Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 14


__ADS_3

Britney tidur dengan tubuh polosnya dan memeluk Daniel bahkan saat ini kedua benda sintal itu jelas menempel dilengan Daniel membuat Daniel sulit memejamkan kedua matanya dan lagi-lagi Daniel malah menyingkap selimut yang menutupi benda kenyal itu.


Rasanya pemandangan indah ini sulit dilewatkan dan nikmat dirasakan saat benda itu menyentuh kulit tangannya.


"Sayang, aku nyicip sedikit boleh ya? Habis kau benar-benar membuatku tak tahan Brit," Daniel berbisik ditelinga Britney.


Lalu setelahnya Daniel mulai mendekatkan wajahnya dan terjadilah asupan bebelacc yang dia dapatkan malam ini itung-itung penambah imun untuk besok pagi.


Keesokan harinya!


Britney terbangun dari tidurnya yang nyenyak, dan kepalanya masih sedikit sakit namun Britney tetap membuka kedua matanya, saat Britney membuka kedua matanya hal pertama yang terlihat dihadapannya adalah tubuh kekar Daniel dan tubuhnya sendiri yang polos seperti bayi baru lahir.


Aaaaaaaa.......


"Aku di nodai! Help! Help!"


Teriakan Britney membuat Daniel terbangun.


"Britney, hei tenang!"


Britney buru-buru turun dari ranjang dengan masih memakai selimut berwarna putih itu! Britney membuka selimut untuk melihat apakah pelindung bagian bawahnya juga ikut dibuka, dan ternyata memang Britney saat ini dalam kondisi sepolos-polosnya.


"Paman kau kurang ajar! Apa yang sudah Paman lakukan padaku? Paman jahat!" Britney menangis karena berpikir Daniel sudah melakukan hal itu padanya.


"Britney tenang, aku akan jelaskan padamu! Coba kau ingat-ingat semalam apa yang terjadi padamu!"


Britney pun berusaha mengingat-ngingat apa yang dia lewatkan semalaman, yang Britney ingat adalah! Britney tengah mabuk bersama Reymond, lalu pergi menggunakan motor setelah itu Britney mengingat berada disebuah loby hotel.


"Reymond kemana Reymond Paman?"

__ADS_1


"Britney cukup! Reymond hampir menodai mu dengan membawamu ke hotel ini dan kau masih menanyakan keberadaannya? Brit, lihat aku, aku ini suamimu!" Daniel mulai putus asa atas perlakuan Britney.


"Lalu apa bedanya dengan Paman? Paman melakukannya kan padaku? Paman membuka seluruh pakaianku Paman melihat semuanya!" Britney sangat marah pada Daniel.


"Lalu apa kau lebih rela Reymond yang membawa mu masuk ke dalam hotel ini dan melihat isi dari tubuhmu dibandingkan aku suami mu Brit?"


"Iya, aku lebih rela Reymond yang bersamaku saat ini, esok dan selamanya!"


Hancur sudah hati Daniel, hingga kedua matanya kini berkaca-kaca mendengar perkataan Britney sampai seperti itu. Sakit sekali mendengar wanita yang sudah sah menjadi istri sendiri, yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta, berkata lebih memilih tidur dengan laki-laki lain.


Kali ini kesabaran Daniel sudah benar-benar habis dan dia tak akan bisa lagi mentolelir perlakuan Britney, melihat semalam Britney mabuk bahkan hampir dilecehkan di hotel ini oleh laki-laki lain saja sudah menghancurkan hati Daniel, dan pagi ini Britney malah menyiram luka dengan air garam di hati Daniel dengan mengatakan hal sekejam itu.


"Pakaian mu sudah aku cuci karena kau muntah semalam makanya aku membuka pakaian mu lalu aku membawanya untuk dilaundry! Aku tunggu diluar, segeralah berganti pakai pakaian mu!" Daniel memalingkan wajahnya dengan mata yang sudah sejak tadi menahan bulir bening yang berusaha dia tahan.


Britney pun tercengang, mendengar penjelasan Daniel yang ternyata dia mabuk. Daniel keluar kamar menunggu Britney berganti pakaian, sementara Britney segera memakai pakaiannya.


