Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 34


__ADS_3

Britney pun dibuat melongo karena ini baru pertamakalinya dia dipercaya untuk memegang kartu sebanyak ini, dan sudah pasti kartu-kartu ini berisi uang yang jumlahnya sangat banyak. Biasanya Britney hanya dijatah uang jajan saja oleh momy dan dadynya tapi sekarang Daniel justru memberikan banyak uang untuknya.


Britney pun kegirangan karena itu berarti dia bisa boros menggunakan uang tidak perlu lagi takut diomeli oleh momy dan dadynya.


Emuah..


Britney mencium pipi Daniel kiri dan kanan karena kegirangan.


"Terimakasih by, aku senang sekali nanti aku akan belanja ya by semua yang aku mau!"


"Iya sayang, sekarang kau paham kan kalau laki-laki itu harus bekerja keras, karena,"


"Karena untuk membahagiakan istrinya, aku bisa beli yang aku suka kan by? Tas limited edition boleh ya by?"


"Iya boleh dong, aku kerja keras kan untukmu Brit,"


"Asik, yasudah aku akan menemanimu kerja by! Agar uangmu semakin banyak," Britney memeluk Daniel dengan erat.


Sierra yang sejak tadi menguping karena kamar mereka bersebelahan, dan Sierra juga mengintip ke balkon kamar Daniel dan Britney, kembali merasakan sakit dihatinya. Daniel sudah benar-benar memperlakukan Britney layaknya seorang istri, sampai semua uangnya Britney yang pegang.


"Niel, harusnya aku yang kau perlakukan seperti itu Niel bukan wanita manja itu! Ini tidak boleh aku biarkan, hanya aku yang pantas dan aku ingin diperlakukan seperti Britney, aku capek hidup sebagai wanita mandiri! Aku juga ingin ada seseorang yang memanjakan aku seperti Britney." Sierra menangis tersedu-sedu.


Keesokan harinya, Daniel dan yang lainnya pergi menuju tempat sarapan yang sudah disediakan oleh penyedia hotel, disana menu sarapannya sudah include dan pastinya lengkap bukan hanya satu menu saja.


Daniel pergi ke toilet sebentar, sementara Britney dan Sierra serta supir kantor duduk di meja yang sama.


"Sierra kau kenapa? Matamu bengkak seperti tersengat lebah!"


"Iya, kau lebahnya," ketus Sierra.


"Lebih tepatnya aku ini madunya sedangkan Daniel itu lebahnya karena dia yang selalu meng hi sapku!"


"Diam Britney kau pikir aku ada waktu untuk meladeni gadis manja seperti mu!" Sierra pergi untuk mengambil menu sarapan yang dia mau.


Britney pun menyusul untuk mengambilkan sarapan untuknya dan untuk Daniel, dilihatnya Sierra sudah membawa dua menu sarapan ditangannya.


"Tunggu Sierra, kau rakus atau kau sengaja membawa dua menu sarapan itu untuk suamiku?"


"Iya, ini untuk Daniel karena aku tau dia tidak punya istri yang becus yang bisa melayaninya dengan baik!"


"Kau keliru Sierra, aku yang akan melayani suamiku dan membawakannya sarapan, lebih baik kau makan itu semua untukmu!"

__ADS_1


"Britney Britney, istri macam apa yang tidak tau makanan kesukaan suaminya! Memangnya kau pikir Daniel akan memakan menu yang kau bawakan itu? Dasar tidak becus!"


Britney yang terus menerus mendapatkan omongan ejekan dari Sierra langsung kesal dan melemparkan sepiring makanan kewajah Sierra.


Bragh...


Awww...


"Perih-perih!" Sierra mencari-cari lap untuk menyingkirkan makanan diwajahnya.


Hahahaha.


"Rasakan itu! Sudah jangan bantu dia, biarkan saja!" ujar Britney pada supir kantor Daniel yang hendak memberikan tisu pada Sierra.


"Tapi non,"


"Biarkan aku bilang!"


Sieraa terus meringis perih sambil terus tangannya berusaha mencari apapun itu untuk mengelap wajahnya. Daniel yang baru saja datang dari toilet melihat wajah Sierra yang sudah dipenuhi oleh makanan, spontan saja langsung membuka bajunya untuk mengelap makanan yang tercecer diwajah Sierra.


