
Britney akhirnya menaruh kedua tangannya dileher Daniel, dan ciuman itu terus berlanjut membuat Daniel dan Britney yang sudah cukup lama menahan has rat liar dalam diri keduanya, kini has rat itu meledak dalam tubuh keduanya.
Daniel mengambil alih apa yang dilakukan oleh Britney tadi, dan dengan kedua tangannya Daniel mer e m as kedua labu import berukuran 40 C dengan bersemangat rasanya masih sintal, kencang dan lembut. Daniel tidak percaya sekarang dirinya bisa mer e mas dua labu import itu dengan sesuka hatinya.
Britney memang bertubuh aduhai, sehingga diusianya yang masih 17 tahun membuat ukuran labu import miliknya itu besar seperti ini, sebuah kepuasan bagi Daniel karena ini sekarang adalah miliknya yang bebas dia re m as atau dia apakan nantinya.
Britney merasakan bagian tubuh bawahnya sudah lembab dan tidak nyaman, keinginan untuk mendapatkan sentuhan lebih dahsyat dari saat ini merasuki pikiran Britney.
Daniel pun melepaskan kancing baju seragam Britney satu persatu hingga terlepas seluruhnya begitu juga dengan pengait b r a yang juga dilepaskan oleh Daniel, kembali dia re m as kedua labu import itu dengan sangat kencang.
"Paman ah," lirih Britney yang terpaksa mengakhiri ciuman itu.
Daniel menatap wajah Britney dengan tatapan penuh ga i rah, begitu juga dengan Britney yang sangat hanyut oleh ga i rah yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.
Daniel memainkan kedua ujung pucuk labu import milik Britney sehingga Britney mele nguh dan kedua tangannya mencengkram jok mobil.
"Sssttt Paman," kedua kaki Britney pun mulai meronta-ronta saat Daniel memilir-milir pucuk labu import miliknya dengan lihai.
"Aku mau mi mi," Daniel menatap kedua labu import dengan tatapan naf su.
Britney pun mengangguk pelan, setelah mendapatkan persetujuan Britney, Danile langsung menyambar pucuk labu import sebelah kanan untuk dia masukan kedalam rongga mulutnya lalu dihi sapnya, hingga tubuh Britney bergetar untuk pertama kalinya ada yang meng hi sap labu import miliknya.
Sensasinya luar biasa nikmat, geli, dan membuat tubuh bagian bawahnya semakin lembab! Satu tangan Daniel mer em as labu import sebelah kiri, sementara satu tangannya lagi sudah menyingkap rok sekolah Britney, Daniel mengelus-elus kedua paha Britney jengkal demi jengkal membuat Britney mendongakkan wajahnya keatas.
Satu labu importnya dihi sap terus, satunya lagi di re m as kencang dan kini kedua pahanya dielus hingga tubuh Britney merinding geli.
"Paman, sssttthh aku tidak tahan," Britney membuka lebar kedua kakinya, seolah memberikan akses agar Daniel lebih melakukan sesuatu yang lebih pada bagian tubuh yang sejak tadi sudah lembab.
Namun sepertinya Daniel ingin menyiksa Britney dengan tidak akan memberikan apa yang dia mau saat ini, Daniel lebih suka melakukannya secar bertahap. Lagipula Daniel belum puas dengan labu import senikmat ini.
Tak kunjung mendapatkan apa yang dia inginkan, Britney semakin frustasi lalu menekan wajah Daniel agar semakin tenggelam didalam kedua labu import miliknya.
Daniel pun semakin meraup labu import itu hingga seluruh rongga mulutnya terisi penuh, di hi sapnya terus oleh Daniel satu persatu secara bergantian labu import besar itu membuat Britney memainkan bagian bawahnya sendiri oleh jari-jari tangannya saking tidak tahan lagi.
Disekitar area labu import itu sudah dipenuhi oleh sisa-sisa saliva Daniel karena sejak tadi Daniel betah meng hi sap kedua labu import itu seperti layaknya balita yang sedang kehausan. Setelah puas dengan kedua labu import milik Britney, Daniel pun melepaskannya.
