Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 47


__ADS_3

Daniel sangat menyukai kelihaian Britney yang mengambil alih permainan diatasnya, Britney bergerak lincah dan terlihat semakin bernaf su sementara Daniel menikmati pucuk labu import kiri dan kanan milik Britney yang selalu menjadi favoritnya saat sedang seperti ini.


Setelah cukup lama bergerak keatas kebawah dengan cepat, Daniel seperti hampir mencapai puncaknya diakhirinya hi sa pan dikedua labu import milik Britney, wajah Daniel mendongak keatas sementara tangannya mencengkram kuat pinggul Britney.


"Ah aku sampai Britney, ah!"


Daniel meng e rang panjang dan berhasil menggapai puncak kenikmatan yang sudah lama dia rindukan, keduanya berpelukan dengan nafas yang tersengal-sengal.


"By, nanti aku hamil bagaimana?"


"Tidak akan, kau kan masih pakai KB Brit,"


"Yasudah, ayo pakai lagi pakaian kita! Kau kan janji akan membawa ku jalan-jalan sore ini!"


"Baiklah sayang kau sama sekali tidak mengizinkan aku untuk mengatur nafas terlebih dahulu?"


"Kan sudah, memang masih capek?"


"Kau tidak sadar pergerakan mu sangat lincah Brit, aku sampai berkeringat seperti ini karena mengimbangi mu!"


Daniel malah mendekatkan hidungnya dan menggesek-geseknya dengan hidung Britney.


"Tapi kau suka kan by, kalau aku liar seperti tadi?"


"Aku selalu menyukainya! Lakukan lagi nanti di rumah!"


"Oke, tapi sekarang cepat lepaskan aku by!"


"Iya iya sayang, istriku ini kalau ada kepengen gak bisa sabar sedikit saja,"


Britney akhirnya turun dari pangkuan Daniel, meskipun melihat Daniel masih kecapean dan sedang mengatur nafas, tapi Britney kekeh menyuruh Daniel cepat-cepat pakai pakaian lagi.


Daniel dan Britney pun sudah kembali memakai pakaian mereka, meskipun ada banyak tisu yang tercecer disekitar karpet, keduanya tidak pedulikan dan cepat-cepat keluar dari dalam ruangan.


Saat hendak meninggalkan ruangan kerjanya bersama Britney, Elrald datang menghampiri Daniel.


"Tuan, kau akan meninggalkan kantor?"


"Iya El, apa masih ada meeting?"


"Tidak kok, silahkan anda menikmati waktu sore dengan nona Britney, karena aku sudah mengatur meeting hari ini hanya sampai siang tadi!"


"Eh kak El tidak usah panggil aku nona! Aku kan junior mu di kampus,"


"Tidak apa, kau disini adalah istri dari atasan ku, menghormati mu sama halnya itu menghormati atasanku,"


"Wah, by kau harus naikan gaji kak El,"

__ADS_1


Hahaha..


"Beres! El, tolong urus laptop ku dan minta office boy membersihkan serpihan cangkir didalam!"


"Urus laptop? Serpihan cangkir? Memang ada apa Tuan?"


"Ada gempa tadi, jadi laptop dan cangkir itu jatuh ke lantai,"


"Hah? Gempa? Ta-tapi kapan Tuan, aku tidak merasakan adanya gempa?"


"Tadi kak, ada kok gempa guncangan sampai dahsyat banget," ledek Britney membuat Daniel menepuk dahinya sendiri.


"Yasudah Tuan, akan aku urus!"


Daniel dan Britney akhirnya meninggalkan kantor setelah keduanya membuat Elrald dirundung rasa penasaran akan gempa yang mereka ceritakan.


Sore ini Daniel menepati janjinya untuk mengajak Britney kemana pun yang dia mau, Britney menjatuhkan pilihannya untuk berkunjung ke acara festival tahunan semarak kembang api dan pusat kuliner khas negara ini.


Britney sangat senang sekali, dia bisa berkunjung ke festival tahunan ini bersama laki-laki yang dicintainya! Di festival itu, Britney membeli beberapa jajanan tradisional yang berjejer di sepanjang jalan, suasananya sangat ramai mereka yang datang ke festival ini selain untuk berburu kuliner-kuliner yang khas, juga untuk menantikan semarak kembang api yang biasanya dimulai pada jam 19.00 malam.


