Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 42


__ADS_3

Britney mulai bisa tersenyum karena Daniel terus menggodanya meskipun itu dengan hal-hal mesumm.


"Jangan by ini masih di kampus," Britney menolak tangan Daniel yang hendak menyentuh labu import miliknya.


"Janji tidak ngambek lagi?


Britney mengangguk, kemudian Daniel pun mulai melajukan mobilnya keluar dari halaman kampus. Sore hingga malam haru hujan deras masih terus mengguyur pusat kota, membuat orang-orang betah berdiam diri didalam ruangan, termasuk Britney dan Daniel.


Keduanya sedang duduk disofa yang menghadap ke jendela kaca apartment, sambil menikmati secangkir teh jangan, Britney menyandarkan kepalanya di bahu Daniel sementara Daniel satu tangannya masih fokus dengan tablet miliknya.


"By kerja terus deh, ini kan sudah di rumah kenapa masih terus kerja si?"


"Daripada tangan nganggur!" fokus Daniel masih pada tablet.


Britney pun naik ke atas pangkuan Daniel lalu membuka satu kancing pakaiannya sehingga membuat belahan dadaa itu terlihat mempesona.


"Hei, ingat pesan momy dan Dady aku tidak boleh menghamili mu dulu!"


"Memangnya tahan?" Britney melu mat daun telinga Daniel.


"Ah,"


"By kangen," bisik Britney sambil menempelkan hidungnya pada leher Daniel.


"Tuh kan mancing-mancing terus, kangen aku basahin atau kangen aku buat jerit-jerit?"


"Dua-duanya,"


Daniel pun mencium bibir Britney, keduanya saling melu m at.


"Sabar ya sayang, aku lagi kerja dulu!"


Britney pun langsung duduk seperti semula dan tak lagi berada dipangkuan Daniel.


"Tapi aku bosan menemani mu kerja,"


"Kalau begitu kau belajar, dan aku selesaikan dulu pekerjaan ini oke?"


"Monoton!" Britney segera pergi dari sofa menuju kamarnya.


"Britney! Maaf sayang tapi pekerjaan lumayan banyak,"


Malam itu Britney ketiduran sementara Daniel merasa bersalah karena memang pekerjaannya sedang banyak dan mengharuskan dia lembur, hanya saja karena rindu pada Britney Daniel membawa pekerjaan itu ke apartemen.


Keesokan harinya!


Britney yang sudah terbiasa bangun pagi, sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk Daniel, tiba-tiba kedua tangan Daniel menelusup dari belakang dan melingkar dipinggul Britney sementara dagunya menempel dibahu Britney.


"Rajin banget si istriku,"


"Tentu, sudah cantik rajin lagi,"

__ADS_1


"Aku jadi makin cinta,"


"Makin cinta tapi istri diabaikan terus dan malah sibuk dengan tablet setiap pulang ke rumah," sindiran halus Britney.


"Kau masih marah akibat semalam aku sibuk?"


"Sudahlah, aku sedang kesal by,"


"Maaf sayang, tapi minggu-minggu ini aku memang sedang banyak kerjaan, aku janji ketika pekerjaan ku sudah senggang, aku akan membawamu jalan-jalan kemanapun yang kau suka,"


"Sungguh?"


"Sungguh, oh ya malam ini kau ada party di taman kampus kan?"


"Iya, untuk merayakan mahasiswa mahasiswi baru, jadi kami dan senior akan berbaur di party nanti malam,"


"Baiklah, kalau begitu aku akan lembur di kantor baru setelah itu aku akan menjemputmu!"


Pagi itu setelah mengantarkan Britney ke kampusnya, Daniel segera menuju perusahaannya! Rupanya Elrald sudah berada dikursi tunggu didekat ruangan Daniel.


"Kau yang bernama Elrald itu?"


"Iya Tuan,"


"Masuklah!"


Elrald pun masuk kedalam ruangan Daniel, disana dia kembali di interview oleh Daniel, karena bagi Daniel sekertarisnya haruslah klop dengannya agar bisa bekerjasama dengan baik kedepannya.


"Brit, kenapa si melamun terus?"


"Sebel deh Fel, Daniel tuh sekarang semakin sibuk kerja dan di rumah juga tetap saja ngurusin pekerjaannya,"


"Yey Brit, harusnya tuh kau bangga dengan laki-laki pekerja keras seperti Mr Daniel," timpal Joana.


