
Selamat pagi kalian pecinta πππππ Belanda yang panjang dan besar,πππ disini maak mau jelasin dulu ya barangkali ada yang masih bingung kan maak jalan 2 novel sekaligus nih.
Yang pertama : Teman Tidur Paman Daniel, ini cerita diambil saat anak-anak Tuan Lan remaja ya!! Usia 17 tahun.
Yan Kedua : Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai, nah dijudul novel ini cerita saat usia anak-anak Tuan Lan sudah dewasa usia 28 tahun.
Jadi kalau kalian baca kedua novel baru othor itu, di novel Teman Tidur Paman Daniel, istri dan kedua anak dari group brotherhood belum menampakkan wujudnya, alias mereka hanya menculik Tan, menembak Luna tapi tidak muncul ke publik.
Sementara di novel Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai, istri dan anak-anaknya dari mendiang ketua group brotherhood itu, berani muncul ke peradaban dan sampai menikahi salah satu anak Tuan Lan, yaitu Bright menikah dengan Anna ( anak dari group brotherhood musuh bebuyutan group Limson yang ingin menuntut balas).
Latar waktunya lebih dulu novel Teman Tidur Paman Daniel baru habis itu Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai ππ
Wokee Lanjut Yuk, biar cepet kenalan sama π Belanda dan labu import, dan catet ya sayang-sayangku jangan cari novel faedah di novel othor, karena ga akan nemuπ€£π€£π€£
Terus nemunya apa Thor??
Jelas nemu ilmu lah! Ilmu apa? Ilmu buat bikin ranjang ngegubrag sampe ancur.ckxkck
Setelah menghabiskan seluruh makanan di meja makan! Luna dan Lindsey segera bersiap-siap untuk ikut dengan anak buah group Limson! Britney dan Daniel pun tak lagi bisa melarang karena ditempat yang disediakan oleh ketua pastilah jauh lebih aman.
"Britney, Daniel, aku dan Lindsey sangat berterimakasih sekali pada kalian karena sudah kami repotkan! Kami pamit dulu ya,"
"Aunty kabari aku jika Paman Tan sudah ditemukan!"
"Pasti!"
"Jaga dirimu Luna, dan kapan pun kau butuh bantuan kami, kau bisa hubungi kami!" kata Daniel.
"Baik, terimakasih Niel,"
Seorang anak buah group Limson yang baru saja selesai mengangkat telepon, segera menghampiri Luna dan Britney.
"Nona Britney, tadi ketua menelpon beberapa anak buah kami akan tetap berjaga disini!"
"Memangnya mereka masih berusaha mengejarku?"
"Betul nona, kediaman Tuan Lan pun mereka datangi hingga membuat security dan pelayan di kediaman Tuan Lan terluka,"
"Hah? Kapan? Kapan group brotherhood itu mendatangi rumahku?"
__ADS_1
"Baru saja! Beruntung anda dan orangtua anda tidak sedang disana saat ini! Ketua sangat berharap anda dapat berhati-hati nona, dan izinkan beberapa anak buah ketua tetap disini!"
"Bagaimana Paman?"
"Baiklah tidak apa-apa, justru kami sangat berterimakasih pada ketua!"
"Baik kalau begitu kami harus segera pergi untuk membawa nyonya Luna!"
Luna dan Lindsey pun akhirnya meninggalkan apartemen Daniel, Daniel pun mengajak Britney untuk masuk kedalam, sementara didepan pintu apartemen mereka masih terdapat beberapa anak buah group Limson yang berjaga.
Sementara itu disebuah gudang narkoba milik group brotherhood, Tan yang sedang terkapar dilantai dalam kondisi terikat kedua tangan dan kakinya terus berusaha mencari sesuatu yang bisa membuka tali yang mengikat tangan dan kakinya!
Tan melihat dipojok belakang terdapat botol bekas bir tergeletak dibalik tumpukan besi-besi, Tan pun berguling-guling untuk bisa sampai ke pojok ruangan, dan setelah beberapa kali berguling-guling dilantai, Tan pun berhasil sampai ditempat botol kaca tersebut, ditendangnya dengan telapak kaki Tan botol kaca itu ke tembok, hingga botol itu pecah dan menjadi beberapa kepingan kaca.