Britney menggandeng Daniel mengajaknya terus berjalan dan membeli jajanan disepanjang jalan.


"By, aku kekenyangan sekali! Aku tidak kuat jalan,"


"Astaga, lagian kau memakan semua jajana yang ada Brit,"


"Memang selama ini kenapa kau tidak selalu kesini?"


"Dady akan melarang ku, momy juga mereka sangat bawel mereka akan berkata Britney, jajanan disana kurang bersih, tidak higienis!" Britney memperagakan gaya bicara momy dan Dadynya.


Hahahaha...


"Kau ini lucu sekali si Brit,"


"Makanya sekarang aku senang, terimakasih ya by kau sudah mau membawaku kesini,"


"Sama-sama sayang, setelah hari ini dimana pun tempat yang ingin kau kunjungi, bicaralah padaku aku pasti akan mewujudkannya,"


Britney pun memeluk erat tubuh Daniel, rasanya pria dihadapannya ini sangat manis dan paling baik diseluruh dunia, Britney merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Daniel.


"Kita cari posisi yang enak untuk lihat semarak kembang apinya, mau?"


"Mau by, tapi aku kekenyangan kakiku tidak bisa lagi berjalan jauh,"


"Kalau begitu naiklah kepunggung ku!" Daniel membelakangi Britney untuk menggendongnya dibelakang.


"Ta-tapi aku berat by, tidak mau ah!"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku kuat naiklah!"


Britney pun akhirnya naik kepunggung Daniel.


Trektekk..


Bunyi tulang punggung Daniel karena Britney ternyata memiliki berat badan yang lumayan juga.


"By, suara apa itu?"


"Ah itu, bunyi sepatu ku!'


"Kok seperti bunyi tulang?"


"Tidak, ini sepatu ku kadang suka bunyi memang,"


"Berat tidak by?"


"Tidak kok sayang," Daniel pun mulai melangkahkan kakinya untuk menuju tempat yang agak tinggi agar bisa menikmati semarak festival kembang api tahunan ditempat yang bisa menampilkan keindahan kembang apinya dengan jelas.


Wajah Daniel terlihat seperti penuh beban, urat-urat didahinya mulai keluar, langkah kakinya mulai gontai tapi demi gadis kesayangannya Daniel menahan itu semua dan berusaha kuat hingga sampai diatas sana.


Sementara Britney menikmati momen saat pertama kalinya dia digendong dibelakang seperti ini oleh seorang laki-laki, rasanya bahagia sekali apalagi pemandangan diatasnya ada jutaan bintang-bintang yang menghiasi langit malam ini.


Daniel mulai berkeringat dingin, sementara Britney menyandarkan kepalanya dibahu Daniel, sebentar lagi Daniel akan sampai ditempat yang agak tinggi itu! Disana juga sudah banyak pasangan yang sedang menantikan peluncuran kembang api.


Akhirnya dengan sudah payah Daniel berhasil membawa Britney hingga ketempat yang tinggi.


Terdengar deru nafas Daniel yang masih terdengar capek sekali.


"By, kau berkeringat, kau pasti kelelahan karena menggendong ku! Tuh kan aku gendut ya by?" Britney mengusap keringat Daniel dengan tangannya.


"Tidak tidak, aku berkeringat karena memakai jaket ini! Bahannya jelek, kau lihat ini membuat setiap orang yang memakainya berkeringat seperti ku ini," Daniel membuka jaket kulit yang dia kenakan.


Britney pun melihat jaket itu adalah jaket mahal dan milik brand terkenal, tentu saja bahannya sangat nyaman bila dipakai jadi tidak mungkin membuat Daniel berkeringat, tapi Daniel benar-benar menjaga perasaan Britney dan tidak mau mengatakan Britney itu berat.


"By, aku mencintaimu!"


Duar.....


Duar...


Suara kembang api membuat Daniel tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Britney, karena semarak kembang api baru saja dimulai kembang api kembang api itu mulai bertebaran di langit yang gelap menjadi gemerlap penuh warna.



__ADS_1


__ADS_2