Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 103


__ADS_3

Mereka duduk disofa ruang tamu lalu Elrald meletakkan buah tangan yang dia bawa diantaranya beberapa buah-buahan dan kue kering dari Larisha! Ekspresi wajah Elrald terlihat seperti orang yang belum makan satu Minggu datar dan lesu dilihatnya.


Hal itu mencuri perhatian Angeline, Daniel dan Britney apalagi sejak tadi Daniel dan Britney celingak-celinguk karena tak melihat Joanna ada disini, mungkinkah Joanna langsung kelantai atas? Atau memang Joanna tidak ikut kembali ke Kanada, tapi kenapa?"


Pertanyaan yang sama ditiga kepala yang berbeda tapi sungkan untuk diungkapkan begitu juga dengan El tak tau harus mulai membicarakan masalah Joanna mulai dari mana.


Tak suka basa basi dan selalu to the point Britney memulai pertanyaannya.


"Kak El dimana Joa? Apa dia sudah kelantai atas untuk beristirahat?"


Daniel mencolek paha Britney karena pertanyaan Britney terlalu terus terang dan terlihat penasarannya.


"Maaf Nona, Joanna tidak bisa ikut kembali denganku dia memutuskan untuk menetap disana bersama orangtuanya!" Elrald menundukkan kepalanya.


"Ah tidak mungkin pasti terjadi sesuatu kan disana? Kau ditolak?"


Lagi-lagi pertanyaan Britney sangat sangat terlalu mencolok sampai-sampai Angeline dan Daniel serempak melotot kearah Britney.


"UPS sorry hanya bercanda kak!"


"Kau benar nona, hubungan kami tidak bisa diteruskan! Aku sangat minta maaf padamu karena ulahku Joa jadi tidak bisa menemani mu lagi,"


Britney hendak bertanya lagi namun tangan Daniel lebih dulu menutup mulutnya.


"Emthh,"


"Yasudah El kau kelihatan lelah sebaiknya kau beristirahat saja di kamar, terimakasih ya oleh-olehnya!"


"Baik Nyonya, aku permisi dulu mari Tuan, nona!" Elrald naik kelantai atas.


Barulah Daniel melepaskan tangannya dari mulut Britney.


"By kau baru saja melakukan kekerasan padaku!"


"Maaf sayang, habisnya kau terus bertanya sesuatu yang tidak ingin El katakan,"


"Lalu kalau aku tidak bertanya kita taunya bagaimana dong by?"


"Sudah-sudah Britney memang tidak peka sudah tau wajah El seperti wajah yang belum makan satu Minggu masih saja ditanya!" Angeline menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Nanti aku akan cari tau pada Dady Lan kau jangan bertanya apapun lagi soal Joanna pada El, paham?"


"Iya by paham!"


Daniel akhirnya menelpon Tuan Lan demi mengetahui kejadian yang menimpa Elrald, ditelepon Tuan Lan menjelaskan segalanya yang dikatakan oleh Elrald! Mendengar keluarga Joanna menganggap El kacung Daniel benar-benar geram dan ketika sudah sembuh Daniel akan pastikan orangtua Joanna harus meminta maaf.


6 bulan berlalu begitu cepat dan hari ini adalah hari terakhir Daniel menjalani kemoterapi dan beberapa pengobatan lainnya.


Dokter mengatakan satu bulan lalu bahwa sel-sel kangker otak itu memang sudah mati dan Daniel dinyatakan sembuh dari kangker otak yang hampir satu tahun ini menggerogotinya, hanya saja agar memastikan sel-sel itu benar-benar tidak akan pernah muncul kembali dan mati sampai ke akar-akarnya Daniel harus tetap melakukan pemeriksaan terus menerus dan hari ini hari terakhir Daniel melakukan pemeriksaan.


Britney dan Angeline setia menemani Daniel hingga masuk ruangan pemeriksaan, menunggu Daniel dalam pemeriksaan terakhirnya Britney yang bosan lalu mengambil handphone didalam tasnya untuk membuka sosial media dan menonton video-video lucu.


Tapi alangkah tercengangnya ketika satu postingan seseorang yang menandainya membuat Britney menganga dan kedua bola matanya memutar, sebuah foto yang sangat membuat Britney tercengang.


"Ada apa nak?"


