Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 41


__ADS_3

Daniel yang tengah duduk dikursi kebanggaannya, mengangkat gelas cangkir kopi yang sejak tadi menemani aktivitas bekerjanya seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang merupakan staf HRD datang menemui Daniel.


"Tuan, ini resume beberapa kandidat untuk menggantikan posisi Sierra di perusahaan, yang artinya akan menjadi sekertaris anda nanti, silahkan dilihat!" staf HRD menyodorkan beberapa resume para pelamar.


Daniel menerima resume tersebut sambil satu tangannya meneguk cangkir berisi kopi hangat.


"Menurut mu dari beberapa pelamar ini, mana yang kira-kira memiliki potensi yang bagus untuk perusahaan kita?"


"Saya rasa, orang bernama Elrald itu sangat cocok Tuan, dia langsung di referensikan oleh kampus tempat dia kuliah saat ini,"


Daniel mengernyitkan dahinya, pikirnya apa mungkin dia akan bisa bekerja sama dengan orang yang masih kuliah.


"Apa kau tidak salah? Orang itu masih kuliah?"


"Semester akhir, dan dia tidak perlu ke kampus dia melakukan kuliah daring Tuan jadi dia bisa bekerja mengikuti jam kerja kita dan prestasinya luar biasa, dia banyak menemukan ide-ide cemerlang dan orangnya kreatif!"


Daniel pun mengakhiri membaca satu persatu resume itu, dia lebih memilih mempercayai staf HRD dibandingkan harus susah payah memilih sendiri.


"Kalau begitu, besok suruh dia datang pagi!"


"Baik Tuan, ngomong-ngomong saya ada informasi buruk Tuan!"


"Informasi buruk? Apa itu?"


"Sierra, dia bekerja di perusahaan kompetitor kita,"


"Lalu kau khawatir?"


"Tidak terlalu Tuan, tapi mengingat Sierra tau betul tentang trek record perusahaan kita hanya khawatir dia membocorkan ide kosmetik perusahaan kita!"


"Tidak usah khawatir, aku akan menuntutnya jika Sierra melakukan hal gila seperti itu,"


"Baiklah Tuan, tapi perlu diingat sepertinya kita akan sering bertemu dengan Sierra untuk perebutan sponsor ataupun saat kita berkunjung ke mall, karena stand kosmetik kompetitor kita bersebelahan dengan stand kita,"


"Kau benar, tapi tak masalah dengan memasukkan Elrald yang masih berjiwa muda pasti akan memberikan warna baru untuk perusahaan kita,"


"Baik Tuan, semangat selalu! Saya permisi!"


Staf HRD meninggalkan ruangan kerja Daniel, sementara Daniel kembali melanjutkan pekerjaannya. Sore harinya seperti biasa, Daniel akan menjemput Britney ke kampusnya gadis itu pasti sudah gelisah karena Daniel telat menjemput hari ini, diluar juga sedang turun hujan cukup deras.


Di halaman kampus, Britney sedang menatap ke derasnya air hujan yang turun, sementara teman-temannya yang lain sudah lebih dulu meninggalkan kampus! Tiba-tiba Elrald muncul bersama satu teman laki-lakinya.


"Kau mahasiswi baru kan?"


"Iya kak,"


"Belum dijemput?"


"Belum, paling sebentar lagi!"

__ADS_1


"Mau bareng?"


"Oh engga usah kak,"


"Ya sudah, kita duluan ya!"


"Iya kak, terimakasih atas tawarannya!" Britney membungkukkan kepalanya.


Elrald pun tersenyum lalu berlalu bersama dengan temannya menuju parkiran kampus.


"Eh bro, suka sama cewek tadi?" tanya teman Elrald.


"Suka? Engga lah! Gadis yang lebih muda dari kita itu ribet men, aku lebih suka gadis mandiri yang dewasa!"


"Tapi kan dia cantik!"


"Iya cantik si, tapi gadis yang lebih muda itu pasti manja, cerewet dan bikin ribet!"


"Terus maunya tante-tante gitu?"


"Ide bagus!"


Hahahah..


Didalam mobil Elrald dan temannya mentertawakan selera wanita yang disukai Elrald, mobil pun melaju keluar kampus dan berkendara menembus hujan deras.


El mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, hingga tiba di halte bus Sierra yang sedang berjalan menuju halte bus terkena cipratan air akibat mobil yang dikendarai Elrald mengenai genangan air hujan.


Aaaaa..


"Brengsek! Kadal buntung! Buaya penyok! Kutu air! Menyebalkan hari yang sial!" teriak Sierra.


Sudah kehujanan, dicekoki pekerjaan yang sangat banyak di perusahaan barunya eh sorenya disembur mobil. Elrald yang sadar akan mobilnya yang mengenai genangan air, langsung mundur kebelakang.


"Eh El ngapain mundur lagi!"


"Tunggu ah, kayanya tadi cewek itu kesembur!"


"Yaelah udah si cabut aja!"


"Eh bro, seusia kita itu harus belajar bertanggungjawab terhadap perbuatan yang kita lakukan!"


"Ya elah mentang-mentang besok mau interview kerja di perusahaan kosmetik terbesar ngomongnya udah ngerti banget!"


"Nah kan bener, tuh liat orangnya lagi bersihin noda dibajunya tuh!" Elrald turun dari mobil dan basah-basahan untuk menghampiri Sierra.


"Maaf tadi kayanya mobil saya kena genangan air dan membuat mu terkena air cipratannya deh!"


Sierra pun mengangkat wajahnya setelah tadi sibuk membersihkan noda dibajunya.

__ADS_1


"Kau itu punya mata tidak hah? Masih muda udah kebut-kebutan begitu, merugikan orang!"


"Kalau begitu biar saya cuci bajunya,"


"Terus maksudnya aku harus berte lanjang begitu?" Sierra melototi Elrald.


"Maaf nona, tapi kenapa kau harus marah? Aku sudah minta maaf!"


"Pergi sana! Pergi!" Sierra berteriak.


"Baiklah ini pakai jaket milikku untuk menutupi noda dibajumu!" El membuka jaket berwarna hitam yang dia kenakan lalu langsung menutupi tubuh Sierra.


Elrald pergi masuk kembali kedalam mobio setelah Sierra masih merasa kesal akibat perbuatannya!


"Anak muda jaman sekarang itu memang brengsek, engga Britney engga laki-laki muda tadi bikin sial!" Gumam Sierra.


Didalam mobil Elrald masih cengengesan karena mengingat ocehan Sierra barusan.


"Itu tante-tante tadi ngapain marah-marah?"


"Tante-tante lebih hot lagi!" Elrald tersenyum.


Mobil yang dikendarai Daniel baru saja memasuki halaman kampus, dilihatnya Britney sedang berdiri didepan pintu utama, Daniel buru-buru keluar mobil sambil membuka payung untuk menghampiri Britney.


"Sayang, maaf aku telat!"


"By, aku menunggu hampir lima belas menit, kau itu menyebalkan sekali si!" Britney terus menggerutu padahal kakinya sudah melangkah menuju mobil dengan dipayungi oleh Daniel.


Didalam mobi Britney pun masih kesal dan marah karena Daniel telat menjemputnya padahal seharian ini dia sudah kesal karena banyaknya kegiatan ospek.


Daniel pun mengeluarkan sapu tangan lalu mengelap wajah Britney yang terkena air hujan.


"Maaf ya Brit, lain kali aku tidak telat lagi kok!"


"Kalau begitu lebih baik belikan aku mobil, biar kau tidak usah antar jemput lagi by," dengan nada ketus.


"Tidak mau, aku ingin setiap hari mengantar dan menjemput mu karena aku tidak mau membiarkan istriku terbiasa sendiri, aku ingin kau terus mengandalkan aku!" Daniel menge cup dahi Britney.


"Memang saja pelit, takut aku minta mobil yang mahal kan?"


"Semua uang kan sudah aku kasih untukmu, beli saja yang kau mau! Tapi tetap aku tidak aku membiarkan istriku kemana-mana menyetir sendiri nantinya kau akan terbiasa sendiri tanpa aku, dan aku tidak mau itu terjadi,"


"Ish sudahlah, aku pusing bicara denganmu! Cepat jalan, aku ingin cepat-cepat sampai di apartemen by,"


"Kenapa dinginnya? Pengen buru-buru aku hangatkan?"


"Ih," Britney mencubit dadaa Daniel.


Aaaa...

__ADS_1


"Gantian sini, kau mencubit dadaa ku keras sekali, sini aku balas!"


__ADS_2