Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 102


__ADS_3

Melihat ekspresi kemarahan diwajah keduaa orangtua Joanna, akhirnya dengan terpaksa El melepaskan tangan Joanna yang sejak tadi menggandengnya.


"Kak," lirih Joanna.


"Kau tidak boleh melawan orangtuamu Joa sekarang yang perlu kau lakukan adalah menungguku lebih lama lagi, karena untuk memiliki perusahaan aku membutuhkan waktu yang sangat lama! Kau mau kan bersabar sampai aku berada dititik itu?"


"Kita bisa kawin lari kak,"


"Sutttt, Joa jangan pernah berpikir seperti itu aku sampai kapanpun tidak akan pernah memisahkan seorang anak dari orangtuanya!"


Ibunya Joanna menarik kasar tangan Joanna agar menjauh dari Elrald.


"Dady sangat menyesal memberikan mu izin untuk kuliah di Kanada bersama Britney jika tau kau akan bertingkah seperti ini Joa, lebih baik kau tinggal bersama kami disini!"


"Kau dengar itu sudah keputusan bulat kami!" Ibunya Joanna menatap penuh amarah pada Joanna.


"Kalau begitu aku pamit dulu Paman, Bibi dan tolong tunggulah aku beberapa tahun lagi aku janji akan memiliki perusahaan sendiri!"


Setelah mengatakan hal itu Elrald pergi meninggalkan kediaman Joanna, meskipun Joanna menangis meraung-raung karena tidak ingin berpisah dengan cara seperti ini tapi sepertinya Elrald sudah membulatkan tekadnya untuk kembali setelah dirinya bisa kaya sesuai permintaan orangtua Joanna.


Handphone Joanna disita, dompet juga tak luput dari sitaan kedua orangtuanya, dan kini Joanna benar-benar dikurung didalam kamarnya. Semua ini karena orangtua Joanna dari dulu selalu mendapatkan hinaan dari teman-teman dekat mereka karena hanya mereka saja yang tidak memiliki perusahaan sendiri, sehingga Ayah Joanna hanya bekerja sebagai seorang manajer di perusahaan salah satu temannya.


Hal itu membuat orangtua Joanna menaruh harapan besar pada Joanna kelak dia bisa diperistri oleh seseorang yang memiliki perusahaan sendiri.


Hiks.


Hiks.


"Momy dan dady sangat keterlaluan kak El pasti sakit hati sekali atas perkataan mereka! Sekarang aku pun tidak tau apa masih bisa bertemu dengannya atau tidak? Lalu bagaimana Britney, jika aku tidak kembali ke Kanada aku tidak bisa menemani kehamilan Britney, anak itu pasti sangat sedih apalagi Daniel belum juga sembuh." Joanna meratapi nasibnya yang hanya bisa terkurung didalam kamar mewah ini.


Setelah hati dan pikirannya dihantam oleh perkataan-perkataan menyakitkan tadi sore, Elrald memutuskan untuk bermalam di apartemen miliknya cukup lama juga tinggal di Kanada membuatnya rindu apartemen yang dia tinggalkan itu.


Dibukanya pintu apartemen, bahkan Elrald menarik nafas panjang untuk melegakan perasaannya yang sedang sesak. Pintu pun dia tutup lalu dengan perasaan lelahnya, Elrald merebahkan tubuhnya disofa.


"Ya Tuhan kenapa harus begini jadinya!"


Hah..


"Lebih baik aku tidur agar pikiran ku membaik!" gumam Elrald.


Keesokan harinya El baru terbangun dan langsung meraih handphone yang terletak disamping ranjang diatas meja kecil, niat hati ingin menelpon Joanna tapi begitu kontak Joanna ditekan terdengar bunyi dari operator seluler yang mengatakan nomor sedang tidak aktive.

__ADS_1


Hah..


Lagi lagi El harus menarik nafas panjangnya ketika mengetahui handphone Joanna tidak bisa dihubungi, El tau ini pasti ulah orangtuanya Joanna.


Setelah keadaan untuk membawa kembali Joanna tidak memungkinkan lagi, Elrald akhirnya pasrah dan memutuskan kembali ke Kanada hari ini juga! Tapi sebelum ke bandara, El akan mampir ke kediaman Tuan Lan dan Larisha.


Setibanya di kediaman Tuan Lan terlihat beberapa pelayan sedang mondar-mandir di ruang tamu.


