Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 111


__ADS_3

Keesokan harinya Daniel dan Britney sambil menggendong Liam ikut mengantar Elrald ke dermaga, harapan mereka cuma satu El dan Joanna bisa keluar dari pulau itu dengan aman.


"Ayo da dah dulu ke Paman El!"


"Dah da dah,"


"Liam pinter sekali si, anak ganteng doa kan Paman ya biar bisa membawa pulang separuh hati Paman dari sana!" Elrald mengusap-usap kepala Liam.


"Jawab sayang iya Paman Liam doa kan, ayo bilang!" Britney mengajarkan.


"Dah aman! Dah!" (Dah Paman! Dah).


Rupanya anak itu tidak mau mengatakan perkataan yang diajarkan terlalu panjang.


"El jika terdesak hubungi kami berhati-hatilah!" Daniel berpesan.


"Baik Tuan Niel aku akan selalu berhati-hati!"


Akhirnya Elrald dan dua orang pelayan sungguhan naik keatas kapal yang akan membawa mereka ke vila mewah di pulau pribadi milik keluarga Jazz. Melihat kapal itu semakin jauh dari daratan Daniel mengajak Britney kembali ke mobil untuk pulang ke apartemen.


"Ayo sayang kita pulang ke apartemen!"


"Ayo by mudah-mudahan semuanya sesuai dengan harapan kita ya by,"


"Iya sayang kita harus percaya pada kemampuan El dia pasti akan membawa pulang sahabat mu!"


Daniel dan Britney kembali ke apartemen mereka sementara Liam mulai rewel karena sudah waktunya dia tidur siang.


"Sayang nanti begitu sampai di apartemen aku langsung balik ke kantor ya!"


"Kenapa by? Kirain ga balik ke kantor,"


"Pekerjaanku masih banyak, maaf ya sayang tapi aku usahakan akan pulang sore!"


"Janji?"


"Janji,"


Hiks.


Hiks.


Hiks.


Liam menangis karena tidak suka berada di dermaga tadi, dan sepertinya bocah laki-laki itu sudah mengantuk sehingga menangis karena hal yang tidak jelas.


"Liam jangan rewel dong momy pusing nih!"


"Sabar nak sebentar lagi kita sampai rumah!"

__ADS_1


"Nakal banget si momy tinggal nih!" emosi Britney terpancing saat Liam tidak bisa berhenti menangis dan terus rewel.


"Sabar mom,"


"Ga ngertiin banget ini anak by, momy lagi pusing nih udah ujian masih 3 hari kedepan tapi Liam terus aja rewel,"


"Ya udah mau dititip ke momy Risha aja? Selama kau ujian, agar malamnya bisa belajar?"


"Nanti kalau aku kangen bagaimana by?"


"Ya terus gimana dong Liam memang lagi rewel-rewelnya usai segini,"


Tangisan Liam membuat Britney kesal sepanjang perjalanan pulang ke apartemen dia terus saja rewel.


"Sini sini biar Dady yang gendong Liam ya nak, aduhh jagoan masa nangis terus sampe bikin momynya kesel!"


Britney mengerucutkan bibirnya karena sudah kepusingan saat Liam rewel terus-menerus. Karena tidak mau mengganggu ujian kuliah Britney, akhirnya Daniel menelpon Larisha untuk membantunya mengurus Liam di apartemen.


Setelah Larisha datang, Britney langsung berangkat ke kampus untuk mengikuti ujian pukul 10.00 pagi ini sementara Daniel kembali ke kantornya.


Tak terasa 5 jam sudah perjalanan diatas kapal membawa Elrald dan kedua pelayan sungguhan itu akhirnya tiba di pulau yang ternyata sangat luas, Vila milik Jazz pun terlihat mewah bak istana berdiri dikelilingi oleh air laut.


Ketiganya disambut oleh madam yang merupakan kepala pelayan di vila ini untuk masuk ke dalam vila dan memberikan arahan terkait pekerjaan yang nantinya akan mereka tangani masing-masing.


Disaat kedatangan Elrald dan dua pelayan lainnya, berbarengan dengan meeting pagi para pelayan, pengawal, dan security di vila tersebut disana lah Elrald dan Sierra akhirnya kembali dipertemukan setelah 3 tahun lamanya keduanya tak pernah lagi mengetahui kabar masing-masing.


