
Sore harinya, Daniel dan Britney pun pulang ke apartemen! Di sana sudah terdapat beberapa anak buah yang memang dikirim oleh ketua group Limson untuk menjaga ketat apartemen ini.
"Selamat sore Tuan Niel dan nona muda Britney, kami ditugaskan ketua untuk bertugas disini!"
"Iya kami sudah diberitahu oleh Luna, terimakasih sudah bertugas disini," kata Daniel.
"Sama-sama Tuan,"
"Bagaimana, apa sudah ada kabar tentang Paman Tan?"
"Belum nona, saat ini rekan kamu masih terus mencarinya!"
"Kasihan aunty, dia pasti khawatir sekali dengan keadaan Paman Tan,"
"Kalau begitu kami permisi masuk dulu!" Daniel Britney masuk ke dalam apartemen.
Di sana Laluna dan Lindsey sedang menata banyak makanan diatas meja, karena Luna sengaja memasak banyak makanan untuk Britney dan Daniel karena besok Laluna dan Lindsey akan pindah ke tempat yang sudah disediakan oleh ketua sambil menunggu kabar dari Tan.
"Wah, aunty kau masak banyak sekali harum!"
"Kau sudah lapar Brit, kalau begitu cepatlah ganti bajumu dan kita makan sama-sama!"
"Oke aunty,"
Berbeda dengan Britney yang terlihat biasa saja, Daniel dan Luna masih sama-sama terlihat canggung satu sama lain. Daniel pun masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian disusul oleh Britney.
Didalam kamar Britney kembali menghela nafas, melihat Laluna yang masih tetap cantik dan pandai memasak seperti itu tak heran dulu Daniel tergila-gila pada Laluna.
Hugh..
"Kenapa?" Daniel menghampiri Britney.
"Tidak ada,"
"Katakan, apa yang membuat mu menarik nafas panjang seperti itu?" Daniel memeluk Britney dari belakang lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Britney.
"Aunty pandai sekali memasak, lihat saja dia memasak makanan sebanyak itu! Sementara aku, satu makanan saja sangat lama dan hasilnya jauh dari kata enak,"
"Aku tidak butuh istri yang pandai memasak, aku hanya butuh istri yang mau menerimaku apa adanya, dan mau mendampingiku hingga maut yang memisahkan," Daniel menopangkkan dagunya diatas pundak Britney sambil terus memeluk tubuh gadis cantik itu.
"Kau juga tidak butuh seorang istri yang pintar seperti Sierra?"
"Hmm aku tidak butuh,"
__ADS_1
"Beruntungnya aku, aku bodoh tapi aku dicintai olehmu," Britney tersenyum manis.
"Kalau begitu, cepatlah ganti pakaian dan kita makan!"
"Bukain!" Britney memanja pada Daniel.
"Haruskah aku yang membuka seluruh pakaianmu seperti waktu di hotel?"
"Iya, aku mau kau yang membukanya!"
Daniel pun mulai meraih kancing baju seragam Britney sembari masih memeluk Britney dari belakang.
"Britney cepatlah momy tak izinkan aku makan sebelum kau dan Paman Daniel ikut makan!" Lindsey mengetuk pintu kamar.
"Astaga! Dasar bocah tengil pengganggu!" Gumam Britney.
"Cepat Britney, aku lapar!"
"Iya iya, kau cerewet sekali si,"
Daniel pun melepaskan pelukannya dari tubuh Britney dan mengukir senyum melihat istrinya itu kini buru-buru melepaskan pakaiannya sendiri dihadapan Daniel.
Daniel yang memandangi tubuh polos Britney, sampai tidak bisa berkedip melihat pemandangan yang selalu dia inginkan! Tatapan penuh na fsu Daniel membuat Britney, buru-buru mengambil baju ganti dilemari.
"Kau yang selalu memancing aku menatap dengan tatapan seperti ini," kata Daniel.
Britney dan Daniel pun keluar dari dalam kamar mereka dan duduk dimeja makan.
Laluna yang secara spontan biasa mengambilkan makanan ke piring Tan, kini dia melakukan hal yang sama untuk Daniel, membuat Britney dan Daniel saling melirik tapi sepertinya Laluna tidak menyadari hal itu.