"Tuan ada?"


"Ada, ini kan hari Minggu Tuan El jadi Tuan Lan dan Nyonya Risha pasti di rumah kalau tidak ada acara diluar!"


"Yasudah saya masuk dulu!"


"Iya silahkan!"


Elrald masuk lalu mencari keberadaan Tuan Lan dan Larisha rupanya pasangan suami istri beda usia itu sedang bersantai di kolam renang samping rumah.


"Siang Tuan, Nyonya,"


"Siang, El sampai jam berapa kemarin?" Larisha menyapa dengan ramah.


"Sore baru sampai Nyonya!"


"Bagaimana urusan mu?"


Elrald pun hanya bisa menundukkan wajahnya dihadapan Tuan Lan.


"Ada apa? Kenapa tidak jawab pertanyaan ku?"


"Lancar Tuan!"


"Jadi kapan acara lamarannya? Biar aku yang tanggung semua biayanya!"


Sementara Larisha menuangkan es jeruk untuk dua gelas dan menaruhnya diatas meja, Elrald dan Tuan Lan duduk bersampingan.


"Membutuhkan waktu yang lebih lama Tuan, orangtuanya meminta agar Joa lulus kuliah dulu!" bohong Elrald.


"Kalau orang selalu berkata jujur sekalinya berbohong itu kelihatan sekali ya mom?" sindir Tuan Lan karena Tuan Lan tau bahwa El saat ini sedang berbohong.


"Katakan sejujurnya padaku El, ada apa?"

__ADS_1


Dengan berat hati akhirnya Elrald mengatakan semuanya pada Tuan Lan dan Larisha membuat Tuan Lan dan Larisha menggelengkan kepalanya.


"Kurang ajar juga orangtua Joanna itu! El kau tenang saja aku akan memberikan mu satu cabang perusahaan group Limson, kau yang akan mengambil alih!"


"Kejam sekali orangtuanya Joa ya dad, padahal El sudah bekerja sangat giat dan diusianya yang masih muda El bisa diterima di perusahaan Daniel,"


"Terimakasih banyak Tuan dan Nyonya aku sangat menghargai kebaikan mu Tuan, tapi aku tidak mau orangtua Joanna kembali menghina ku jika aku menerima kebaikan mu, aku akan buktikan dan mendirikan perusahaan ku sendiri meskipun itu entah kapan!"


Tuan Lan dan Larisha benar-benar sangat iba dengan apa yang dialami oleh El, tidak enak sekali rasanya dianggap rendah dan dihina seperti itu tapi Elrald berbesar hati untuk tidak marah dan justru dia lebih semangat lagi untuk menunjukkan kalau dia bisa dan mampu.


Larisha mengemas banyak kue kering untuk dibawa oleh El ke Kanada setelah mendapatkan kue kering pesanan Britney Elrald menuju bandara! Rasanya sangat aneh datang berdua dan pulang hanya sendirian.


Tapi mungkin inilah jalan yang harus dilalui oleh Elrald, masih berharap Joanna akan bisa dihubungi Elrald menekan kontak Joanna untuk meneleponnya kembali, tapi lagi-lagi operator seluler yang memberikan jawaban.


Dengan berat hati Elrald kembali ke Kanada sendirian karena pesawatnya akan berangkat sebentar lagi, mungkin jika di sinetron atau film anak muda sosok Joanna akan menyusul Elrald ke bandara dan keduanya bertemu kembali slalu El tidak jadi berangkat tapi sekali lagi ini bukan sinetron.


Setibanya di Kanada karena tidak mau merepotkan meminta jemput ke bandara Elrald memakai taxi untuk menuju rumah Angeline.


Tok.


Tok.


Tok.


Elrald mengetuk pintu dengan wajah yang terlihat lesu.


Klek.


Angeline membukakan pintu rumahnya dan melihat Elrald tiba-tiba sudah kembali.


"Loh El kau sudah kembali?"


"Iya Nyonya!"


Angeline melirik ke kanan dan kiri mencari sosok Joanna yang tidak ada bersama dengan El.


"Masuk El!"


"Terimakasih Nyonya!"


"Daniel, Brit ini El sudah pulang!" berteriak memanggil.

__ADS_1


Mendengar El sudah pulang Daniel dan Britney akhirnya keluar dari kamar.


__ADS_2