Keduanya saling melirik dan di Minggu ini Sierra masih menjadi pelayan khusu yang menangani kebutuhan Joanna didalam kamarnya.


Setelah selesai meeting pagi bersama para pelayan itu langsung bekerja sesuai dengan pekerjaan mereka masing-masing! Elrald kebagian tugas mengangkat kebutuhan pokok yang baru sampai dari kapal pengangkut makanan.


Dengan menggunakan troli Elrald memindahkan bahan pokok menuju dapur tapi disaat di dapur masih kosong belum ada pelayan yang lainnya, Sierra menarik tangan Elrald masuk ke dalam gudang berikut dengan trolinya.


"Sut,"


"Sierra,"


"Aku tidak akan basa-basi, kau mau melihat Joanna kan?"


"Iya Sierra aku ingin sekali melihatnya!"


"Kalau begitu kau harus berjanji untuk tetap tenang apapun yang terjadi dan apapun yang kau dengar didalam kamar itu, paham?"


"Oke aku janji tapi bagaimana caranya?"


"Temui aku lagi di gudang ini nanti malam pukul 21.00 malam, aku akan membawamu bersamaku karena tugasku membawakan makan malam untuk Joanna!"


"Baik Sierra aku berterimakasih sekali padamu!"


"Sudah cepat sana! Bekerja lah seperti pelayan lainnya jangan terlihat mencolok dalam hal apapun!"

__ADS_1


Elrald mengangguk dan segera keluar dari dalam gudang kembali mengerjakan pekerjaannya. Pukul 19.00 malam Madam menghampiri Sierra karena Sierra belum mengantarkan makan malam ke kamar Joanna.


"Sierra kenapa makan malam Nyonya belum kau antarkan?"


"Sedang ada Tuan Jazz didalam kamar Nyonya Joanna madam, dan Tuan Jazz meminta saya agar mengantarkan makan malamnya pukul 21.00 malam!" Sierra terpaksa berbohong padahal tadi Jazz baru saja masuk kedalam kamar dengan membawa gundikk seksi.


Jazz mana peduli Joanna sudah makan malam ataupun belum, yang dia lakukan pada Joanna hanyalah menikmati tubuhnya saja dan tidak pernah memberikan perhatian apapun terhadap Joanna selama pernikahan mereka.


Sengaja memilih pukul 21.00 malam karena di jam tersebut pekerjaan Elrald sudah selesai dan dia boleh beristirahat hingga pukul 05.00 pagi nanti, dengan mengendap-endap Elrald keluar dari dalam kamarnya saat para pelayan pria yang lain sedang beristirahat.


Sesuai dengan perintah Sierra, Elrald akan menghindari ruangan-ruangan yang terpantau cctv dan gudang tadi adalah tempat yang aman, Elrald masuk dan menunggu kedatangan Sierra tak lama berselang Sierra datang sambil membawa troli makanan dimana troli makanan itu memiliki gorden yang menutupi area bawahnya.


"Akhirnya kau datang juga Sierra, ayo!"


"Hah ayo kemana?"


"Ke kamar Joanna lah,"


"Apa kau gila El? Masuk sana!"


"Masuk kemana?"


"Ke troli makanan lah, memang ya kau pikir kau bisa berjalan tunggang langgang menuju kamar Joanna?"


"Aku masuk troli makanan itu Sierra?"


"Iya cepatlah!"


"Hah sit," meskipun tidak setuju dengan ide gila Sierra tapi memang tidak ada cara lain yang lebih aman dari cara ini.


Elrald pun masuk kedalam troli makanan dan Sierra mendorong kembali troli makanan itu, tapi rupanya bobot Elrald sangat berat sampai-sampai Sierra harus mengejan untuk bisa mendorong troli makanan itu agar tetap jalan.


"Oh my God El berat badan mu ibu berapa si berat banget?" saat tidak ada orang Sierra berani mengajak Elrald berbicara.


"Ayolah aku tidak seberat itu Sierra enak juga ya didorong-dorong begini seperti sedang berada didalam kereta!"


"Kau itu beban hidup ku Elrald malah kesenengan!"


Euu..


Euu..


Euu..


Semakin lama semakin berat Sierra rasakan mendorong troli yang didalamnya terdapat Elrald.



__ADS_1


__ADS_2