Angeline sangat penasaran apa yang dilihat menantunya itu kenapa bisa dia sampai melongo seperti sapi hendak disembelih. Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Angeline pun meraih handphone Britney dan ikut tercengang melihat foto yang menandai Britney, didalam foto itu juga terdapat Felicia.


"Kok bisa ya Brit?"


"Iya mom, bahkan tidak ada yang memberitahu Brit sampai saat ini!"


Saat keduanya sedang bengong bersama Elrald datang membawakan beberapa cemilan untuk Britney dan Angeline.


"Nyonya!"


"Permisi!"


"Hah! Kak El astaga bikin kaget aja kenapa si muncul tiba-tiba!" Britney sangat terkejut lalu memasukkan handphonenya kembali kedalam tas.


"Iya El, kami terkejut sekali!"


"Maaf, tapi kalian sangat kompak sekali melamun!"


"Ini apa kak?"


"Jus buah dan cemilan,"


"Bagaimana El kau sudah mengurus untuk keperluan operasi Caesar Britney?"

__ADS_1


"Sudah Nyonya, besok nona sudah harus menginap di rumah sakit dan lusanya akan segera dilakukan operasi Caesar!"


"Administrasi?"


"Sudah lengkap semua nyonya,"


"Baiklah terimakasih El!"


"Besok sore Tuan Lan dan yang lainnya akan tiba di Kanada sore hari,"


"Terimakasih Kak El, nanti jangan lupa jemput mereka,"


"Bright dan Nick juga bisa datang kan Brit?"


"Iya mom kak Nick dan Kak Bright ikut kok kata momy dan Dady mereka berdua sangat tidak sabar melihat keponakan pertama mereka lahir!"


"Keponakan pertama sekaligus cucu pertama juga untuk kami para Oma dan opa, banyak yang sudah tidak sabar Brit ingin segera menggendong bayi lucu kalian,"


Hingga sore hari Britney, Elrald dan Angeline menunggu Daniel keluar dari ruangan pemeriksaan, kali ini memang cukup lama karena Dokter harus sangat teliti dan memastikan sel-sel kangker itu benar-benar mati hingga ke akarnya.


Bahkan pemeriksaan dilakukan berulang kali, hingga akhirnya Dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaan. Britney dan Angeline yang tertidur dikursi tidak mengetahui Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan dan kemoterapi terakhir pada Daniel, sementara Elrald langsung senang ketika Dokter berjalan menghampirinya.


"Nona bangun, sudah selesai!" Elrald membangunkan Britney dan otomatis Angeline juga ikut terbangun.


"Hah sudah selesai kak?"


"Selamat sore keluarga Tuan Daniel!"


"Sore Dok!" Angeline bahkan langsung berdiri dari kursi saking semangatnya.


"Saya selaku Dokter yang beberapa bulan ini menangani kangker pada Tuan Daniel, ingin mengucapkan selamat kalian patut berbahagia karena Tuan Daniel dinyatakan sembuh total dari kangker yang selama ini menggerogotinya!"


"Terimakasih banyak Dokter, terimakasih kami sangat bahagia sekali!"


"Terimakasih Tuhan!" Britney menangis bahagia akhirnya perjuangan Daniel untuk sembuh didengar oleh Tuhan tepat sebelum dirinya akan melahirkan.


"Silahkan ditemui Tuan Danielnya, Tuan Daniel juga tidak perlu lagi menjalani kemoterapi tetapi nanti akan ada beberapa obat yang tetap harus dikonsumsi oleh Tuan Daniel untuk satu bulan kedepan! Termasuk vitamin juga sudah saya resepkan!"


"Baik Dokter, terimakasih banyak kau sudah membantu puteraku sembuh!"

__ADS_1


Biaya yang dikeluarkan oleh Daniel memang berjumlah sangat fantastis untuk bisa ditangani di rumah sakit nomor 1 pengobatan kangker terbaik di dunia, dan semua itu terbayar lunas oleh kesembuhan Daniel, harta bisa dicari tapi kesehatan adalah yang paling utama di dunia ini.


Angeline dan Britney saling berpelukan keduanya menangis bahagia mengingat perjuangan mereka sampai harus tinggal di negara orang lain, bolak-balik rumah sakit bahkan menginap di rumah sakit, tertidur dikursi saat sedang lelah menunggu.


__ADS_2