"Paman emtth," Britney masih menikmati sisa-sisa akibat perlakuan Daniel terhadap tubuhnya.
__ADS_1
"Nanti kita terlambat," bisik Daniel.
"Ih Paman si,"
"Nanti kita teruskan lagi ya?"
Britney pun mengangguk malu, karena terlihat betul Britney menikmati setiap hal yang dilakukan oleh Daniel.
Daniel kembali memasangkan pengait b r a yang tadi dia lepaskan, kemudian mengancingkan kembali baju seragam Britney.
"Paman rasanya geli sekali,"
"Kau suka sayang?"
"Iya, kalau Paman suka tidak?"
"Tentu saja, nikmat sekali labu mu itu Brit, besar dan sangat kencang sayang,"
"Nanti di hi sap Paman terus jadi lebih besar tau,"
"Masa? Tau darimana?"
"Tapi punyamu sudah sangat besar Brit, sampai tidak muat didalam mulutku,"
"Paman nakal banget,"
"Kau yang sudah membuatku nakal begini,"
Britney pun tersenyum malu, lalu mobil itu pun melaju meninggalkan basemant apartemen untuk menuju sekolah SMA terfavorit di kota ini.
Sepanjang perjalanan Daniel duduk dengan tidak nyaman karena bagian bawahnya sungguh mengganjal.
"Sial, haruskah aku lakukan sekarang? Bisa-bisa Britney dan aku terlambat, tapi aku naf su sekali melihat kedua paha Britney dan juga labu import itu meskipun ditutupi seragam masih sangat terlihat besar." Dalam hati Daniel.
"Paman, nanti kita jadi pergi ke beberapa daerah?"
"Iya jadi, Senin depan! Mudah-mudahan tempatnya strategis dan bisa untuk membuat mini outlet untuk memasarkan prodak kosmetik perusahaan ku,"
__ADS_1
"Kenapa harus di daerah-daerah? Kan di kota-kota besar outletnya sudah banyak?"
"Aku ingin bukan hanya kalangan orang kaya saja yang bisa membeli dan menikmati kosmetik perusahaan ku, tapi juga orang dari daerah-daerah bisa ikut memakai kosmetik buatan perusahaan ku! Tentunya dengan harga yang lebih ekonomis,"
"Wah Paman keren sekali,"
"Setiap wanita baik di kota atau di daerah terpencil, mereka layak memakai kosmetik untuk mempercantik wajah mereka, dan aku ingin mulai projects ini secepatnya,"
"Aku jadi minder, suamiku kaya dan pintar, sementara aku bodoh dan manja,"
"Nanti seiring berjalannya waktu, kau pasti bisa merubah semua itu, aku percaya itu,"
"Tapi kenapa wanita Amazon itu harus ikut Paman?"
"Wanita Amazon? Sierra maksudnya?"
"Iya, siapa lagi,"
"Sierra itu sangat membantu pekerjaanku Brit, jarang ada sekertaris sekompeten itu! Bahkan dia nantinya yang akan memikirkan bagaimana caranya dapat menjual prodak kami dengan harga ekonomis, tapi perusahaan tetap untung,"
"Bagaimana memang caranya Paman?"
"Sepertinya pajak bangunan di daerah itu tidak semahal di kota, pasti jauh lebih ekonomis dan kita bisa manfaatkan itu untuk menekan harga prodak, lalu bisa dengan memproduksi kemasan prodak yang lebih sederhana dan banyak lagi, nanti Sierra akan pilihkan yang lebih efisien!"
"Nanti aku akan belajar Paman, agar aku bisa menjadi sekertaris mu, sekertaris pe mu as untuk mu," bisik Britney.
"Brit jangan membuatku memarkirkan mobil ini bukan di sekolah ya,"
"Kalau bukan disekolah lalu dimana?"
"Hotel," bisik Daniel.
♥️♥️♥️
Sini othor bisikin lagi : pagi-pagi udah bahas hotel aja kalian ya, ga mikirin banget perasaan yang jomblo gimana ini maak😄masih kuat engga buat lanjutin baca😁
__ADS_1
Jangan Lupa like komen votenya sayang-sayangku.