Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 31


__ADS_3

Meskipun masih kesal dan cemburu karena Sierra pernah nekat mencium Daniel, namun mendengar Daniel tidak merespon Sierra pada saat itu, hati Britney pun sedikit mencair.


"Baiklah, aku tidak akan marah lagi,"


Britney memeluk tubuh Daniel lalu menyandarkan kepalanya didada Daniel, Daniel pun langsung mengelus-elus rambut Britney dan membalas pelukan istrinya itu. Sierra yang saat ini sedang bernegosiasi harga tanah dengan pihak pengembang, melihat Daniel dan Britney berpelukan seperti itu membuat kepalanya mendidih.


"Niel, Niel kemarilah!" teriak Sierra.


"Sayang, aku kesana dulu sebentar ya!" Daniel melepaskan pelukan Britney.


Britney pun mengangguk, dan Daniel segera menghampiri Sierra serta orang dari pengembang!


"Dasar wanita Amazon, sengaja banget ganggu aku dan Daniel." Gumam Britney.


Daniel pun kembali berbincang-bincang dengan orang pengembang, sementara Britney sedang mengambil foto dilingkungan sekitar! Tiba-tiba Sierra menghampirinya!


"Daniel itu pinter ya, sayang sekali jika dia harus mengabadikan hidupnya untuk wanita yang tidak sepadan!"


"Hello, maksud you? Sierra kau dengar ya, aku ini sangat-sangat sepadan untuk Daniel! Aku adalah pewaris group Limson, kau tau kan perusahaan iklan terbesar di negara ini adalah milik keluargaku, sedangkan kau? Kau itu cuma pegawai biasa!"


"Aku lebih bangga sebagai pegawai biasa, tapi aku bisa selalu membantu laki-laki yang aku cintai, meringankan pekerjaannya di kantor! Dan membuatnya tidak terlalu sibuk akibat pekerjaan kantor, sedangkan kau?"


Sierra tersenyum picik pada Britney, hingga membuat Britney kembali terpancing emosinya.


"Kau membantu suamiku di kantor, itu karena kau di gaji Sierra! Jadi jangan berlagak kalau kau meringankan beban suamiku, itu memang pekerjaan mu karena kau mendapat bayaran dari suamiku, dasar tidak tau diri, sudah dibantu diberi pekerjaan malah berharap lebih!"


"Kau tunggu saja Brit, aku yakin cepat atau lambat Daniel pasti akan menyadari betapa kau ini tidak cocok untuknya!"


Omongan-omongan Sierra benar-benar membuat Britney sangat kesal, Britney pun pergi menghampiri Daniel karena malas dengan tingkah Sierra, lalu Sierra pun mengekor dibelakangnya.


"By, sudah belum?"


"Wah, Tuan Daniel membawa keluarga juga rupanya kesini?"


"Ah iya, ini," belum selesai Daniel berbicara orang dari pengembang itu memotong pembicaraan.


"Saya kira, Tuan hanya membawa sekertaris cantik dan pintar itu! Ngomong-ngomong anda dan Sierra sangat cocok dan serasi!"


Deg.


Perkataan orang dari pengembang itu membuat Britney semakin berkecil hati, sementara Sierra yang berada dibelakangnya langsung menimpali.


"Ah Mr. Benz terlalu memuji saya!" Sierra tersenyum senang.


"Mr Benz kenalkan, ini Britney dan dia adalah istri saya!"

__ADS_1


"Oh, ini istri anda Tuan! Wah maaf, habis kelihatan masih sangat muda, saya pikir adik atau keponakannya!"


"Iya memang masih sangat muda dan cantik, laki-laki mana yang tidak tertarik dengan wanita muda dan cantik seperti Britney!" Daniel langsung mengelus rambut Britney dihadapan orang pengembang dan juga Sierra.


Hahaha..


"Kau benar Tuan Daniel, istri anda masih sangat muda dan cantik, pasti renyah kan!"


"Tentu sangat renyah sekali!" Daniel tersenyum manis.


Mendapatkan pembelaan dari Daniel sampai seperti itu, membuat Britney tersenyum hingga kedua pipinya mengembang! Daniel benar-benar membanggakan dirinya terhadap siapapun itu.


