan Daniel tidak ada henti-hentinya tertawa hingga tidak sadar Joanna dan Elrald sudah kembali.
"Seru banget nonton apa tuh?" Joanna duduk ditengah-tengah Daniel dan Britney.
"Eh baru dateng udah ganggu, gini nih efek jomblo maunya nyempil!"
"Habis kalian berdua itu kaya pasangan lagi kasmaran lengket terus,"
Elrald pun ikut duduk menonton acar televisi itu, sesekali diliriknya Joanna yang ikut menikmati drama komedi itu hingga tertawa terbahak-bahak.
"El, kau dan Joanna serasi juga yah!" ungkap Daniel.
Uhuk.
Uhuk.
"Tuan Daniel aneh-aneh saja," Elrald menggaruk kepalanya.
"Tau nih suamimu Brit asal bicara saja,"
"Kata Joa, kau sudah punya kekasih ya El? Sampai-sampai dia bad mood tuh seharian,"
"Oh my God Daniel!!" teriak Joanna.
Hahaha..
Britney dan Angeline malah menertawakan Joanna yang wajahnya sekarang seperti kepiting rebus karena malu Daniel benar-benar blak-blakan dan tidak bisa diajak kompromi.
Elrald hanya menyunggingkan senyuman tapi berkat Daniel dia tau kenapa akhir-akhir ini sikap Joanna ketus sekali terhadapnya, rupanya karena kalimat yang dia katakan waktu itu.
"Brit sebel deh," bisik Joanna.
"Kenapa?"
"Aku malu lah, kalau kaya gini jadi ketahuan kalau aku naksir dia tadinya,"
__ADS_1
"Ya biarkan saja, siapa tau dengan kak El tau kau menyukainya nanti dia juga akan menyukaimu! Kau ingat tidak dulu aku dan hubby tidak saling mencintai, tapi sekarang kami berdua sangat saling mencintai," bisik Britney.