Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 112


__ADS_3

"Astaga ini orang makan bayi kali berat sekali!" gerutu Sierra.


Sementara Elrald yang keasikan didalam troli didorong oleh Sierra hanya bisa menahan tawanya.


Eu..


Eu..


Eu..


Sierra kembali mengedan agar troli itu bisa segera sampai kedepan kamar Joanna.


Eu.


Eu.


Dut....


Sampai-sampai Sierra kentut karena sejak tadi mengedan terus layaknya wanita akan melahirkan.


"Kau kentut Sierra?"


Ckckck..

__ADS_1


"Maaf El kelepasan!"


Elrald geleng-geleng kepala dengan ulah Sierra yang bisa-bisanya kentut sebesar itu, setelah lama berjuang mendorong troli akhirnya sampai juga Sierra didepan gerbang pintu kamar Joanna.


Kedua pengawal membukakan pintu kamar itu, baru saja kaki Sierra melangkah maju sudah terdengar suara-suara kenikmatan yang memenuhi seisi ruangan ini, sedangkan Joanna tidak ada ditempat pasti Joanna akan pergi ke kamar mandi saat Jazz membawa gundikk dan melakukan penyatuan didalam kamar ini.


"Ah ah ah, Tuan punya mu besar sekali ah!"


Kegilaan itu sudah tak terhitung berapa kali dilakukan oleh Jazz. Sierra pun mendorong troli ke pojok dekat sofa sebelah kanan agak jauh dari ranjang panas yang diatasnya terdapat dua orang insan sedang menyelami bahtera kenikmatan tanpa peduli ada siapa didalam kamar itu.


"Sierra apa itu Joa dan suaminya?" dengan suara pelan.


"Bukan El tapi dengan gundikk bayarannya dia sangat sering melakukan kegilaan ini didepan Joanna,"


"El dengar jangan jadi bodoh, tetap didalam sana aku akan masuk ke dalam kamar mandi aku yakin Joa ada didalam.kamar mandi!" bisik Sierra.


Tak ada jawaban apapun dari Elrald saat ini laki-laki itu hanya ingin melakukan satu hal yaitu menghajar sampai mati laki-laki bernama Jazz yang tidak memiliki hati nurani sama sekali. Pria segila apa yang dengan teganya melakukan hal panas diatas ranjang bersama wanita lain didalam kamar istrinya sendiri?


Beruntung Elrald bisa mengendalikan emosinya dia tau jika dia emosi sekarang maka Joanna harus mengalami ini sepanjang hidupnya, setidaknya El harus membawa Joanna dulu pergi dari sini barulah dia bisa melampiaskan emosinya nanti.


Dugaan Sierra tidak salah lagi Joanna sedang berada didalam bathtub yang tidak terisi oleh air, sambil menangis Joanna hanya bisa pasrah menunggu hingga Jazz dan gundikk itu selesai melakukan perbuatan mereka yang menjijikkan.


Setidaknya kamar mandi adalah tempat yang cukup bisa meredam suara-suara menjijikkan itu sehingga Joanna tidak perlu mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


"Joa!" Sierra menghampiri Joanna.


Melihat Sierra datang Joanna langsung menghapus air matanya dan memeluk Sierra.


"Tenanglah aku janji akan mengeluarkan mu dari sini Joa,". Sierra menepuk-nepuk pundak Joanna.


"Sierra aku lebih baik mati daripada harus seperti ini terus,"


"Kau yakin mau mati? Tapi sebelum kau mati aku ingin menunjukkan mu sesuatu! Kita tunggu sampai keparat itu pergi dari kamar ini oke!"


"Menunjukkan apa?"


"Nafas mu! Aku yakin setelah kau melihatnya kau akan meminta pada Tuhan untuk hidup seribu tahun lagi,"


Joanna kebingungan namun pikiran Joanna yang masih trauma tidak terlalu mempedulikan apa yang dimaksud oleh Sierra.


Klek..


Terdengar pintu kamar mandi dibuka oleh Jazz dan gundikk yang setengah mabuk itu, sepertinya keduanya sudah selesai mengarungi kenikmatan duniawi diatas ranjang.


"Heh pelayan sedang apa kau disitu cepat bawa wanita tidak berguna itu keluar dari sana aku akan mandi bersama wanitaku!"


"Baik Tuan!" diraihnya tangan Joanna untuk keluar dari bathtub dan pergi dari kamar mandi.

__ADS_1



__ADS_2