
Mobil Elrald tiba di halaman salah satu restoran keduanya turun untuk membeli beberapa makanan dan minuman, kali ini Joanna berjalan lebih dulu sementara Elrald berada dibelakangnya.
Dari arah samping seorang pengunjung restoran berjalan terburu-buru hingga nyaris menabrak Joanna untung saja Elrald sigap dengan menarik pinggul Joanna hingga tubuh Joanna kembali kebelakang dan menempel dengan tubuh Elrald.
"Kak El," Joanna menatap Elrald.
"Maaf aku tidak sengaja memegangi pinggul mu, takut kau tertabrak pengunjung tadi soalnya," Elrald buru-buru melepaskan tangannya.
"Iya tidak apa-apa Kak aku malah senang kau menolongku!"
"Berjalan saja disamping ku!" titah Elrald.
"Iya kak,"
Detak jantung Joanna dag dig dug tak karuan mendapatkan perhatian dari Elrald. Keduanya duduk dikursi sambil menunggu pesanan mereka diantarkan.
"Kak El, kok engga pernah ke kampus si?"
"Iya aku kuliah daring, lagi pula sudah mau selesai juga,"
"Oh begitu,"
Elrald hanya menjawab seperlunya saja membuat Joanna malas untuk kembali melakukan pendekatan dengannya.
"Sungguh tidak asik,"
Hingga pesanan mereka datang, Joanna dan Elrald tak lagi saling bicara. Keduanya kembali kedalam mobil dan meninggalkan restoran.
Setibanya di rumah sakit, rupanya Daniel masih tertidur pulas setelah meminum obat.
"Brit aku pulang duluan ya!"
"Loh, kenapa Jo? Kan kita mau makan sama-sama,"
"Engga laper, mau langsung pulang aja besok aku dan Feli akan kesini lagi untuk anter kalian ke bandara!"
"Tunggu, kau mau naik apa jam segini? Tadi sore bilangnya mau menginap kok tiba-tiba pulang si?"
"Jalan kaki juga jadi! Ya Naim taxi lah Brit,"
"Ini udah malem banget Jo,"
"Ga apa-apa, udah ya bye,"
"Tunggu Joanna, biar saya antar pulang!" Elrald menawarkan.
"Apa-apaan si dia, tadi aja cuek sekarang so peduli!" dalam hati Joanna.
"Engga usah kak El, aku bisa pulang sendiri, dah Brit!"
__ADS_1
Joanna pergi meninggalkan ruangan Daniel dan berjalan sendirian. Rasanya kesal sekali boro-boro bisa jadian berusaha untuk dekat saja Elrald sangat sulit dijangkau, membuat Joanna kesal sendiri dan malas untuk mendekatinya lagi.
"Buang-buang waktu saja!" Joanna menggerutu sambil memesan taxi online dan sedang menunggu adanya pengemudi yang menerima pesanan.
"Ih sial! Kenapa engga dapet-dapet si!"
Tak lama seseorang berdiri dihadapan Joanna dan memberikan satu buah minuman kaleng.
"Kak Elrald?"
"Minum dulu!" Disodorkannya minuman itu.
"Terimakasih," Joanna menerima minuman itu.
"Aku antar saja, lagipula sudah malam taxi online sekalipun belum tentu kan aman,"
"Memang tidak merepotkan, tadi kelihatannya kak El tersiksa pergi berdua denganku!"
"Siapa yang tersiksa? Aku biasa saja,"
"Ah masa, bicara saja singkat padat dan jelas,"
"Aku bingung harus bicara apa denganmu,"
"Sudahlah aku akan naik taxi online kak El pulang saja duluan!"
Joanna pun menatap wajah Elrald, kenapa disaat sudah memutuskan tak lagi mendekati Elrald laki-laki itu malah terasa semakin didekatkan.
"Baiklah kalau begitu!"
Elrald dan Joanna masuk kedalam mobil.
"Maaf kalau aku banyak diam daripada mengajak bicara,"
"Iya kau seperti kanebo kering!"
"Ada-ada saja!" Elrald tersenyum tipis.
Melihat Elrald tersenyum, Joanna merasa usahanya tidak sia-sia akhirnya semangat untuk mendekati Elrald pun kembali bangkit. Sampai di depan rumah Joanna, dan Joanna pun berpamitan.
