
Daniel pun membantu Britney melepaskan tas sekolahnya, lalu menaruhnya diatas meja. Setelahnya Daniel menatap wajah cantik Britney sambil memainkan rambut gadis belia itu.
"Hubby ku sayang, kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Entahlah, aku masih tidak percaya karena kita menikah," Daniel tersenyum manis pada Britney.
"Kenapa tidak percaya?" Britney memandangi wajah tampan suaminya.
"Dulu kau masih sependek ini!" Daniel memperagakan tinggi badan Britney saat dulu dia masih kecil.
"Iya aku ingat, kau sering menggendongku! Dan memanggilku princess!"
"Karena kau memang seperti princess, kau sangat cantik sedari kecil!"
"Hubby, kau terdengar seperti seorang pe do fil saat ini!"
Hahaha..
Daniel pun tertawa saat Britney mengatakan dirinya seperti itu.
"Jangan-jangan kau sudah menyukaiku sejak aku masih kecil!"
"Tidak Brit, saat kau masih kecil itu rasa kagum! Tapi saat kau memasuki SMA, aku melihat postingan Dady Lan dimedia sosialnya! Kau sangat cantik dan aku menyukaimu bukan sebagai gadis kecil lagi!"
Britney pun baru tersadar, mungkin inilah alasan Daniel menolak Sierra! Karena Daniel sudah menyukainya jauh sebelum adanya perjodohan ini.
"Apa kau menyukaiku sejak saat itu?"
Daniel pun mengeluarkan handphone miliknya, lalu menunjukkan media sosial Tuan Lan! Semua postingan foto Britney di like oleh Daniel. Karena sejak tiga tahun terakhir, Daniel selau memandangi foto-foto Britney dari sosial media milik Tuan Lan.
"Oh my God! Jadi kau menerima perjodohan ini karena memang menyukaiku?"
"Iya, aku sendiri tidak menyangka aku sesuka itu terhadap mu Britney! Difoto kau cantik, sebelas tahun kita tidak bertemu lagi, tapi aku selalu melihatmu dari foto-foto itu! Dan saat aku pertama kali melihat mu secara langsung di sekolah, ternyata kecantikan difoto itu tidak sebanding dengan kecantikan wajahmu saat dilihat langsung!" Daniel mencubit hidung Britney karena gemas.
"Aku sebenarnya tidak kaget kau kagum dengan kecantikan ku, karena semua laki-laki selalu mengejar-ngejarku!" Britney dengan percaya dirinya mengatakan itu.
"Oh ya! Lalu apa aku ada peluang memiliki mu seutuhnya, dan dicintai olehmu?" Daniel masih terus memainkan rambut panjang Britney.
__ADS_1
"Aku sudah jatuh cinta padamu! Kau tampan sekali hubby, perlakuan mu dan kesabaran mu membuatku jatuh cinta terhadap mu! Dan tubuh kekar mu ini membuat ku tergoda!" Britney memainkan jari telunjuknya di dadaa Daniel sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kau nakal sekali Brit, kau selalu memakai pakaian seksi seperti ini! Bagaimana aku bisa tahan jika kau setiap hari selalu berpakaian minim," Daniel menarik pinggul Britney, membuat Britney menempel dengan tubuhnya.
"Hubby ini masih sore!" Britney berbisik ditelinga Daniel.
Daniel pun hendak melahap bibir Britney, namun ditahan oleh jari telunjuk Britney.
"Aku haus hubby,"
"Mau minum air dingin?"
"Iya,"
"Aku akan ambilkan, tapi nanti giliran aku yang pengen minum, bagaimana?" Daniel melirik kearah labu import milik Britney sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Nanti aku berikan sampai kau puas!" Britney mencium pipi Daniel.
Daniel pun tersenyum dengan bibir mengembang, lalu beranjak dari sofa untuk mengambilkan Britney air dingin, Daniel menuangkan air putih kedalam gelas kemudian menambahkan beberapa es batu agar lebih segar dan dingin lagi.
Cuaca sore ini memang sangat panas diluar sana, jadi wajah saja Britney kehausan sepulang sekolah. Daniel kembali dengan membawa gelas berisi air dingin itu, diberikannya pada Britney lalu dengan bersemangat Britney menenggak air didalam gelas itu hingga habis separuhnya, kemudian diletakkannya kembali gelas diatas meja.
