Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 99


__ADS_3

Halo maaf ya maak ingkar janji engga crazy up di novel iniπŸ™πŸ™πŸ™


Sebelum baca bab ini ada baiknya tarik nafas dulu ya😝😝😝


Buat yang ga kuat dengan bab ranjangan Di skip engga apa-apa kok, kan engga semua suka sama bab yang mengandung dunia ranjang, intinya jomblo mojok dulu ya dipojokkan khusus bab ini🀭🀭🀭


β™₯️β™₯️β™₯️


Dari sore hari El mengikuti kemanapun laki-laki itu membawa Joanna! Pertama mereka turun disalah satu taman hiburan El pun mengikutinya dari belakang, bahkan hal itu dilakukan oleh El secara terang-terangan.


Sempat beberapa kali Joanna melirik kearah El dan melihat wajah Elrald yang sedang menahan kekesalan. Tapi bukannya menyudahi jalan-jalan dengan pria teman kampusnya itu malah Joanna cuek saja dan lanjut berjalan-jalan di taman hiburan.


"Apa dia sedang membalas dendam padaku? Dasar wanita!" umpat Elrald.


Sementara teman kuliah Joanna merasa risih karena secara terang-terangan Elrald terus mengikutinya.


"Joa, kau kenal laki-laki yang terus mengikuti kita itu!"


"Abaikan saja, dia bodyguard yang ditugaskan Dady untuk menjagaku,"


"Oh begitu, tampangnya seperti menahan kesal,"


"Biarkan saja mungkin baru saja diputusin pacarnya,"


Dalam hati Joanna puas sekali membuat Elrald cemburu. Hingga malam harinya Joanna baru diantar pulang ke rumah oleh teman kampusnya itu.


"Dah, hati-hati ya!" Joanna melambaikan tangannya.


Sementara mobil Elrald baru saja memasuki halaman rumah, El turun dari mobil dan Joanna masuk kedalam rumah! Dikejarnya Joanna oleh El hingga ke lantai atas rumah.


"Enak ya pergi dari sore sampai malam,"


"Jomblo itu bebas!"


"Joa kau sadar tidak aku dari sore hari hingga malam mengikuti mu kemana-mana tapi kau tidak peduli padaku!"


"Lagian kak El kenapa ngikutin aku si kak? Kan Joa udah bilang harus pergi karena tidak enak sudah janji,"

__ADS_1


"Karena aku menyukaimu, aku tidak mau kau pergi dengan laki-laki lain!" Elrald mendekati Joanna.


Dipegangnya kedua tangan Joanna oleh El, tatapan El penuh ketulusan.


"Joa aku sudah menyelesaikan urusanku dengan Sierra dan dia terbukti tidak hamil anakku, bisakah kita bersama?"


"Bersama yang bagaimana kak? Pacaran maksudnya?"


"Iya kalau kau mau, tapi aku inginnya bukan pacaran melainkan aku ingin melamar mu secara serius dihadapan kedua orangtuamu!"


"Apa kak El serius?"


"Aku sangat serius Joanna kapan kau siap untuk kita menemui orangtuamu, menikahlah denganku Joa!"


"Aku ingin secepatnya kak,"


"Benarkah? Tidak masalah meskipun kita masih muda?"


Joanna mengangguk karena memang dia sudah menyukai Elrald sejak lama.


"Aku mencintaimu Joa,"


Satu tangan El meraih tengkuk leher Joanna kemudian keduanya kembali menyatukan bibir mereka meraupnya dengan penuh gai rah.


Kali ini Elrald melu mati bibir merah muda Joanna dengan lidahnya yang ikut menjulur dan menyapu bersih bibir lembut Joanna. Elrald melangkah menuju kamar milik Joanna, dan mau tidak mau langkah kaki Joanna mengikutinya.


Bibir keduanya masih saling berpagutan hingga sampai didalam kamar, El melepaskan sejenak ciumannya lalu dengan cepat membuka pakaiannya sendiri setelah itu kembali dia meraup bibir merah muda Joanna hingga menelusupkan lidah kedalam rongga mulut Joanna.