Daniel pun segera memberikan piring yang sudah terisi makanan itu pada Britney, sementara Daniel mengambil kembali piring yang baru dan menyendok makanan itu sendiri kepiring itu. Tindakan sepele itu membuat Britney benar-benar merasa dicintai oleh Daniel, Daniel tau bagaimana cara menjaga perasaannya.
Laluna yang baru tersadar akan hal yang tidak seharusnya dia lakukan, saat melihat Daniel mengambil piring baru.
"Brit, maaf aunty spontan tadi melayani Daniel,"
"Tidak apa aunty, lagipula piring darimu diberikan padaku!"
"Niel maaf aku benar-benar kepikiran Tan, jadi aku spontan saja mengambilkan makanan itu untukmu!"
"Iya tidak apa-apa Luna, aku sudah menggantinya dengan piring baru!"
Mereka pun makan bersama dengan lahap karena masakan Laluna memang juara!
__ADS_1
"Britney, aunty akan pindah ke tempat yang sudah disediakan oleh ketua untuk sementara waktu!"
"Apa, pindah? Tapi kenapa tidak tinggal disini saja aunty? Kami tidak keberatan kok, lagipula aku khawatir bila kalian tidak tinggal disini!"
"Tidak apa-apa aku dan Lindsey pindah saja, ketua sudah repot-repot menyiapkan tempat tinggal sementara untuk kami, tidak enak juga menolaknya!
"Lalu bagaimana dengan Tuan Tan, apa kita perlu memberitahu Dady Lan dan Momy Risha?" tanya Daniel.
"Jangan! Aku tidak ingin mereka khawatir, aku percaya group Limson bisa membawa pulang suamiku dengan selamat!"
"Aunty, apa mereka sudah mengetahui dalang dibalik penyerangan ini?"
"Ketua bilang, ini ada hubungannya dengan group brotherhood yang sudah hancur itu, mereka sepertinya mulai membangun kembali group mereka!"
"Tunggu, bukankah group brotherhood sudah dimusnahkan oleh Dady Lan dan Tuan Tan saat Dady Lan sadar dari koma? Kenapa bisa terbentuk kembali?"
"Kau benar Niel, memang sudah hancur mereka bahkan ketua dan anggotanya dibakar hidup-hidup saat itu! Tapi menurut informasi, istri dan anak-anaknya yang membangun kembali group itu!"
"Istri dan anak-anaknya? Astaga, mereka tidak kapok apa berurusan dengan group Limson!" kesal Britney.
"Ketua sendiri belum pernah melihat sosok istri dan anak-anaknya dari grup brotherhood itu! Tapi ketua dapat informasi, anak-anaknya itu satu perempuan dan satunya lagi laki-laki, mereka berusia remaja seperti Britney!"
"Masih remaja saja sudah terlibat dengan group mafia, mau jadi apa kedua anak ketua group brotherhood itu, dan satunya wanita? Jangan sampai kelak kak Nick atau kak Bright jatuh cinta pada anak perempuan mafia seperti itu! Aku akan mengutuknya bila itu terjadi!"
"Tapi tidak ada yang pernah melihat wajah mereka?"
"Tidak ada, mungkin mereka banyak bergonta-ganti identitas agar tidak bisa terlacak!"
"Bahaya sekali jika group brotherhood itu beberapa tahun kedepan semakin besar, bisa-bisa mereka menabuh genderang perang dengan group Limson!" Daniel khawatir.
"Kau benar Niel, tapi kau harus ingat satu hal jangan pernah biarkan Britney pergi sendirian kemanapun itu! Ketua bilang, istri dan kedua anak mendiang group brotherhood itu bukan hanya mengincar aku dan Tan, tapi juga keluarga Kak Lan!"
"Aku pasti akan selalu berada disisi Britney, aku tak akan membiarkan dia pergi sendirian apalagi membiarkannya dalam bahaya!"
"Paman kau romantis sekali, aku malu didepan aunty ku bicara semanis itu!"
Laluna pun tersenyum lega melihat Daniel sungguh-sungguh mencintai keponakannya.
♥️♥️♥️
Kok othor ga rela ya kalau nanti Daniel pecah perjakanya sama Britney, pengennya sama othor dulu aja yang merjakain Daniel setuju kan kalau maak othor yang merenggutnya😁
__ADS_1