Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 76


__ADS_3

Joanna memperhatikan wajah Elrald yang terlihat seperti banyak masalah, namun Joanna tidak berani untuk bertanya terlebih lagi mereka tidak sedekat itu untuk saling bertanya.


"Kita pulang ya, sudah malam,"


"Pulang kak?"


Dalam hati Joanna padahal masih ingin ngobrol-ngobrol saling mengenal lebih dekat namun sepertinya Elrald tidak pernah bahagia ketika Joanna temani.


"Haruskah aku berhenti saja menyukai kak El, sepertinya dia sudah punya kekasih dan tidak tertarik padaku, apa aku tanya saja daripada penasaran?" dalam hati Joanna.


"Kak,"


"Iya!"


"Aku boleh tanya sesuatu?"


"Tanya saja!"


"Kau sudah punya kekasih?"


Seketika Elrald berhenti berjalan, pandangan kedua matanya langsung tertunduk beberapa saat Joanna tidak mendapatkan jawaban, Elrald seperti sedang menyiapkan jawaban dan tak lama kemudian Elrald menatap wajah Joanna.


"Iya aku sudah punya kekasih,"


Jleb..


Rasanya sakit tapi tidak berdarah mendapatkan jawaban yang tidak diharapkan oleh Joanna. Kini Joanna sadar dibalik pembicaraan Elrald yang alakadarnya rupanya ada hati yang sedang dia jaga, dan sebagai wanita baik-baik berhenti menyukai Elrald adalah jalan yang harus dipilih oleh Joanna.


Joanna lebih dulu melangkah maju dan berusaha mengalihkan rasa sakit hatinya dengan berolahraga kecil menggerakkan kedua tangannya kesamping dan keatas.


"Selamat ya kak, semoga cepat menikah!"


"Terimakasih doanya,"


Keduanya kembali ke rumah, dan Joanna sudah memutuskan untuk tidak lagi memelihara perasaannya dengan Elrald bahkan sebisa mungkin mengurangi interaksinya dengan Elrald agar perasaan itu tak kunjung melebar.


"Aku masuk kamar duluan!" kata Elrald yang berlalu masuk kedalam kamarnya.


Sementara Joanna melihat punggung laki-laki itu kini hilang tertutup pintu kamar berwarna coklat kayu.


Hah...


"Move on Joa, dia sudah punya kekasih tidak baik memelihara perasaan yang bisa membuat mu terluka lebih dalam lagi." Dalam hati Joanna.


Keesokan harinya!!


Elrald pergi mengantar Angeline untuk membeli 3 unit mobil agar kemana-mana mereka tidak harus menunggu taxi, sementara Britney dibantu oleh Joanna memasak di dapur.


Britney melihat Joanna mengiris bawang bombai sambil melamun dan wajahnya terlihat murung pagi ini.


"Woi, ngelamun terus ada apa si?"


"Brit, semalam aku bertanya sama kak El tentang dia sudah memiliki kekasih atau belum,"


"Hah? Kau frontall sekali Joa bertanya to the point begitu,"


"Habis daripada berharap terus,"


"Terus apa jawabannya?"


"Katanya dia sudah memiliki kekasih,"


"Yah, masa si? Hubby bilang dia tidak pernah melihat kak El berkencan dengan wanita manapun, siapa ya kekasihnya kau tidak tanyakan?"

__ADS_1


"Brit, apa kau mau mati? Masa iya aku bertanya siapa pacarnya, sudahlah aku akan mencari pacar baru di kampus baru kita nanti!"


"Iya lebih baik kau lupakan kak El jika memang dia sudah punya kekasih, jangan jadi orang ketiga,"


"Sayang!"


Daniel muncul menghampiri Britney yang sedang memasak di dapur dan langsung memeluk Britney dari belakang, mendapatkan pelukan hangat dari suami tercinta Britney pun langsung membalikkan tubuhnya dan melum at bibir Daniel dihadapan Joanna.


"Baik-baik tuh masakan gosong!" Joanna pergi meninggalkan dapur karena tidak ingin melihat adegan pluss plus lebih jauh lagi.


Hahaha..


"Jahil banget si istriku ini," Daniel memegangi pinggul Britney.


"Dia sedang patah hati by, kak El rupanya punya pacar,"


"Oh ya? Siapa?"


"Entahlah,"


"Kasihan Joanna, dan kau malah memanasinya dengan ciuman tadi?"


"Aku memang ingin mencium mu,"


"Kalau begitu kita ke kamar sekarang, tanggungjawab!"