"Kalau begitu, sepertinya saya harus mengikuti jejak Tuan Daniel agar dapat yang renyah-renyah!"


Mereka pun mulai tertawa lepas, sehingga suasana tak lagi buruk untuk Britney. Membuat Sierra semakin kesal dengan sikap Daniel yang terlalu mengagungkan istrinya.


Setelah beres urusan dengan orang pengembang di daerah ini, Daniel, Britney dan Sierra kembali ke mobil untuk mencari penginapan atau hotel disekitar sini. Akhirnya mereka tiba di salah satu hotel yang tidak terlalu mewah namun cukup bagus, Daniel segera memesan tiga kamar! Satu untuk Sierra, satu untuk supir dan satu lagi untuknya dan Britney.


"Ini kunci kamarnya!" Daniel memberikan pada Sierra dan supir kantor.


Dalam hati Sierra, harusnya perjalanan kali ini Daniel bisa satu kamar dengannya, tapi gara-gara Britney ikut, perjalanan ini jelas terasa sangat buruk untuk Sierra.


"Sierra, kau baik-baik ya di kamar sendirian! Aku dan suamiku ke kamar kita dulu, dah!" Britney melambaikan tangannya seraya meledek pada Sierra.


Sierra pun mencengkram kunci hotel itu menahan kesal dihatinya pada Britney.


Sesampainya didalam kamar hotel! Britney langsung merebahkan dirinya diatas ranjang.


Hahh...


"Cape ya istriku, seharian ini menemani aku?" Daniel duduk dibibir ranjang.


"Iya lumayan, ternyata cari uang itu secapek ini ya by?"


"Memang mencari uang itu capek dan melelahkan, tapi begitu aku melihat wajahmu! Rasa lelah itu langsung lenyap,"


"Ih gombal!"


"Loh kok gombal, serius kau itu sumber tenaga dan semangat untukku! Jadi cepatlah lulus sekolah, dan menambah semangatku lebih banyak lagi!"


"Menambah semangat lagi?"


"Iya," Daniel segera merebahkan dirinya disamping Britney.


"Maksudnya?" Britney tidur menyamping berhadapan dengan Daniel.

__ADS_1


"Aku ingin segera menghamili mu Brit," Daniel merapihkan rambut Britney yang menutupi wajahnya.


"By tapi kan aku masih muda! Nanti saja setelah aku lulus kuliah, bagaimana?"


"Oke tidak masalah, asal bikinnya dari sekarang!" Daniel memencet hidung Britney.


"Emthh, tidak mau!" Britney langsung membelakangi tubuh Daniel.


Namun Daniel justru semakin mendekati Britney dan memeluk tubuh istrinya itu.


"By, aku lelah hari ini!" rengek Britney.


"Memangnya aku ingin meminta apa sampai kau bilang sedang lelah?" Daniel tetap memeluk tubuh Britney.


"Kau pasti ingin lagi kan yang seperti kemarin?"


"Tentu, kau kan sangat renyah! Aku suka mendengar de sahan mu itu Brit," Daniel menyingkap rok mini Britney.


"Ish By, besok saja!"


"Iya iya, hanya memainkan saja apa tidak boleh?" jari jemari Daniel terus berjalan-jalan disekitaran paha mulus Britney.


"Sama saja, nanti aku tetap lelah karena kau akan membuatku men de sah terus!"


Daniel justru semakin gemas saat Britney menolaknya karena kelelahan, jari jemarinya semakin nekat membuat rok itu tersingkap hingga memperlihatkan bagian dalamnya.


"Pakai warna pink terus si penutupnya,"


"Aku suka, baguskan by?"


"Bagus, apalagi isinya bagus sekali!" Daniel pun menyelusupkan jari-jarinya perlahan kedalam penutup berwarna pink itu.


"Sssthb by, ah!"


Tok.


Tok.


Tok.


Saat sedang menikmati gerakan jari jemari Daniel, ketukan pintu membuat Daniel dan Britney berhenti dengan aktivitas yang akan dilakukan oleh keduanya.



♥️♥️♥️

__ADS_1


Maaf ya othor kalau weekend pasti bakalan pelit banget untuk update😁 Yang nanyain terong Belanda gimana kabarnya, tenang nanti bakalan ketemu terus sama terong Belanda kok😃😃


__ADS_2