
Keduanya saling beradu pandangan, Daniel membelai mesra rambut Britney yang masih agak basah dan perlahan tangan Daniel meraih tengkuk leher Britney mengelusnya dengan halus merabanya dengan penuh rasa hingga Britney pun semakin gelisah oleh perlakuan Daniel yang memanjakan tubuhnya.
Satu tangan Daniel terus meraba sekitar leher Britney menyentuhnya dengan penuh kehati-hatian seperti itu adalah sebuah benda yang mahal dan antik, Britney setengah mendongkakkan wajahnya keatas saat jari jemari Daniel memainkan dagunya yang lancip.
Semakin lama Daniel semakin menyukai reaksi gelisah yang ditunjukkan oleh Britney, jari jemari Daniel naik dari dagu dan kini berlabuh dibibir Britney yang memiliki warna merah muda dan sedikit lembab.
"By," Britney semakin gelisah saat jari jemari Daniel memainkan bibirnya dengan lembut.
Dipejamkannya kedua mata Britney dan dia merasakan saat ini Daniel memasukkan satu jari jempolnya kedalam mulut Britney hingga Britney secara replex langsung mengu lumnya.
Daniel tak kalah gelisah saat Britney mengu Lum jari jempolnya sedemikian lihai, rasanya dingin dan lembut saat berada didalam mulut Britney.
Semakin penasaran Daniel malah kembali menambah jari lainya untuk masuk kedalam mulut Britney dan memainkannya didalam sana, melihat wajah Britney yang sudah terang sang Daniel mengeluarkan jari jemarinya dari mulut Britney hingga Britney pun membuka kedua matanya.
Daniel melepaskan lingerie tembus pandang itu dengan segera hingga lingerie itu jatuh begitu saja dilantai, posisi Britney masih betah berada dipangkuan Daniel dan itu jelas menguntungkan Daniel karena bisa melakukan apapun terhadap Britney yang sudah dalam kungkungannya.
Dikec up-nya pundak polos Britney hingga membuat tubuh gadis muda itu menggeliat kesana kemari.
"Ah by geli,"
"Kau suka?"
Britney mengangguk dan Daniel kembali terus memberikan kecu pan-kecu pan disekitar pundak Britney kemudian mendaratkan kecu pan-kecu pan itu dileher Britney seperti seorang vampir yang sedang meng his ap darah mangsanya hingga menimbulkan bekas kemerahan yang sangat banyak disekitar leher dan pundak Britney.
"By, ini terlalu banyak nanti momy dan Dady akan meledekku habis-habisan," protes Britney.
Daniel hanya mengukir senyum dan malah kembali melanjutkan aksinya, rasanya segitu masih kurang bagi Daniel karena yang Daniel inginkan seluruh tubuh istrinya itu mendapatkan jejak kemerahan yang dia buat.
Kedua tangan Daniel mengusap punggung Britney sementara wajahnya ditenggelamkan didalam dadaa Britney, melihat kedua pepaya import yang masih tertutupi namun sudah terlihat menyembul separonya.
"Terlalu besar ya sampai engga muat dibr anya,"
"Iya kan kalau besar biar memuaskan,"
__ADS_1
Daniel lagi-lagi tersenyum mendengar perkataan Britney, sementara kedua tangannya sudah berhasil membuka penutup kedua pepaya import yang kini sudah bergelantungan begitu indah didepan kedua mata Daniel.
Tanpa basa-basi Daniel segera meraup salah satunya, menye sapnya kuat-kuat membuat Britney spontan menekan lebih dalam kepala Daniel.
"Ah by, ah,"
Daniel memainkan pucuk pepaya itu dengan lidahnya hingga Britney semakin meronta-ronta mendapatkan perlakuan seperti ini dari Daniel, secara bergantian Daniel menghi sap dan memainkan pucuk milik istrinya hingga dia merasa puas lalu mengajak Britney agar berdiri.
Britney menurut dan Daniel membelakanginya sambil menuntun Britney berjalan kearah balkon, Britney memegangi pagar kaca yang terdapat dibalkon kamarnya itu, sementara Daniel masih betah memeluknya dari belakang sambil menciumi leher dan pundak Britney dari belakang.