"Apa sebenarnya Paman Daniel tidak melakukannya padaku? Aku masih perawan saat ini?" Britney membuka selimut untuk memeriksanya dan juga sprei, tapi tak ada darah di sana.


Sementara diluar kamar Daniel berusaha menahan emosinya hatinya memang hancur tapi dia juga tidak mungkin meluapkan emosinya pada Britney. Tak lama kemudian, Britney keluar dari kamar hotel dengan menundukkan wajahnya.


Melihat Britney sudah berpakaian lengkap, Daniel segera melangkah untuk pergi dari sana diikuti oleh Britney dibelakangnya. Setelah melakukan check out dari hotel, Daniel dan Britney masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan tak ada kata yang diucapkan oleh Daniel, sementara Britney takut untuk memulai pembicaraan setelah melihat raut kekecewaan diwajah Daniel. Saat menyetir, Daniel merasakan penyakit maghnya mulai kambuh, kemarin dia bekerja sangat buru-buru sampai tidak sempat makan demi bisa menyelamatkan nama baik perusahaannya, dan juga bisa segera menyusul Britney.


Daniel tahan sakit magh yang dia rasakan, dan sepanjang jalan Daniel diam menahan seluruh kekecewaannya terhadap Britney membuat Britney bingung harus bagaimana.


Sesampainya di apartemen, Daniel masih tetap tidak bicara apapun terhadap Britney, diambilnya sebuah koper milik Britney, kemudian Daniel membuka lemari dan mulai mengemasi pakaian Britney satu persatu ke dalam koper.


"Paman kenapa baju-bajuku dimasukan kedalam koper?" Britney semakin bingung.

__ADS_1


"Kau akan pulang ke rumah orangtuamu!"


Deg..


Britney langsung tersentak mendengar Daniel akan memulangkannya ke rumah orangtuanya, Britney semakin tidak mengerti dengan sikap Daniel saat ini. Kenapa ada rasa sedih dihatinya saat mendengar Daniel akan memulangkannya ke rumah orangtuanya.


"Kenapa aku dipulangkan ke rumah Dady dan momy?"


"Ini kan yang kau mau, kita tidak perlu menunggu selama tiga bulan! Aku akan menuruti keinginan mu sekarang!" Daniel terus mengemasi pakaian Britney kedalam koper sambil menahan sakit akibat mag yang kambuh.


Dalam hati Britney harusnya dia senang sekarang impiannya akan terwujud itu berarti Daniel akan menceraikannya tapi kenapa rasanya malah sesakit ini.


"Kau senang sekarang?"


"I-iya Paman, aku senang akhirnya kita akan bercerai dan aku akan terbebas darimu!" Britney mengucapkan kata yang sebenarnya bukan itu yang ingin dia ucapkan tapi gengsinya membuat Britney mengucapkan kata-kata yang semakin membuat Daniel terluka.


"Semua sudah aku kemasi! Aku sendiri yang akan mengantarmu ke rumah orangtuamu, dan aku akan bicarakan semuanya!" Daniel menarik koper itu keluar kamar.


Britney hanya bisa memandangi wajah Daniel yang terlihat sangat lelah menghadapinya! Ditatapnya sekeliling apartemen ini, dimana setiap pagi dan malam Daniel akan menyiapkan sarapan, makan malam bahkan keperluan Britney yang lain.


Kaki Britney tak rela untuk melangkah meninggalkan apartemen ini, apalagi melihat Daniel sedingin ini sekarang terhadapnya. Namun Daniel benar-benar membawa kopernya keluar dari apartemen, mau tidak mau Britney pun keluar dari dalam apartemen dan mengikuti langkah kaki Daniel.


Keduanya berjalan menuju mobil, Daniel memasukkan koper kedalam bagasi lalu Britney pun masuk kedalam mobil disusul oleh Daniel yang langsung masuk ke dalam mobil.


♥️♥️♥️


Yah kan Britney keterlaluan banget si Brit, tapi othor dukung Paman Daniel kali ini pergi aja Niel jika hadirmu tidak diharapkan 😭


__ADS_1


Peluk Daniel dari jauh🥲



__ADS_2