
Larisha dan Tuan Lan langsung lemas dan rasanya dunia tidak adil bagi putri mereka, disaat kabar bahagia itu datang di keluarga Limson tapi kenapa harus diiringi dengan kabar duka yang teramat pedih bagi Britney.
"Kenapa harus Daniel dad? Kenapa harus Daniel yang divonis kangker otak, kenapa bukan momy saja!"
Hiks.
Hiks.
Hiks.
"Momy jangan bicara seperti itu mom, kau dan Daniel kalian dua orang yang paling berharga bagi Britney! Dady akan menelpon Dokter Fred dan menanyakan rumah sakit terbaik untuk penderita kangker, Daniel pasti bisa disembuhkan!"
"Kasihan Britney dad, dia sedang mengandung sekarang seharusnya Britney merasakan bahagia tapi ini apa? Hatinya pasti hancur saat karena mengetahui Daniel menderita penyakit separah ini,"
"Inilah tugas kita yang sesungguhnya mom, kau dan aku harus menguatkan Britney,"
"Maaf Paman dan Bibi, kalian kalau mau melihat keadaan Daniel silahkan nanti Britney biar aku dan Feli yang jaga,"
"Terimakasih ya Joanna, Paman dan bibi titip Britney sebentar Fel kalau sudah sadar kalian telepon bibi saja!"
"Baik bi,"
Larisha dan Tuan Lan pun pergi ke ruangan tempat Daniel terbaring lemah, disana ada Elrald yang sedang menunggu Daniel sambil duduk disamping ranjang.
"El, apa Daniel belum sadar juga?"
"Siang Nyonya, Tuan, sepertinya Tuan Daniel semakin parah dia semakin sering sakit kepala akhir-akhir ini!"
"Kenapa Daniel tidak cerita kepada kami, walau bagaimanapun kami ini kan pengganti orangtuanya disini!"
"Tuan Daniel hanya takut nona dan kalian semua khawatir dan sedih dia tidak menginginkan hal itu apalagi kalau sampai nona shock seperti saat ini,"
"Ya sudah El, kau boleh pulang sekarang kami yang akan menjaga Daniel disini!"
"Apa tidak apa-apa Tuan?"
"Tidak apa-apa, kau pergilah dan istirahat,"
"Baiklah kalau begitu Tuan, aku akan menghandle beberapa pekerjaan Tuan Niel terlebih dahulu di kantor!"
"Terimakasih El!"
Elrald pun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit karena pekerjaan Daniel yang ditinggalkan pun sangat banyak. Sementara Tuan Lan dan Larisha menemani menantunya yang tak kunjung sadar itu.
"Mom, aku akan menelpon orangtua Daniel, Angeline dan Damian harus tau anak mereka sakit serius,"
"Iya Dad, kau juga harus menemui Dokter dan tanyakan secara detail segala sesuatunya,"
__ADS_1
"Iya mom, kau tunggu disini ya!"
Tuan Lan pun meninggalkan ruangan Daniel untuk menelpon orangtua Daniel dan mengabari bahwa putra mereka divonis kangker, setelah memberi kabar ke Jerman orangtua Daniel sangat shock mendengar kabar buruk ini dan secepatnya mereka akan datang ke negara ini untuk melihat kondisi Daniel.
Tak sampai disitu Tuan Lan juga menemui Dokter yang selama ini menangani kondisi Daniel dan sempat memberikan beberapa kali kemoterapi pada Daniel.
Dokter menjelaskan bahwa kondisi Daniel tidak bisa menjalani pengobatan namun tetap bekerja yang akhirnya hasil dari pengobatan itu kurang efektif, membuat sel kangker yang seharusnya bisa diatasi agar tidak semakin menyebar justru malah semakin parah.
"Baiklah Dok, terimakasih atas penjelasannya!"
Tuan Lan pergi meninggalkan ruangan Dokter, namun tak puas dengan informasi yang didapat, Tuan Lan pun menelpon Dokter Fred, dialah Dokter asal Singapura yang dulu menangani Laluna adik Larisha sehingga Laluna bisa sembuh total.
"Hallo Fred, apa kabar?"
"Hallo Lan, kabar baik! Bagaimana semua keluarga mu disana?"
"Baik Fred, hanya saja,"
"Hanya saja? Ada apa Lan?"
