Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 12


__ADS_3

Semua orang didalam ruangan itu langsung menatap tajam pada Britney, Daniel pun segera menarik Britney untuk pergi dari sana.


"Lepas Paman, lepaskan!"


"Hei lepaskan Britney, jangan sentuh kekasihku Tuan Daniel!" Reymond segera menarik tangan Britney yang satunya lagi.


Daniel pun menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu melepaskan tangannya dari Britney..


"Sierra kau tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa kok Niel," Sierra memasang wajah sedih.


"Sierra tolong antar klien kita ke ruangan meeting saja ya!"


"Iya Niel, mari Tuan kita lanjutkan di ruang meet saja kondisi di sini sedang tidak kondusif!"


Klien-klien itu pun terlihat kesal dengan ulah Britney yang mengacaukan pembasahan mereka. Sementara Britney ingin kembali melabrak Sierra, namun Daniel menghalangi dengan tubuhnya.


"Paman, kau membela wanita jalangg itu?"


"Britney, kita pulang sekarang!"


"Tidak Paman, aku belum selesai dengan Sierra dia itu harus diberi pelajaran!"


"Benar itu, suami macam apa malah bela wanita lain daripada istrinya!" Reymond malah mengompori.


"Maksudmu aku tidak membela kekasih mu ini?" tunjuk Daniel pada Britney.


Membuat Britney semakin kesal karena Daniel justru terlihat bersikap sinis terhadapnya.


"Kau benar Paman, Britney memang kekasiku bukan istrimu karena kau payah!" Reymond bersikap arogan di depan Daniel.


Tak lama kemudian Sierra masuk untuk menemui Daniel.

__ADS_1


"Oh ini dia nih dasar jalangg sini kau! Brengsekk dasar wanita jahanam!" Britney hendak mencakar wajah Sierra, namun Daniel melindungi dengan tubuhnya hingga Daniel terlihat seperti memeluk Sierra.


Tentu saja hal itu tidak disia-siakan oleh Sierra dia pun terlihat menderita dan terlihat lemah agar Daniel terus melindunginya.


"Britney kau kasar sekali!"


"Paman!" Hanya kata itu yang bisa terlontar dari mulut Britney saat melihat suaminya sendiri melindungi sekertarisnya sampai terlihat seperti memeluk.


Tangan Britney mendadak kaku! Britney mulai berhenti menyerang Sierra, entah kenapa melihat sikap Daniel melindungi Sierra membuat hatinya terasa sakit.


"Ayo honey aku akan membantumu menjambak wanita ini!"


Britney justru terdiam kedua matanya berkaca-kaca, lalu pergi meninggalkan ruangan Daniel, sementara Daniel hanya menatap kepergian Britney.


"Terimakasih Niel, kau melindungi ku dari keganasan Britney!" Sierra memeluk Daniel.


Daniel pun dengan sigap menyingkirkan pelukan Sierra. Jujur saja Daniel sangat kecewa sekali dengan Britney, klien-klien penting itu akan sangat berpengaruh untuk kelancaran prodak terbarunya! Tapi dengan ulah Britney, dia berhasil menghancurkan image perusahaan dengan kesalahan seperti tadi.


"Sierra urusan tentang ini belum selesai! Kau besok menghadap ku dan jelaskan semuanya!"


"Apa meetingnya bisa ditunda?"


"Kau mau menghancurkan launching prodak terbaru kita? Kau mau membuat klien kita semakin tidak respect dengan perusahaan kita? Kita sudah habis-habisan untuk prodak ini Niel, dan kalau gagal kau pikir apa yang akan terjadi terhadap perusahaan mu?"


"Kalau begitu kita selesaikan meeting secepatnya!" Daniel buru-buru menemui klien dan berusaha menenangkan pikirannya dengan tidak terpancing emosi. Sementara Sierra sangat senang sekali dengan ulah Britney, rencananya untuk memancing emosi gadis manja itu berhasil hingga membuat Daniel tidak bisa meninggalkan kantor karena harus menangani masalah serius akibat ulah istrinya.


Sierra memang sekertaris handal, dia tampil presentasi di depan layar monitor dan terus meyakinkan klien-klien yang tadi sempat dibuat kesal akibat ulah Britney, Sierra dengan tenang dan pintarnya menjelaskan prodak terbaru perusahaan mereka, tanpa ada cacat sedikitpun hingga menjawab seluruh keraguan klien-klien di dalam ruangan itu dengan sangat kompeten.


