Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 61


__ADS_3

Sore harinya Daniel bersemangat sekali untuk menjemput Britney dan memenuhi janjinya untuk menemani Britney berbelanja serta makan malam berdua diluar. Beruntungnya sakit kepala itu pun tidak datang lagi, Daniel merasa dirinya sudah sehat dengan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang Daniel tiba di halaman kampus Britney.


Turunlah Daniel dari dalam mobil, melihat situasi kampus yang masih agak sepi sepertinya Britney pun masih didalam kelas, menunggu Britney sambil menatap keatas langit sore yang cerah, Daniel baru menyadari kalau selama ini waktunya untuk sekedar menikmati keindahan langit disore hari tidak pernah dia lakukan karena terlalu sibuk kerja.


Handphonenya tiba-tiba bergetar, sebuah pesan dari Elrald yang berisi jadwal untuk memulai pengobatan kangker otak yang dideritanya.


Hah...


Sebuah hembusan nafas panjang yang menandakan bahwa Daniel sangat muak berurusan dengan penyakit sialan itu.


"Dar!" Britney mengagetkan Daniel karena muncul tiba-tiba pada saat Daniel sedang fokus menatap layar handphone untuk mengetahui jadwal pengobatannya, hingga Daniel pun sontak menjatuhkan handphone miliknya.


Brak..


"Astaga by, handphone mu!" Britney hendak memungut handphone milik Daniel.


Namun pada saat tangan Britney hampir menyentuh handphone milik Daniel, buru-buru Daniel menepis tangan Britney dan segera mengambil handphone miliknya.


"Ayo masuk mobil!" Daniel langsung memasukkan handphone kedalam saku celananya.


"Nanti dulu by coba aku ingin lihat apakah handphone mu rusak atau tidak?"


"Tidak kok,"


"Tapi tadi itu jatuhnya keras by, lihat dulu,"


"Kenapa kau selalu membangkang? Aku sudah bilang tidak ya tidak!" Daniel bernada sinis.


Britney yang mendapatkan perkataan seperti itu dari Daniel, langsung terdiam padahal niatnya baik tapi kenapa Daniel segitu tidak suka untuk mengecek handphonenya dihadapan Britney.


"Maaf ya by kalau aku selalu membangkang mu, lain kali aku akan lebih penurut lagi,"


Daniel yang baru saja menyadari bahwa perkataannya barusan pasti melukai hati Britney.


"Britney, a-aku hanya,"


Belum selesai Daniel berbicara, Britney sudah melengos masuk kedalam mobil, melihat Britney yang sudah masuk kedalam mobil Daniel pun ikut masuk kedalam mobil.


Didalam perjalanan menuju mall Britney masih terdiam dia sepertinya kecewa dengan perkataan Daniel yang menyebutnya selalu membangkang.


"Sayang, aku minta maaf hari ini aku sedang banyak pikiran jadi sikapku agak kurang baik padamu,"


"Tidak by aku yang salah seharusnya aku mendengarkan mu, apa ada pekerjaan mu yang tidak lancar hingga kau banyak pikiran?"


"Eum itu, iya ada pembangunan di daerah-daerah store perusahaan ku yang sudah mulai berjalan menemui hambatan terkait izin lahan,"


"Hmm begitu!"


"Bagaimana kuliah hari ini?"


"Berjalan lancar,"


Keduanya turun dari mobil ketika sudah memasuki are parkir di salah satu mall besar, Daniel bergandengan tangan dengan Britney keduanya berbelanja apapun yang Britney tunjuk sore ini senyum bahagia jelas terpancar dari bibir Britney karena kesempatan berbelanja dengan Daniel sangatlah langka.


Selesai membeli handphone terbaru yang diinginkan oleh Britney dan membeli beberapa pakaian serta tas yang dia pilih, Britney dan Daniel lanjut untuk makan malam bersama di salah satu restoran dalam mall tersebut.

__ADS_1


Hidangan lobster dan kepiting menjadi menu pilihan Britney dan Daniel, keduanya pun makan malam dengan lahap.


"Hmm yummy,"


"Kau kenyang?"


"Iya, tapi perutku buncit by lihat lah!" Britney berdiri dari kursi dan memperlihatkan bentuk perutnya yang terlihat menonjol dari balik pakaiannya.


"Nanti akan lebih buncit lagi!"