"Daniel, menantuku! Dia divonis kangker otak dan sel kangker itu kini semakin menyebar!"
"Daniel suami dari Britney kan?"
"Iya Fred, aku benar-benar pusing dengan musibah ini, kasihan Britney dia sedang hamil tapi suaminya malah divonis sakit parah!"
"Oh my God, gadis kecilku sedang mengandung! Lan aku tidak tau harus happy atau sedih mendengar dua kabar sekaligus ini,"
"Lan, sebenarnya ada satu negara dengan pengobatan terbaik penyakit kangker! Kau harus secepatnya membawa Niel ke sana!"
"Benarkah? Dimana itu Fred?"
"Salah satu rumah sakit di Kanada, rumah sakit itu khusus untuk penderita kanker mereka memiliki fasilitas perawatan kanker terlengkap di dunia dan fasilitas perawatan radiasi terbesar di Kanada!"
"Apa kau ada kenalan disana Fred?"
"Tentu ada, aku akan menghubungi mereka agar menyiapkan ruangan VIP untuk Daniel!"
"Terimakasih banyak Fred, terimakasih!"
"Sama-sama Lan, segera bawa Daniel ke Kanada dan aku akan ke sana juga untuk mengurus segala sesuatunya!"
"Baik Fred, aku akan mengurus semuanya!"
Tuan Lan sangat lega akhirnya dia menemukan saran untuk pengobatan terbaik yang bisa dilakukan agar Daniel bisa sembuh total dari penyakit mematikan itu.
Sementara di ruangan rawat Britney perlahan membuka kedua kelopak matanya dan melihat sekelilingnya dilihatnya juga Feli dan Joanna keduanya tengah menatap lekat Britney.
__ADS_1
"Kalian, bisakah jauhkan wajah kalian dariku?" lirih Britney.
"Kau sudah sadar Brit?" Felicia dan Joanna lega Britney sudah sadar.
"Aku sadar tapi bisa pingsan bila terus melihat wajah kalian yang abstrak sedekat ini!"
"Sialan kau!" Felicia dan Joanna pun tersenyum.
"Apa aku pingsan?"
"Kau tidak ingat?"
"Seingat ku aku memergoki Daniel dan wanita hamil!"
"Lalu setelah itu? Apa kau lupa apa yang dikatakan oleh Elrald?"
Britney mencoba mengingat-ngingat dan ingatannya tentang menampar Daniel lalu Daniel pingsan dan satu perkataan Elrald baru saja teringat oleh Britney bahwa Daniel divonis kangker otak.
"Fel, Jo,"
Hiks.
Hiks.
"Tenang Brit, kau harus kuat!" Joanna mengerti dengan sedihnya Britney saat ini.
"Kau tidak boleh stres Brit, itu bisa berdampak pada perutmu!" kata Felicia.
"Perutku? Maksudmu apa Fel?"
"Kau sedang mengandung Brit, selamat ya Brit kami ikut bahagia!" ungkap Joanna.
Joanna dan Felicia serempak memeluk Britney setelah memberikan kabar bahagia itu, tangisan Britney pun semakin nyaring saat mengetahui hal yang paling diinginkan oleh Daniel sejak lama akhirnya terwujud.
Tapi kenapa disaat kehamilan ini datang, justru orang yang paling menginginkan kehamilan ini menderita sakit serius.
"Aku hamil, tapi Daniel sakit parah! Aku takut Jo, aku takut Daniel akan meninggal!"
"Britney kau harus bisa menjadi support sistem terbaik untuk Daniel saat ini, jangan malah pesimis! Percayalah Daniel pasti bisa sembuh!" Joanna berusaha agar Britney tetap berpikiran positif.
"Benar itu kata Joanna, Brit kau tidak boleh menampakkan kesedihan mu dihadapan Daniel nanti yang ada dia makin kepikiran stres berat dan akhirnya sel kangker itu semakin menyebar, apa kau mau begitu?"
"Tidak Fel, aku tidak mau itu terjadi!"
"Kalau begitu berhenti menangis, kau harus terlihat tegar demi Daniel dan calon bayimu itu!"
"Kami akan selalu menemanimu Brit, kau tidak sendirian!"
__ADS_1
"Momy dan Dady, mereka?"
"Mereka sedang menemui Dokter dan menemani Daniel!"