Seketika tubuh Joanna bergetar merasakan sensasi geli sekaligus nikmat saat lidah El menyapu seluruh rongga mulutnya hingga menimbulkan efek kegelisahan yang kian menuntut untuk melakukan hal yang lebih membuat gelisah lagi.


Dahsyatnya ciuman El dibibir Joanna membuat Joanna kewalahan menahan ganasnya ciuman yang terus membuat tubuh langsing Joanna terdorong kearah ranjang, hingga akhirnya tubuh Joanna pun jatuh diatas ranjang diikuti oleh tubuh El diatasnya.


Satu tangan El meraih kancing baju Joanna, membuat Jaonna sejenak melepaskan ciumannya.


"Kak, aku belum pernah melakukannya!"


"Aku akan bermain selembut mungkin Joa, jangan khawatir,"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Joanna kemudian mengalungkan kedua tangannya dipundak Elrald dan lagi-lagi keduanya kembali berciuman. Setelah melepaskan pakaian atas serta b r a yang dikenakan oleh Joanna, kedua pepaya import itu menyembul keluar dan tentu saja membuat tangan El kini memiliki tugas yang super sibuk.


Direm asnya kedua pepaya import milik Joanna membuat Joanna seketika melenguhh.


"Ah,"


Sejak tadi lampu di kamar Joanna masih gelap belum dinyalakan, hal itu membuat El tidak dapat melihat wajah Joanna yang sudah mulai ber gai rah penuh nafsu, satu tangan El kemudian mencari lampu tidur yang terletak disamping ranjang.


Akhirnya kamar itu tak lagi gelap gulita, karena ada cukup cahaya remang yang menambah kesyahduan malam ini.


"Punya mu besar," El melirik kedua pepaya import yang sejak tadi dia re mas namun belum sempat dia lihat seberapa besar.


Kini karena sudah terang El dapat melihat jelas bahwa pepaya import milik Joanna sungguh padat dan besar, membuat hasratt El semakin membuncah ingin segera dituntaskan.


Gemas dengan kedua pepaya import milik Joanna yang membusung dihadapan wajahnya, El memutuskan untuk menikmatinya terlebih dahulu, dihi sapnya ujung pucuk pepaya import itu hingga membuat tubuh Joanna menggelinjangg ke kiri dan ke kanan.


Pepaya import yang padat berisi itu membuat El betah berlama-lama menye sap tanpa ampun pucuk dari kedua pepaya import milik Joanna.


"Eungh, kak emthhh,"


Digigitnya pelan ujung pucuk itu karena El sangat menyukai benda padat dan sintal ya g sudah membuatnya candu mulai hari ini.


"Joa, aku sudah tidak tahan,"


Tatapan kedua mata Elrald begitu sayu sepertinya laki-laki itu sudah berdiri diujung jurang puncak pertahanan hasrattnya yang tidak dapat lagi bisa dia bendung.


El menelusupkan kedua tangannya untuk meraih penutup akhir yang masih dikenakan oleh Joanna, ditariknya penutup terakhir dari inti milik Joanna sehingga gadis itu kini hanya bisa pasrah dihadapan Elrald.


Elrald menaikkan sedikit rok yang masih dikenakan oleh Joanna hingga rok itu menyingkap dan memperlihatkan area sensitifnya yang membuat kedua bola mata Elrald bisa menikmati area kenikmatannya.


Tak tunggu waktu lama karena El sudah tidak tahan lagi, diturunkannya resleting yang dikenakan oleh El berikut juga dengan penutup akhir yang sejak tadi sudah digedor-gedor oleh terong Belanda miliknya.


Pertama kali dalam hidup Joanna melihat terong panjang dan besar itu secara nyata didepan kedua matanya. El mengusapnya sembari tersenyum pada Joanna, entah apa maksud dari senyumannya itu.


Mulai diarahkannya terong Belanda yang sudah membesar sejak tadi, El menatap wajah Joanna begitu juga dengan Joanna yang tidak berani melihat kearah bagian bawahnya, Joanna hanya fokus memandangi wajah Elrald saat ini.


Pandangan keduanya sudah diselimuti oleh hasratt yang begitu tinggi, dan Elrald pun mulai menekan terong Belanda itu secara perlahan pada area milik Joanna.

__ADS_1


"Eungh,"



__ADS_2