Inilah alasan Daniel tidak membiarkan Britney mencakar wajah Sierra, karena yang akan presentasi di depan para klien itu adalah Sierra. Bayangkan jika perkelahian itu tadi berlanjut dan wajah Sierra dicakar atau ditampar oleh Britney maka klien pasti akan semakin ragu dengan perusahaan Daniel, sementara modal yang dikeluarkan sangatlah fantastis untuk mendongkrak prodak terbaru perusahaannya.


Britney keluar dari perusahaan Daniel, dengan tatapan mata kosong dan tanpa terasa air matanya menetes, masih terbayang disaat tadi Daniel tidak membiarkannya mencakar wajah Sierra.


"Britney honey, kau kenapa sweety?"

__ADS_1


"Aku ingin pergi ke bar hingga malam!" Britney menghapus air matanya dan mengutuk Daniel dalam hatinya.


"Nah gitu dong, mending begitu kita ke bar dan bersenang-senang sampai malam kalau perlu sampai pagi! Tapi sweety ku jangan sedih lagi ya honey,"


Britney pun menganggukkan kepalanya, lalu keduanya pergi menuju bar tempat biasanya mereka datangi. Untuk pertama kalinya , Britney meminum banyak sekali bir yang dituangkan oleh Reymond, Britney bahkan meminta Reymond untuk tidak berhenti menuangkan minuman ke gelasnya.


Sementara Daniel berusaha keras agar meetingnya bisa cepat selesai dan dua bisa segera menjelaskan segalanya pada Britney, Daniel sampai melupakan makan siang dan juga makan malam demi bisa menyelesaikan pekerjaannya dan pulang lebih cepat. Hingga pukul 20.00 malam, semua pekerjaan sudah bisa Daniel tangani dengan baik dan lancar. Daniel pun buru-buru meninggalkan kantor sementara Sierra mengejarnya.


"Niel tunggu! Antar aku pulang ya!"


"Sierra dengar besok kau harus menghadap ku dan jelaskan apa yang membuat istriku sampai marah terhadap mu, dan tolong jangan dekati aku selain untuk urusan pekerjaan!" Daniel langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


Setibanya di apartemen Daniel tidak mendapati Britney di sana, Daniel lantas kembali ke dalam mobilnya untuk mencari Britney, Daniel benar-benar khawatir. Daniel pun teringat ucapan Larisha bahwa Britney sering pergi ke Bar besar di pusat kota, Daniel segera memacu mobilnya untuk mencari Britney.


Saat tiba di halaman parkir, Daniel melihat Reymond dan Britney sudah berada di atas motor, dan Britney memeluk Reymond dengan kedua tangannya namun sepertinya Britney sudah mabuk berat. Reymond melajukan motornya, dan Daniel pun segera mengejar motor yang dikendarai oleh Reymond.


Kondisi jalanan ramai lancar berbeda dengan sepeda motor yang bisa menyalip kanan kiri, mobil yang dikendarai Daniel harus sabar menembus keramaian.


"Reymond kau mau bawa kemana istriku!" Daniel terus berusaha membunyikan klakson agar mobilnya bisa diberikan jalan yang leluasa oleh kendaraan disekitar.


Reymond melajukan motornya dengan kencang, begitu juga dengan Daniel meskipun keadaan ramai namun Daniel tetap berusaha untuk bisa menyalip agar tidak kehilangan jejak! Rasanya sakit sekali melihat Britney semakin jauh dari pandangannya dan begitu erat memeluk Reymond, sementara saat dengannya Britney tidak mungkin mau memeluknya seperti itu.


Daniel menepis seluruh kekecewaannya terhadap Britney, yang penting baginya sekarang dia bisa mengejar motor ngebut itu dan membawa istrinya pulang.


♥️♥️♥️


Sayang Daniel banyak-banyak! Kamu memang ga pernah terpancing emosi, tapi please Daniel bela istrimu kalau didepan cewek lain kasian Britney juga jadinya.🥲


Nih si Cantik Britney lagi mabuk maak.



Titisan Dajjal nih Sierra 😤

__ADS_1



__ADS_2