
"Morning!" Daniel menge cup dahi Britney yang baru saja bangun, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi sementara Daniel jam 07.00 sudah harus berada di kantor.
"By jam berapa ini? Astaga maaf aku kesiangan," Britney melihat jam disamping tempat tidurnya.
"Tidak apa-apa Brit, capek ya sayang? Maaf ya aku membuatmu kelelahan semalam!"
"Tidak apa-apa aku malah ingin dibuat kelelahan terus olehmu!"
"Kau ini kecil-kecil doyan!"
"Ih,, tapi suka kan?"
"Suka dong, kau sangat mengga i rahkan, cepatlah mandi aku sudah siapkan sarapan untukmu!"
"Yah lagi-lagi aku tidak menyiapkan sarapan untuk suamiku!"
"Britney, untuk hari ini aku maklumi karena aku yang sudah membuatmu kesiangan!" Daniel mencubit hidung Britney.
"Yasudah aku mandi dulu ya by!"
Britney pun segera beranjak dari tempat tidurnya, Britney berjalan dengan kehati-hatian karena merasa area bawahnya masih ngilu untuk dibawa jalan. Daniel yang melihat cara jalan Britney seperti itu langsung tidak bisa menahan tawa renyahnya.
Ckckck..
"Lucu sekali kau ini Brit." Gumam Daniel.
Keduanya sarapan bersama lalu bergegas ke kantor untuk menjemput Sierra! Waktu sudah menunjukkan jam 08.30 itu artinya Sierra sudah menunggu satu setengah jam di kantor.
"Daniel kemana si? Tidak biasanya dia engga on time, ditelepon juga engga diangkat!" Sierra menggerutu sambil mondar-mandir di loby utama.
Tak lama Daniel muncul sambil menggandeng Britney menghampiri Sierra.
"Morning Sierra!" Britney mengapa Sierra dengan ceria.
"Loh Niel, kok dia ikut?"
"Dia siapa? Istriku maksudmu?"
"Iya, inget loh Niel ini tuh bukan ajang liburan kenapa membawanya untuk urusan pekerjaan?"
"Aku dan istriku ini sebuah kesatuan Sierra, tentu saja istriku akan ikut kemanapun aku pergi! Apalagi untuk waktu yang sampai berhari-hari!"
__ADS_1
"Tapi ini tidak profesional Niel, dia bisa membuatmu kurang fokus!"
"Idih, kau tidak tau saja Sierra aku ini sumber nutrisi dan tenaga untuk my hubby,"
"Sudah siang, kita harus berangkat sekarang Sierra!"
Hari ini Sierra benar-benar kesal sekali dengan tindakan Daniel yang sampai membawa Britney, padahal Sierra sudah sangat menantikan hari ini karena dia akan pergi selama beberapa hari kedepan bersama Daniel, kini harapan itu sudah musnah.
Sierra duduk disamping supir kantor, sementara Daniel dan Britney duduk dikursi belakang. Dibelakang Britney sengaja memancing-mancing Daniel dengan duduk membuka lebar kedua kakinya, dan itu membuat celah diantara kedua paha Britney terlihat jelas, apalagi Britney hanya mengenakan rok mini berwarna hitam.
"Britney, kau ini! Nanti dilihat supir loh, ini hanya milikku!" Daniel membuka jas miliknya lalu menutupi kedua paha Britney.
"Ish menyebalkan, jadi tidak seksi lagi kan!"
"Niel, kau mau lihat tidak anggaran yang sudah aku buat cuma masih cicil si untuk proyek pembangunan mini outlet ini?" Sierra berusaha untuk membuat Daniel bicara dengannya.
"Boleh coba, aku ingin lihat!" Daniel meraih proposal yang diberikan oleh Sierra.
"Sebenarnya harusnya kita membicarakan ini loh Niel, aku kan bisa duduk disamping mu sambil kita membahas anggaran itu! Aku juga butuh masukan darimu Niel,"
"Udahlah Sierra kau selalu saja bersikap so akrab dengan suamiku!"
"Dengar ya nona muda manja, sebelum Daniel menjadi suamimu dia telah menghabiskan banyak masa bersamaku dan kami memang sedekat itu, bahkan,"
"Kenapa Niel, kenapa tidak kita bicarakan saja dulu kau bahkan sempat tidak bisa menolak ku!"