"Terimakasih kak sudah antar aku pulang!"
"Sama-sama,"
"Selamat malam kak,"
"Iya selamat malam,"
Joanna turun dari mobil dan Elrald melanjutkan perjalanannya! Sampai hari ini Elrald masih terus berusaha mencari keberadaan Sierra dan menyuruh seseorang untuk mencari dimana Sierra berada.
__ADS_1
"Setelah Tuan Niel ke Kanada aku pasti akan berkali-kali lipat lebih sibuk dari sekarang, dan aku tidak bisa mencari mu sendiri Sierra!"
Keesokan harinya!
Tuan Lan, Larisha, orangtua Daniel, Elrald, Felicia dan Joanna sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Daniel dan Britney menuju bandara.
Tiba di bandara sebuah private jet sudah disiapkan oleh ketua untuk keberangkatan Daniel sekeluarga. Britney pun berpamitan dan saling memeluk pada Joanna dan Felicia.
Daniel sekeluarga akhirnya masuk kedalam private jet, menyisakan Felicia, Joanna dan Elrald yang terus melambaikan tangan melepas kepergian sahabat baik mereka untuk menemani suaminya agar bisa sembuh dari kangker.
Sebuah doa dan harapan ikut diterbangkan ke langit oleh mereka semua dan berharap semesta mengabulkan apa yang menjadi doa dan harapan mereka, karena hanya satu yang mereka inginkan yaitu kesembuhan Daniel.
Private jet sudah take off meninggalkan bandara menuju salah satu kota di Kanada yang memiliki rumah sakit terbaik di dunia dalam pengobatan kangker.
"Sut," Felicia memberikan kode pada Joanna untuk menyapa Elrald.
"Ish engga ah,"
"Ye,"
"Udah ayo kita balik ke kampus!"
"Kak Elrald, aku dan Joanna pamit duluan ya mau balik ke kampus!"
"Oh iya silahkan,"
Sementara Joanna hanya diam saja dan berlalu pergi meninggalkan Elrald.
Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, akhirnya keluarga Daniel dan Britney tiba di bandara Kanada. Di sana Dokter Fred sudah menunggu rombongan itu datang dan telah menyiapkan dua mobil untuk perjalanan mereka ke rumah sakit.
"Dokter Fred!"
"Lan, akhirnya kau sampai juga! Perjalanannya cukup melelahkan bukan? Apa perlu kita ke hotel terlebih dahulu?"
"Tidak usah Fred, aku rasa membawa Daniel langsung ke rumah sakit terlebih dahulu harus diutamakan,"
"Baiklah, mari ikut aku!"
Rombongan itu akhirnya bertolak ke salah satu rumah sakit khusus untuk penderita kangker, Daniel mendapatkan sambutan baik dari rekan Dokter Fred yang bertugas sebagai Dokter di rumah sakit tersebut.
Daniel dibawa ke salah satu ruangan VIP tanpa perlu melakukan registrasi apapun lagi karena Dokter Fred telah mengurusnya, pelayanan di rumah sakit ini memang terbaik karena Dokter dan perawat yang sigap begitu kedatangan pasien, langsung dilakukan rontgen untuk mengetahui perkembangan kangker yang diderita.
Setelah mendapatkan hasil dari rontgen dikepala Daniel, Dokter langsung memberikan penjelasan bahwa kangker itu masih stadium 2 namun sangat disayangkan karena sel-sel kangker itu sudah menyebar ke jaringan lain saat ini.
Langkah pertama Dokter akan memberikan metode pengobatan yang paling terbaru di rumah sakit ini, yaitu radiopharmaceutical.
Radiopharmaceutical merupakan terapi yang menggunakan obat-obatan untuk melawan sel kanker. Hampir mirip seperti kemoterapi, namun obat-obatan yang digunakan adalah obat yang mengandung senyawa radioaktif. Radiopharmaceutical digunakan untuk metastasis yang akan membentuk tulang baru.
Meskipun sama-sama menggunakan senyawa radioaktif, radiopharmaceutical akan lebih efektif daripada terapi radiasi jika sel kanker telah menyebar pada banyak tulang. Tak jarang dokter juga akan menggabungkan radiopharmaceutical dengan terapi radiasi agar pasien mendapatkan hasil yang lebih baik.
__ADS_1