"Ih gak mau lah, aku akan diet!" Britney kembali duduk.


"Diet? Aku tidak akan membiarkan mu untuk diet!"


"Kenapa?"


"Karena perutmu buncit besar itu semua akibat ulahku,"


"Hah maksudnya?"


"Aku akan secepatnya membuat perutmu buncit sembilan bulan,"


Britney pun mulai paham kemana arah pembicaraan suaminya itu.


"Apa nanti malam kau akan menginginkan ku by?"


"Setiap malam pun aku selalu menginginkan mu, hanya saja malam ini aku tidak tahan," goda Daniel.


"Kau nakal, kita kan pulang ke rumah momy dan Dady,"


"Malu by,"


"Memangnya kita akan melakukannya didepan momy dan Dady,"


"Takut suaranya terdengar keluar kamar,"


Hahahaha...


"Ayo kita pulang, jangan buang-buang waktu!"


Daniel bangun dari tempat duduknya diikuti boleh Britney yang masih senyum-senyum sendiri. Keduanya memutuskan untuk pulang padahal hari belum terlalu malam, Daniel yang sudah cukup lama tidak menyentuh istrinya itu ingin segera sampai di rumah dan melampiaskan seluruh kerinduannya terhadap Britney.


Setibanya di kediaman Tuan Lan Daniel dan Britney berjalan bergandengan tangan dengan mesra keduanya bertemu dengan Larisha dan Tuan Lan yang sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Kalian sudah pulang?"


"Iya mom, lihatlah aku berbelanja sangat banyak dan hubby membelikan setiap barang yang aku tunjuk,"


"Niel terimakasih banyak ya kau selalu membahagiakan anak kami rumah tangga kalian sangat harmonis,"


"Iya Dady berharap kalian terus saling menyayangi dan saling mencintai,"


"Iya Dad, aku dan hubby kan akan mengikuti jejak kalian menua bersama, menghabiskan hari-hari yang indah kedepannya memiliki anak dan cucu-cucu yang lucu!" khayalan Britney tentang hidup bersama hingga dia dan Daniel memiliki cucu-cucu yang lucu membuat Daniel tertunduk.


Daniel hanya tidak yakin bahwa umurnya akan sampai dititik itu, bahkan saat ini ucapan Britney seperti sebuah ketidakmungkinan bagi Daniel.

__ADS_1


"Ayo kita ke kamar by,"


Daniel masih melamun hingga tidak menyadari Britney memanggilnya.


"By!"


"By!"


"Hubby!"


"Iya? Apa?"


"Niel kau baik-baik saja?" Tuan Lan yang tidak pernah melihat Daniel tidak konsentrasi seperti tadi merasa khawatir.


"Iya tidak apa-apa Dad, hanya tidak dengar saja!"


"Yasudah kalian istirahat di kamar!"


Britney dan Daniel pun menuju kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya. Setelah meletakkan barang belanjaan yang sangat banyak milik Britney, Daniel duduk dibibir ranjang Britney pun menghampiri suaminya itu.


"By buka yah bajunya," Britney mulai membuka kancing kemeja Daniel satu persatu.


Membuat jantung laki-laki berusia 36 tahun itu berdetak lebih cepat, ditatapnya wajah sang istri yang sudah berhasil membuka beberapa kancing kemejanya. Baru saja berdekatan dengan Britney seperti ini terong Belanda itu sudah resah dibalik celana Daniel.


"Kau jangan terlalu percaya diri, aku membuka kemeja mu agar kau mandi," Britney menjulurkan lidah meledek Daniel.


"Oh ya? Apa kau tidak merindukan ku?"


"Tidak," Britney tersenyum dan berhasil membuka seluruh kancing kemeja suaminya itu.


Sementara Daniel terus menatap Britney penuh cinta dan naf su.


"Kau cantik sekali,"


"Terimakasih,"


"Mau mandi bersama ku?"


"Tidak kau duluan saja, aku tidak mau di kamar mandi by,"


"Kenapa?"


"Lebih suka didalam kamar," bisik Britney.


♥️♥️♥️


Dengerin tuh by, istrinya lebih suka didalam kamar jadi jangan diajakin mandi bareng terus😅


Maaf ya othor selow update, tapi diusahakan untuk update normal lagi.


Jangan Lupa untuk Like,,,😊



__ADS_1


__ADS_2