"Apa? Menolak apa?" Britney merasa curiga.
"Sierra tolong, fokus pada pekerjaan kita!"
"By, apa yang kau sembunyikan dariku?"
"Tidak ada Brit," Daniel mengalihkan pandangannya pada proposal itu dan enggan menatap Britney.
Sierra tersenyum senang saat melihat wajah murung Britney. Sepanjang perjalanan Britney sangat marah karena setiap kali ditanya Daniel tidak mau menjawabnya.
Akhirnya ketika sampai di lokasi mereka turun dari mobil dan langsung meninjau lahan tersebut! Disana, orang dari pengembang lahan pun sudah tiba dan menyambut kedatangan Daniel, saat Daniel sedang berbicara dengan pengembang itu, Britney segera menarik tangan Sierra.
"Katakan, apa yang dulu kau lakukan dengan Daniel?"
"Ish kepo," Sierra bersikap arogan.
__ADS_1
"Apa kau tidak malu Sierra menggoda Daniel? Sampah daur ulang bahkan lebih baik daripada dirimu!"
"Apa kau bilang! Kau bilang aku sampah? Dengar Britney, dulu aku pernah mencium bibir suamimu itu dan dia tidak menolaknya! Andai saja kau tidak hadir dalam hubungan kami, Daniel pasti sudah jatuh kedalam pelukanku!"
Deg..
Britney kecewa mendengar Sierra pernah mencium bibir suaminya itu, dan merasa Daniel selama ini so polos dihadapannya dan berlagak tidak menyukai Sierra padahal Daniel mau juga dicium oleh Sierra.
Daniel yang baru saja selesai berbincang-bincang dengan orang dari pengembang, kemudian memanggil Sierra untuk membantunya bernegosiasi terkait harga dengan orang dari pengembang itu.
Sierra pun dengan senangnya, menghampiri Daniel dan Britney hanya bisa memandangi betapa suaminya itu dekat dengan Sierra.
"Kenapa, kenapa kau tidak menolak Sierra menciummu dulu? Kau bilang sudah menyukaiku sejak tiga tahun terakhir!" Britney menarik nafas panjangnya, hatinya benar-benar kepanasan saat ini.
Daniel yang melihat Britney nampak murung, segera meminta Sierra untuk mengambil alih pembicaraan ini dengan orang dari pengembang. Daniel berlari menghampiri Britney.
"Hei Britney, kau kenapa?" Daniel meraih tangan Britney namun Britney menepisnya.
"Kenapa kau bilang tidak tertarik dengan Sierra, padahal kalian pernah berciuman kan?" Britney menatap Daniel dengan tatapan kecewa.
"Astaga, apa Sierra mengatakan ini padamu?"
"Jawab saja! Bulshit, kau bilang tidak menyukainya!"
"Brit, itu bukan berciuman tapi Sierra yang menciumku!"
"Pembohong!" Britney mendorong tubuh Daniel.
"Sayang istriku, sumpah aku tidak berbohong! Aku hanya menganggap Sierra teman dan Sierra mencium bibirku dengan tiba-tiba! Aku mana sempat menghindar, dan aku katakan itu hanya sebuah kesalahan!"
"Tapi kau menikmatinya bukan? Seperti yang kau lakukan padaku, iya begitu?" Britney berjalan meninggalkan Daniel dan Daniel pun terus mengejarnya.
"Britney! Sayang, ayolah jangan seperti ini, aku sudah katakan yang sesungguhnya! Aku sama sekali tidak membalas itu Brit, hanya denganmu aku menikmati ciuman bahkan lebih dari ciuman!"
Britney masih sangat kesal padahal Daniel memang tidak bersalah, tapi mendengar Sierra pernah nekat menciumnya Britney jadi kesal dan benci dengan Sierra. Mungkin karena saat ini Britney sudah sangat mencintai Daniel, jadi hal-hal kecil seperti ini membuatnya sakit hati.
"Jangan marah Brit, aku tidak bisa melihatmu marah padaku! Aku sangat menyayangimu Britney, maafkan aku sudah membuat mu kecewa dan marah begini!"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Daniel tuh sabar banget ya maak, ngadepin istri yang kekanak-kanakan kaya Britney, dikit-dikit ngambek dikit-dikit ngambek! Maak Othor khawatir kedepannya nanti Daniel banyak ngalah dan harus extra sabar banget.