Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 40


__ADS_3

"Belum, tadi Sierra tidak masuk kerja! Sakit katanya,"


"Ini pasti trik si wanita Amazon itu agar dia tidak dipecat!"


"Tenang saja sayang, aku sudah berjanji jadi pasti aku tepati!"


Britney pun memeluk Daniel, entah kenapa berada didalam pelukan Daniel membuat Britney terasa nyaman dan nyaman.


"Nanti malam aku temani belajar ya!"


"Iya, aku senang sekali akan segera lulus SMA! Aku akan kuliah by,"


"Memangnya mau ambil jurusan apa?"


"Mungkin fashion designer by, aku kan suka baju-baju bagus! Kalau aku bisa jahit sendiri, dan bisa rancang sendiri pakaian yang aku suka, asik deh!"


"Baiklah, apapun cita-citamu aku pasti akan mendukungnya! Semangat tukang jahit ku!"


"Ih fashion designer by,"


"Sama saja, jahit-jahit juga kan,"


Malam harinya Britney ketiduran dimeja belajar setelah dia banyak belajar untuk persiapan ujian akhir sekolah! Daniel pun menggendong tubuh Britney lalu dibaringkannya diatas ranjang, terlihat sekali Britney kelelahan karena terus belajar agar bisa lulus SMA setidaknya dengan nilai yang lumayan.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Britney berteriak dari dalam kamar mandi membuat Daniel yang masih tertidur langsung beringsut dari atas ranjang.


Aaaaa...


"Britney, sayang! Daniel memanggil-manggil Britney sambil berjalan menuju kamar mandi.


Lalu tak lama kemudian, Britney membuka pintu kamar mandi lalu berlari memeluk Daniel.


"Yes aku lega by aku lega,"

__ADS_1


"Lega apa?"


"Lihat garis merah satu di test packnya, jadi aku tidak hamil," Britney menari-nari didepan Daniel.


Daniel pun ikut tersenyum bahagia melihat Britney sangat senang hasilnya negatif, wajar saja anak seusia Britney belum mau memiliki anak karena masih harus kuliah dan bermain bersama teman-temannya, Daniel pun selalu memahami hal itu demi kebahagiaan Britney.


Pagi itu setelah mengantarkan Britney ke sekolah, Sierra sudah menunggu di ruangan Daniel. Sierra yang sejak kemarin dihubungi oleh orang HRD tau betul surat pemecatan yang dia terima hari ini dari pihak HRD itu pasti atas permintaan Daniel.


"Kau tau kan ini ruangan CEO? Kenapa main masuk saja ketika CEOnya tidak ada ditempat?" Daniel menyindir.


"Niel, sejak kapan kau tidak profesional seperti ini? Pekerjaanku selalu aku bereskan, tapi ini apa Niel, ini apa?" Sierra melemparkan surat pemecatan itu kearah Daniel.


"Perlu kau tau Sierra, aku berhak memecat siapapun itu di perusahaan ku sendiri!"


"Niel, kau tau aku tulang punggung keluarga! Kau tau hidup keluargaku dikejar-kejar penagih hutang, kau tau sejak dulu hidupku kesulitan tapi kau tetap memecatku hanya karena rengekan gadis manja yang tidak pernah hidup susah itu?"


"Sierra kau tidak bisa menghormati istriku sama sekali, itu sama halnya kau tidak menghormati ku! Sekarang pergi dari perusahaan ku Sierra!"


"Baik Niel, aku terima aku terima keputusan mu! Aku kecewa Niel, kau lemah dengan gadis itu!" Sierra pergi meninggalkan ruangan. Daniel.


"Aku mungkin boleh berhenti dari kantor ini! Tapi Niel, aku akan tetap berusaha agar suatu saat nanti kau melihatku sekali saja, lihat aku sebagai wanita yang bersungguh-sungguh mencintaimu sejak dulu, hanya aku yang layak bukan Britney!"