Kedua tangan Tan yang diikat kebelakang itu segera meraih satu kepingan kaca dan dia gesekan ke tali yang mengikatnya, meskipun tangannya harus ikut terkena sabetan pecahan kaca tapi Tan berhasil membebaskan dirinya. Tan membuka, lakban yang menutupi mulutnya, dan membuka tali yang mengikat kedua kakinya.
"Bangsatt, jika saja bukan serangan mendadak kalian tidak akan mungkin bisa membawaku kesini! Aku ingin sekali menghabisi mereka satu persatu, tapi aku bukan lagi seorang mafia yang memiliki senjata." Gumam Tan.
"Sebaiknya aku keluar sekarang! Luna dan Lindsey pasti sudah khawatir sekali denganku."
Tan segera mengambil kepingan kaca tadi, lalu digedor-gedornya pintu ruangan itu agar orang yang menculiknya masuk. Benar saja kedua orang yang menculiknya, segera membuka pintu, dan tangan Tan langsung menarik salah satunya lalu lehernya dilukai oleh Tan menggunakan kepingan kaca itu.
Dor..
Dor..
Sial, habis lagi peluru!"
Hiya..
Blam.
Blam.
Dipelintirnya leher dari anak buah brotherhood itu dan kembali dilukai oleh Tan menggunakan kepingan kaca. Tan segera merogoh saku celananya untuk mengambil peluru sebelum anak buah brotherhood yang berjaga di luar gudang masuk ke dalam gudang.
Saat beberapa anak buah brotherhood mendengar suara gaduh dari dalam gedung, mereka masuk namun Tan sudah bersembunyi.
Dor.
__ADS_1
Dor.
Ditembaknya satu persatu oleh Tan beberapa anak buah brotherhood hingga Tan pun bisa keluar dari gudang dan segera mencari jalan keluar dari wilayah ini.
Anak buah group Limson yang sudah berhasil melacak gudang tempat Tan ditawan, tengah dalam perjalanan kesana! Sementara Tan terus berlari menyusuri gelapnya hutan agar bisa keluar dari daerah ini, beberapa anak buah brotherhood pun tetap melakukan pengejaran.
Hingga Tan berhasil keluar dari dalam hutan dan disaat itulah para anak buah group Limson menemukan Tan, sehingga beberapa anak buah brotherhood yang mengejar Tan mendadak menghentikan langkah kakinya melihat dari kejauhan, banyaknya anak buah group Limson yang datang ke wilayah ini.
"Mundur! Mundur!"
Tan akhirnya berhasil pulang dengan selamat, sementara anak buah group Limson tetap mengejar group brotherhood yang sudah berani mengusik! Meskipun group brotherhood menghilang seperti ditelan bumi, sepertinya mereka belum yakin untuk muncul ke depan group Limson karena persiapan mereka belum cukup kuat.
Keesokan harinya!
Ini adalah hari terakhir Daniel mengajar di sekolah Britney, setelah ini Daniel akan kembali sibuk dengan pekerjaan di perusahaannya!
"Paman, ayo berangkat nanti kita kesiangan!"
"Iya tunggu," Daniel segera menghampiri Britney yang sudah berdiri didepan pintu.
Muah..
Daniel mencium pipi Britney, membuat Britney tersenyum manis.
"Beraninya cium doang!"
"Hari ini pasang KB ya!" Daniel mengedipkan matanya.
"Oke siapa takut! Tapi Paman izin dulu ya nanti ke momy dan Dady, kalau mau melakukannya denganku!" goda Britney.
Daniel pun tersenyum, sambil merangkul Britney menuju basemant.
"Paman mau izin dulu tidak nanti?"
"Tidak perlu Brit, kau ini sudah menjadi milikku, jadi apapun yang nanti akan aku lakukan padamu tidak memerlukan izin lagi dari Dady atau momy,"
Britney pun menatap tubuh tinggi Daniel dan wajah tampannya, rasanya tidak sabar sekali merasakan tubuh suaminya itu.
__ADS_1