"By, aku belum selesai masak! Obat tadi pagi sudah diminum semua kan?"


"Iya sudah,"


"Masih mual?"


"Masih," Daniel memeluk mesra tubuh Britney.


"Terimakasih istriku,"


"Sama-sama sayang,"


"Kau tidak mau pakai asisten rumah tangga saja?"


"Tidak perlu, jasa cleaning seminggu dua kali sudah cukup! Nanti makanan kan bisa beli atau aku dan momy Angie yang masak,"


"Ku semakin dewasa, sayang kau dengar momy mu yang cantik ini sudah semakin dewasa jadi kau harus cepat lahir ya nak!" Daniel mengelus-elus perut Britney.


"Iya Dady cepat sembuh biar bisa jaga aku dan momy!" Britney menirukan suara anak kecil.


Siang harinya!


Britney, Daniel dan Joanna sarapan bersama sambil banyak mengobrol dan bercanda ria membicarakan Felicia yang katanya akan berkunjung kesini saat libur kuliah bahkan Felicia mogok makan selama setengah hari gara-gara tidak diizinkan untuk pindah ke Kanada oleh orangtuanya.


Hahahaha...


Daniel dan Britney tertawa mendengar cerita Felicia dari Joanna, tak lama kemudian Elrald dan Angeline tiba di rumah setelah sejak pagi tadi pergi ke showroom mobil.


"Ngobrolin apa kalian, seru sekali!"


"Feli mom, masa mogok makan cuma setengah hari!" sahut Britney.


"Aku ke kamar dulu ya semuanya!" Joanna menghindari Elrald karena perasaannya masih sedih mengetahui Elrald sudah memiliki kekasih jadi lebih baik menghindar dari Elrald.


"Loh Joa!" teriak Britney.


Joanna tidak bergeming dan naik kelantai atas.

__ADS_1


"Joanna kenapa itu Brit?" tanya Angeline.


"Biasa mom, sakit!"


"Aduh, kita bawa ke rumah sakit kalau begitu!"


"Engga perlu mom, nanti begitu ketemu cowok ganteng sembuh sendiri sakitnya!"


"Ah kau ini Brit bisa saja,"


"El makan dulu sini!" ajak Daniel.


"Iya Tuan!"


Angeline dan Elrald pun menyantap makan siang yang dimasak oleh Britney dan Joanna.


"Brit kau sudah semakin pandai memasak ya sekarang?"


"Iya kan sering belajar sama momy Risha,"


"Hebatnya Gadi kecil ini sudah menjelma sebagai wanita dewasa yang cantik dan pandai sekali memasak,"


"Biar hubby makin sayang sama aku mom,"


"Benar juga ya!"


"Niel, mobil sudah momy beli nanti sore kemungkinan dikirim ya El,"


"Iya Nyonya sore ini dikirim 3-3nya,"


"Nah bisa buat Britney ngampus sama Joanna, bisa buat momy belanja, dan bisa buat Elrald kalau pergi denganmu!"


"Iya mom terimakasih banyak ya!"


Selesai makan siang, Daniel harus kembali istirahat didalam kamarnya ditemani oleh Britney sementara Angeline memilih berkunjung ke tetangga dekat rumah sambil memperkenalkan diri dan keluarganya yang baru pindah kesini.


Elrald yang bosan hendak pergi ke kamarnya, namun melihat pintu kamar Joanna terus tertutup, gadis itu juga tidak kelihatan sejak tadi. Elrald berpikir untuk mengambil charger miliknya karena handphonenya sudah laubet.


Tok.


Tok.


Tok.


"Siapa itu? Britney kali ya?" gumam Joanna sambil berjalan hendak membuka pintu kamanya.


Klek..


Dilihatnya Elrald berada tepat dihadapannya.


"Ih ngapain si nih cowok udah bilang punya kekasih masih aja ganggu ketuk-ketuk pintu," dalam hati Joanna.


"Ada apa kak?" dengan wajah jutek.


"Mau ambil charger, kau sudah memakainya?"


"Eh aku sudah kepedean aja, rupanya cuma mau ambil charger doang," dalam hatinya.


"Iya tunggu sebentar kak," Joanna mengambilkan charger milik Elrald yang semalam dia pakai.


"Ini kak, maaf lama," menyodorkan charger.


"Tidak apa-apa," Elrald langsung pergi setelah mendapatkan charger itu.

__ADS_1


__ADS_2