"Mau disini?"
"Nanti ada yang lihat!"
"Memangnya kenapa? Sudah malam tidak akan ada orang yang lihat,"
"Yasudah lakukan by,"
Daniel menurunkan celana tidurnya termasuk penutup terong Belandanya! Dan mulai mengarahkannya agar menerobos kedalam donat milik Britney, karena sudah sangat basah terong Belanda itu pun lancar jaya menerobos hingga kebagian paling dalam donat milik Britney.
"Ahhhh,"
"Basah sekali Brit," lirih Daniel saat merasakan donat itu sudah sangat basah.
"Ah pengen dari tadi by,"
Daniel pun mulai menggerakkan pinggulnya membuat terong Belanda itu keluar masuk didalam donat yang membuat teriakan-teriakan surgawi dari bibir Britney lolos begitu saja.
Kedua tangan Daniel berada dikedua pepaya import Britney, mer emasnya kuat seiring dengan gerakan pinggulnya yang berkecepatan tinggi membuat keduanya merasakan kenikmatan yang luar biasa diiringi oleh hembusan angin malam yang cemburu menyaksikan penyatuan mereka yang begitu dahsyat saat ini.
"Brit ini terlalu nikmat sayang, ah," Daniel terus meracau.
Keduanya sama-sama bergerak untuk meraih puncak kenikmatan yang sesungguhnya, hingga kedua tangan Britney terlihat sangat kuat mencengkram pagar balkon dihadapannya sementara Daniel semakin mempercepat gerakan pinggulnya, keduanya hampir mencapai puncak kenikmatan itu secara bersama-sama, dan akhirnya terong Belanda itu menyemburkan benih didalam donat milik Britney.
__ADS_1
Daniel sangat puas karena berhasil menuntaskan permainannya, begitu juga dengan Britney yang puas namun lemas hingga nafas keduanya masih belum stabil.
"By, aku aus,"
"Teriak-teriak mulu ya, makanya aus?" goda Daniel.
"Kau yang membuatku terus berteriak,"
"Yasudah aku lepas ya, habis itu aku akan ambilkan minum,"
"Iya sayang,"
Daniel pun melepaskan terong yang sudah layu itu, keduanya berjalan masuk kedalam kamar! Britney merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sementara Daniel memakai pakaian celana tidurnya kembali lalu keluar kamar mengambilkan minum untuk Britney.
Begitu sampai di dapur diambilnya dua minuman kaleng dari dalam lemari es, namun saat hendak kembali kedalam kamar Daniel merasakan pandangan kedua matanya kembali kabur, kepalanya mulai terasa sakit, Daniel menghentikan langkah kakinya dan dirasakannya sakit kepalanya semakin sakit seperti kejadian saat dirinya tabrakan beruntun.
"Sakit! Aaaa, sakit!" Daniel menjatuhkan dua kaleng minuman yang tadi dia genggam oleh kedua tangannya.
Bruk...
Daniel bersandar ditembok sambil kedua tangannya memegangi kepalanya yang terasa seperti hampir meledak, sakit dan terlalu sakit hingga Daniel tidak mampu melanjutkan langkah kakinya untuk mengambil obat pereda sakit yang selalu dia bawa didalam tas kerjanya.
Britney yang sudah memakai pakaian tidur, berpikir ingin memakan salad buah juga jadi dia pergi keluar kamar untuk menemui Daniel di dapur, Britney berjalan dan belum sempat sampai di dapur Britney melihat Daniel tengah bersandar ketembok dan kedua tangannya merematt kepalanya.
Aaaaaa...
Britney segera berlari menghampiri Daniel begitu Daniel berteriak, meskipun Britney tidak mengetahui pasti kenapa suaminya itu tiba-tiba memegangi kepalanya dan merintih kesakitan.
♥️♥️♥️
Nah kan kepergok Britney, jujur lah Niel biar istri mu bisa menemani proses pengobatan karena orang sakit itu butuh support dari orang terdekat jangan menanggungnya sendirian, suami istri itu harus senang sama-sama susah pun sama-sama.
__ADS_1