"Tidak kok!" Britney memainkan lidahnya mengelap sisa-sisa air dibibirnya yang membuat bibirnya lembab dan basah
Daniel yang melihat gerakan lidah Britney, semakin menginginkan tubuh gadis belia itu.
"Brit, kau membuatku berg a irah sekali, aku haus!" Daniel sudah memberikan tatapan penuh naf su.
Britney pun meraba-raba dadaa Daniel dengan kedua tangannya.
"Aku belum mandi by,"
"Aku tetap menyukainya!" Lirih Daniel.
Daniel membuka kancing baju seragam Britney satu persatu dengan tidak sabaran, sehingga hanya dalam waktu beberapa detik saja kancing baju seragam Britney berhasil dibukanya sampai akhir, Daniel melepaskan baju seragam itu sementara Britney tersenyum sambil terus memandangi wajah Daniel yang sudah dikuasai oleh has rat yang menyala-nyala.
Daniel mengambil es batu dari gelas yang tadi diminum oleh Britney. Diletakkannya es batu itu dibelahan dadaa Britney.
__ADS_1
"Empphhhh,"
Daniel memainkan es batu itu oleh tangannya sendiri berputar-putar diarea belahan dadaa Britney, membuat Britney untuk pertama kalinya merasakan sensasi dingin yang bercampur dengan geli dan nikmat.
Daniel menatap wajah Britney yang sudah mulai gelisah dan penuh naf su. Diletakkannya dulu es batu itu diatas meja, lalu dibukanya pengait b r a milik Britney, sehingga kedua labu import yang sudah basah akibat lelehan es batu tadi terpampang jelas begitu kencang, bulat, dan besar didepan kedua mata Daniel.
Daniel kembali mengambil es batu tadi yang sudah sedikit mencair, lalu kembali dimainkannya diatas labu import itu, berputar-putar di setiap inci labu import milik Britney, membuat Britney mengigit bibir bawahnya dan tubuhnya terus menggeliat karena sensasi yang dia rasakan dikedua labu import miliknya.
"By, ahh geli!" Britney mengeluarkan de sahanya membuat Daniel semakin menikmati permainannya.
Dimainkannya es batu itu dipucuk labu import itu, diputar-putarnya searah jarum jam membuat tubuh Britney semakin menggeliat gelisah! Kedua labu import itu kini sudah basah akibat lelehan es batu yang Daniel mainkan, namun Daniel masih betah melihat kedua melon import yang dia mainkan pucuknya dengan es batu itu.
"Brit kau gemas sekali saat ini!"
Britney menyandarkan kepalanya didadaa Daniel dan tetap membiarkan Daniel memainkan es batu dikedua pucuk labu import miliknya.
"Emtth ah hubby kau nakal sekali!"
Tanpa terasa, terong Belanda yang sejak tadi dilampu merah sudah mengeras, kembali menggedor-gedor si empunya agar cepat dikeluarkan dari dalam celana yang membuatnya tidak bisa mengembang sempurna.
"Brit, sudah keras sekali!" Daniel melirik kebagian bawah miliknya.
"Mau aku buka by?" lirih Britney.
Daniel mengangguk, sementara tangannya masih terus memainkan es batu dipucuk labu import itu secara bergantian kiri dan kanan. Britney pun meraih kancing celana yang dikenakan oleh Daniel, dibukanya kancing celana itu, lalu kemudian diturunkannya resleting celananya. Daniel sedikit mengangkat bagian pinggangnya, agar Britney bisa menurunkan celananya berikut juga dengan penutup bagian terakhirnya.
Hingga Britney pun berhasil menurunkan semuanya, dan Daniel bisa duduk dengan nyaman kembali setelah terong Belanda itu bisa bernafas lega sekarang!
"Ahhh, By besar sekali! Aku baru melihatnya!"
"Hmm, kau mau pegang?"
Britney mengangguk, sementara kini lelehan es batu itu bukan hanya membasahi kedua labu import miliknya, melainkan juga kebagian perut dan paha Britney.
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Haduh tolongggg ganteng banget woiii Daniel, maak othor beneran engga kuat dan ga rela deh!! sayang banget sama Daniel, ga boleh Brit ntr othor buat diculik loh ya kalau kamu berani merampas kesucian babang Danielnya🤣🤣🤣