"Sierra apa yang terjadi! Astaga," Daniel mengelap wajah Sierra menggunakan bajunya sendiri yang tadi dia lepas.


Melihat Daniel malah menolong Sierra, membuat Britney murka dengan suaminya itu.


"Britney stop!" Daniel melepaskan tangan Britney yang menahannya.


Lalu setelah wajah Sierra berhasil dibersihkan dari makanan, Sierra masih belum bisa membuka matanya karena masih perih akibat makanan itu masuk kedalam matanya juga! Daniel segera membawa Sierra menuju toilet untuk membantunya membersihkan wajahnya.


Hahh..


Britney menarik nafas panjangnya saat melihat Daniel membawa Sierra tanpa mempedulikan perasaannya!


"Wanita Amazon brengsek." Gumam Britney yang hatinya merasakan sakit saat Daniel tidak mendengarkannya untuk tidak membantu Sierra.


Didalam toilet beberapa office boy membantu Daniel untuk membersihkan wajah Sierra, karena makanan itu masih panas, jadi wajah Sierra mengalami ruam merah yang lumayan banyak! Sierra mencuci wajahnya diwastafel hingga bersih, dan akhirnya kedua matanya tidak lagi merasakan perih.


"Sierra apa masih perih?" tanya Daniel.


"Ini Tuan saya ambilkan obat tetes mata dan obat oleh untuk menghilangkan ruam merah diwajah nona itu!" ujar salah seorang office boy.


"Iya terimakasih!"

__ADS_1


Aaaaaa....


Sieraa menatap kecermin dan melihat wajahnya terdapat ruam merah akibat makanan panas yang dilemparkan Britney pada wajahnya.


"Niel wajahku, merah begini Niel!" Sierra menangis tersedu-sedu.


"Sieraa kau tenang, ini ada obat oles wajahmu pasti segera membaik setelah pakai obat oles ini!" Daniel menyodorkan sebuah obat oles.


Namun Sierra menepisnya hingga obat oles itu jatuh kelantai!


"Kau sadar Niel ini semua ulah istrimu, dia seperti monster dia jahat!"


"Sieraa cukup, aku tau Britney seperti apa! Dia tidak akan melakukan hal seperti itu jika kau tidak memancingnya!"


"Niel buka matamu lebar-lebar, ini perbuatan berbahaya! Kau lihat wajahku, dan sekarang kau masih membela istrimu itu?"


"Sieraa aku minta maaf atas perbuatan Britney, biar aku yang bertanggungjawab untuk pengobatan wajahmu hingga sembuh!"


"Nona dipakaikan obat oles juga ruamnya pasti akan hilang kok!" ujar office boy itu.


"Diam kau!" Sierra masih kesal dengan perbuatan Britney.


Daniel pun kembali memungut obat oles itu lalu memberikannya pada Sierra.


"Ini terserah kau mau pakai atau tidak! Tapi Sierra, aku sudah minta maaf atas nama istriku, karena apapun kesalahannya itu berarti salahku sebagai seorang suami yang tidak bisa mendidiknya!"


"Kau terlalu naif Niel, gadis bar bar itu akan menghancurkan hidupmu!"


"Cukup Sierra, aku yakin istriku melakukan itu bukan semata-mata karena dia ingin, kau pasti membuat emosinya yang masih labil bangkit hingga kau sendiri yang menuai hasilnya!" Daniel pergi meninggalkan Sierra yang masih betah didalam toilet.


Ketika Daniel kembali, Britney sudah menatapnya penuh kekecewaan.


"Maxi, kita pulang ke kota sekarang saja! Survei akan dilakukan nanti!" ujar Daniel pada supir kantornya.


Daniel duduk disamping Britney, sementara Britney masih menahan kesal karena Daniel justru menolong Sierra tadi.


"Aku kecewa padamu!"


"Lantas, kau mau aku membiarkan Sierra dengan wajah yang dipenuhi makanan panas dan kedua mata yang hampir tidak bisa melihat itu? Terus mencari pertolongan, begitu Britney?" sinis Daniel.


__ADS_1


♥️♥️♥️


Intinya Sierra jelas salah tapi Britney juga emosinya masih labil banget jadi gak mikir panjang langsung seblok aja itu muka si wanita Amazon 🤣untung bukan sambel yang melayang ke mukanya.


__ADS_2