
Sedikit banyak kehadiran Joanna disini sangat membantu Britney kuat menjalani cobaan yang tak kunjung berakhir ini. Saat Britney dan Angeline mulai busa ditenangkan, salah seorang suster datang menghampiri.
"Dengan keluarga Tuan Daniel?"
"Iya sis, saya Ibunya! Bagaimana kondisi anak saya apa semakin menurun?"
"Kondisi Tuan Daniel masih belum stabil, jadi disarankan agar keluarga tetap menunggu diluar ruangan seperti ini agar pasien bisa lebih banyak istirahat!"
"Tapi anak saya kalau butuh apa-apa bagaimana sus?"
"Ada beberapa perawat yang berjaga didalam ruangan Tuan Daniel, jadi keluarga tidak perlu khawatir!"
"Baiklah sus, kami akan menunggu disini!"
"Baik terimakasih Nyonya, dan ada yang harus saya sampaikan! Nanti siang Dokter Steve Dokter yang menangani Tuan Daniel, ingin bertemu dengan keluarga, ada hal yang ingin beliau sampaikan,"
"Baik sus terimakasih informasinya,"
Suster pergi setelah menyampaikan pesan dari Dokter yang menangani Daniel, entah apa yang ingin coba disampaikan oleh Dokter kepada keluarga Daniel yang jelas itu membuat Britney dan Angeline semakin tak enak hati, takutnya itu adalah berita buruk.
Sementara di kediaman rumah Angeline, matahari sudah memancarkan sinarnya! Elrald terbangun dari tidurnya, dan melihat jam dinding baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, pikirnya ingin membuatkan sarapan untuk Joanna karena Joanna pasti masih tertidur.
Elrald keluar dari dalam kamarnya, dan melihat kamar Joanna yang begitu hening lilin semalam pun masih tergeletak didepan pintu kamarnya, didekatinya pintu kamar Joanna lalu dengan sedikit ragu diketuknya pintu kamar itu.
Tok.
Tok.
Tok.
Tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar Joanna, Elrald pun berinisiatif untuk membuka pintu kamar itu untuk memastikan Joanna baik-baik saja.
Klek.
Kamar itu sudah rapih namun penghuninya entah berada dimana, Elrald masuk dan memeriksa kedalam kamar mandi namun tak dia temukan keberadaan Joanna.
"Apa dia sangat marah padaku? Kemana dia?"
Tak berhenti mencari di kamarnya, Elrald pergi memeriksa dapur dan ruangan lainnya tapi Joanna ternyata sudah tidak ada didalam rumah ini, saat membuka pintu depan rumah mobil yang terparkir di halaman hanya satu itu berarti yang satunya Joanna bawa sendiri.
Huhh..
"Dia pergi pagi-pagi sekali, apa ini demi menghindari ku?"
Sadar Joanna telah pergi meninggalkan rumah, Elrald yang masih penasaran dengan keberadaan Joanna bergegas mandi lalu bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit siapa tau Joanna sudah tiba di rumah sakit.
__ADS_1
Dengan terburu-buru Elrald mengemudikan mobilnya, tak lupa dia mampir terlebih dahulu untuk membeli beberapa porsi menu sarapan dan minuman untuk Angeline dan Britney.
Setibanya di rumah sakit Angeline dan Britney tengah duduk berdua, Elrald semakin penasaran dimana Joanna karena disini pun dia tidak ada. Britney yang melihat Elrald hanya berdiri mematung sambil memegangi beberapa kantong makanan, memanggilnya.
"Kak El, halo kak El!" panggil Britney.
"Eh iya, nona maaf aku sedikit terlambat tadi mampir dulu beli sarapan! Ini silahkan,"
"El, mata mu itu loh bicara dengan Britney tapi pandangan mu celingak-celinguk," kata Angeline.
"Maaf Nyonya, saya sedang sedikit tidak fokus!"
"Kau mencari Joanna?" tanya Britney.
"Apa? Ti-tidak nona, untuk apa aku mencari sahabat mu,"
"Benarkah, ku kira kau mencarinya, yasudah jika memang kau tidak mencarinya,"
Dalam hati Elrald padahal dia sangat menunggu Britney akan langsung mengatakan keberadaan Joanna dimana, malah sikap Britney santai dan tak membahas Joanna lagi, Britney dan Angeline pun memakan sarapan yang diberikan Elrald.