Hari-hari berlalu begitu saja! Britney telah lulus SMA meskipun dengan nilai seadanya, tapi Britney bisa diterima di salah satu Universitas terbaik di kota ini, tentunya karena bantuan Tuan Lan.


Hari pertama ospek Britney diantar oleh Daniel sampai didepan halaman kampus, hari ini Britney memakai jas almamater kampusnya yang berwarna coklat tua.


"Semangat ya hari pertama ospeknya," Daniel merapihkan jas almamater yang dikenakan oleh Britney.


"Iya by, kau juga semangat ya kerjanya aku masuk kampus dulu!"


"Iya sayang, dah!" Daniel melambaikan tangannya lalu masuk kembali kedalam mobil.


Ospek di negara ini akan membuat para mahasiswa baru belajar mencintai kampus dan almamater kampusnya. Senior memupuk rasa idealisme dan minat dengan memberikan diskusi berupa ilmu keuangan, konsultasi, kasus pele ceh an se ks ual, dan ilmu tentang minuman alkohol.

__ADS_1


Selain itu, mahasiswa baru akan dibuat secara berkelompok untuk berdiskusi mengenai isu terkini. Esensi kegiatan ospek di negara ini, yaitu agar mahasiswa baru saling mengenal satu sama lain agar kompak dan akrab. Setelah ospek, para senior berkenalan dengan junior melalui ajang olahraga seperti basket dan bowling.


Britney pun langsung disambut oleh Felicia dan Joana yang sejak tadi sudah menunggunya!


"Ya ampun istri orang lama banget si sampenya!"


"Habis nganu-nganu dulu ya sama suami?" ledek Felicia.


"Yee pada mesumm aja! Aku dan Daniel sedang menjaga jarak dulu, momy dan Dady ingin aku lulus dulu baru nanti cetak bayi!"


"Hah kalau begitu pakai pengaman saja seperti kita-kita," Joana menaikkan satu alisnya seraya memberikan kode pada Felicia yang terbiasa melakukan nganu-nganu dengan para kekasihnya menggunakan pengaman.


"Ish Daniel mana mau! Dia tidak suka pakai begituan, katanya kaya ada penghalang!"


"Ya mending, ketimbang nahan," sahut Joana.


"Eh udah-udah, udah mau dimulai tuh ospeknya nanti kita telat loh!" Felicia segera merangkul pundak Britney dan Joana, ketiganya lalu berkumpul di halaman kampus bergabung dengan mahasiswa baru lainnya.


"Perhatian! Perhatian!" seorang senior di kampus itu berdiri didepan podium kecil dengan menggunakan jas almamater dan berpakaian rapi serta enak dipandang.


Sosok laki-laki itu bernama Elrald Gustavo, Elrald adalah senior sekaligus ketua panitia pelaksana ospek di kampus ini, Elrald mempersilahkan Rektor bidang akademik untuk memberikan sambutan pada para mahasiswa baru yang sudah berkumpul di halaman kampus.


Setelahnya para mahasiswa baru akan melakukan tour de campus untuk mengetahui fasilitas apa saja yang ada di kampus ini, begitu juga dengan kegiatan positif yang ada di kampus ini dan esok harinya barulah akan diadakan barbeque party di taman kampus untuk merayakan bergabungnya para mahasiswa baru.


"Ih gila cowok yang itu ganteng banget, iya engga Brit?" Joana bertanya.


"Iya," Britney pun sontak menjawab lalu kemudian menutup mulutnya karena seharusnya dia tidak mengatakan bahwa laki-laki itu tampan.


"Kayanya dari tadi dia liatin Britney terus deh," ujar Felicia.


Benar saja, saat Britney melirik kearah Elrald. Laki-laki itu langsung menundukkan wajahnya seperti malu-malu kucing.


"Brit, pokoknya ingat kau sudah punya Daniel! Yang ini untuk kita," Joana mengingatkan.

__ADS_1


"Ih, lagian siapa yang peduli coba!"


__ADS_2