"Bangga apa? Sekarang itu dia sering banget telat dalam hal jemput di kampus atau apapun itu telat terus, bikin kesal saja!"


"Mungkin emang begitu pria dewasa Brit, makanya kan aku ngincarnya kakak-kakak senior tampan kaya yang kemarin siapa itu namanya?"


"Elrald," jawab Joanna.


"Eh dia kemana ya ngomong-ngomong kok engga kelihatan,"


"Iya ya, ga masuk kuliah kali hari ini! Eh Brit, udah jangan pikirin, nanti juga Mr Daniel itu ada waktunya senggang ga melulu sibuk," Joana menasehati Britney.


Britney pun menghela nafasnya! Berusaha untuk tidak bad mood lagi, malam harinya semua mahasiswa dan mahasiswi berkumpul di taman kampus, taman itu dihias dengan berbagai lampu-lampu dan banyak tersedia makanan-makanan di meja panjang. Bunyi musik DJ pun nyaring terdengar di taman kampus untuk menambah meriah party malam ini.


Britney dan teman-temannya sangat bahagia berkumpul dan berkenalan dengan senior-senior di kampus itu. Ternyata Reymond turut hadir di acara tersebut karena Reymond pun merengek pada orangtuanya agar bisa satu kampus dengan Britney, hari pertama ospek Reymond belum hadir di kampus ini, tapi malam ini Reymond hadir di acara party kampus.


Semua mahasiswa mahasiswi baru berjoget dan mengobrol satu sama lain, Reymond pun menghampiri Britney.


"Sweety,"

__ADS_1


"Reymond, kau sedang apa disini?"


"Aku kuliah disini juga Brit, pokoknya kemanapun kau pergi aku pasti ikut!"


"Jangan gila deh," Britney memutar kedua bola matanya.


"Aku tidak gila Brit, setelah hari kelulusan itu kau makin sulit ditemui Britney berikan kesempatan padaku untuk bisa menjalin hubungan denganmu seperti dulu lagi,"


"Maaf Rey aku sudah menikah, dan aku mencintai suamiku,"


"Kalau begitu, anggap aku sebagai sahabat mu,"


"Sahabat?"


"Iya, asal kita bisa tetap dekat tak masalah jika hanya bersahabat,"


"Baiklah kalau begitu,"


Malam itu Daniel dan juga Elrald tengah bekerja lembur bersama untuk mengerjakan beberapa prodak yang akan launching dalam waktu dekat ini.


"Tuan, bagaimana kalau kita buat lain daripada yang lain tempat dari si foundation ini?" Elrald memiliki ide cemerlang.


"Yang lain daripada yang lain, maksudnya?"


"Jadi, kita buat penutupnya ini menyatu dengan blusnya, nah jadi foundation ini diaplikasikan ke wajah bisa langsung menggunakan blush yang terdapat dipenutup foundation ini, bagaimana?"


"Kau bisa desain?"


"Bisa-bisa, tapi mungkin agak lama Tuan,"


"Tidak apa, aku tunggu!"


Karena keasikan melihat Elrald sedang mendesain tempat foundation yang lebih inovatif itulah, Daniel sampai lupa menjemput Britney. Hingga malam hari Daniel yang takjub dengan ide-ide dari Elrald sampai tak terasa ketiduran di kantor dengan Elrald yang juga kelelahan hari pertamanya kerja sudah lembur hingga larut malam.


Malam itu pesta di taman kampus sudah selesai, dan para mahasiswa satu persatu sudah meninggalkan kampus karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Britney mulai gelisah karena semua teman-temannya sudah pulang, hanya tinggal dirinya dan Reymond yang belum mau pulang sebelum Britney dijemput.


"Brit, sebenarnya suamimu itu kemana si?"


"Dia bilang lembur Rey, tapi aku tidak tau kenapa dia belum jemput juga!"


"Coba telepon lagi,"


"Gak aktiv Rey," Britney mulai kesal dan marah-marah sendiri.


"Yasudah aku antar saja Brit, lagipula kan sekarang kita bersahabat!"


"Tidak mau, nanti kau bawa aku ke club' malam lagi seperti dulu,"


♥️♥️♥️


Eh kenalan dulu nih maak abis bersemedi di gunung Merapi dapet buntelan cowok ganteng namanya Elrald sekertaris barunya Daniel seniornya Britney di kampus dan pastinya pecinta tante-tante 😂

__ADS_1



__ADS_2