Setiap detik berganti rasa penasaran itu semakin memuncak, dan akhirnya Elrald tidak tahan lagi jika tidak bertanya.
"Maaf nona, memang Joa pergi kemana?"
"Tidak apa-apa, tapi biasanya dia ada disini bersama dengan mu!"
"Joa kembali ke negara kita, dia malas tinggal di Kanada!" bohong Britney.
Seketika Elrald langsung terkejut dan berdiri dari kursi yang tadi dia duduki.
"Apa? Kenapa begitu? Bukankah Joan dan kau sudah daftar kuliah disini, kenapa dia pulang? Jam berapa Joa ke bandara nona?"
Britney dan Angeline pun menguluum senyum melihat reaksi Elrald, hingga makanan yang sudah berada didalam rongga mulut Britney rasanya ingin keluar lagi. Sementara Angeline mencubit kulit Britney saking tidak tahannya ingin tertawa melihat Elrald yang sangat terkejut bahkan mengajukan banyak pertanyaan, padahal Britney sedang menipunya.
"Nona katakan? Apa dia masih berada di bandara?" Elrald semakin penasaran.
Tak kunjung mendapatkan jawaban, Elrald merogoh handphone disaku celananya untuk menelpon Joanna. Teleponnya berdering namun belum diangkat oleh Joanna, sementara Joanna yang berada agak jauh dibelakang Elrald mendapati handphonenya bergetar panggilan masuk dari Elrald merasa bingung, yang akhirnya Joanna tetap mengangkat telepon masuk dari Elrald.
"Halo, kau dimana Joa? Tidak bisakah kau mengatakan padaku terlebih dahulu kenapa langsung pergi begitu saja hah?"
Joanna berjalan mendekati Elrald.
"Memang apa yang harus aku katakan, dan kenapa juga kau menelpon ku?"
Mendengar suara Joanna begitu dekat dan bukan suara ditelepon, Elrald pun menengok kebelakang dan melihat Joanna berdiri dihadapannya sambil memegangi handphone yang menempel ditelinganya.
__ADS_1
"Astaga, kau disini!" Elrald segera memeluk erat Joanna dihadapan Britney dan Angeline.
"Kau kenapa? Uhuk, uhuk, Kak Elrald aku tidak bisa bernafas jika kau memelukku seperti ini!"
"Aku tidak akan lepaskan!"
"Kenapa begitu!"
"Pokoknya aku tidak mau,"
"Ih malu tau ada bibi Angeline,"
Joanna pun menginjak kaki Elrald agar pelukan itu dilepaskan.
Aaa.. Elrald memekik merasakan sakit akibat diinjak oleh Joanna sehingga Elrald melepaskan pelukannya.
"Minggir aku mau sarapan!" Joanna duduk disamping Britney.
"Nona membohongiku?"
Hahahaha...
"Maaf, tadi aku hanya bercanda mana ku tau kalau reaksi mu ternyata akan sangat terkejut,"
"Memang apa yang kau dan bibi katakan padanya sampai dia terkejut dan langsung memelukku?"
"Aku katakan kau kembali ke negara kita!"
Hahahaha..
"Apa kau juga ikut senang berhasil membohongiku?"
"Aku tidak ikut berbohong, aku kan dari toilet mana aku tau kalau Britney membohongimu,"
Elrald cemberut kesal karena tadi berpikir akan kesulitan bertemu dengan Joanna jika dia benar meninggalkan Kanada! Tapi disatu sisi hatinya juga lega begitu Joanna kini ada dihadapannya, tersenyum cantik sambil melahap sarapannya.
Mereka bersama-sama sarapan sambil menunggu kedatangan Dokter yang menangani Elrald.
Sementara di negara asal mereka, Sierra sudah menarik tunai sejumlah uang dari ATM laki-laki tua yang membeli tubuhnya dengan mahal. Dia pun akan berbelanja koper besar untuk memasukkan barang dan pakaiannya nanti.
"Aku sudah muak bersembunyi, sekarang waktunya aku datang kembali, aku juga ingin merawat mu Niel, saat dulu bersamaku kau sehat dan tidak pernah sakit tapi begitu menikah dengan gadis manja itu kau malah sakit parah! Lihatlah betapa tidak becusnya dia mengurus mu!"
♥️♥️♥️
Jangan Lupa Likenya ya sayang-sayangku 😁
__ADS_1