Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 89


__ADS_3

Sementara itu Elrald mencari-cari keberadaan Joanna karena sudah sangat larut malam Joanna tidak kunjung pulang ke rumah! Elrald pun meminta orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan handphone Joanna, karena ditelpon pun percuma Joanna tidak mau mengangkat teleponnya.


Setelah mendapatkan kiriman lokasi keberadaan Joanna, Elrald segera menuju tempat tersebut, titiknya berhenti disalah satu diskotik terbesar di kota ini.


Segera El turun dari mobilnya dan masuk kedalam diskotik yang syarat akan lampu jedag jedug dan musik yang nyaring terdengar dari DJ yang berada didepan.


Dicarinya Joanna diantara kerumunan orang-orang yang sedang berpesta dan meminum minuman keras. Dua pasang mata Elrald melihat Joanna yang sedang berjoget sangat lincah dengan beberapa pria yang mengelilinginya.


Hati Elrald benar-benar marah melihat Joanna seperti itu, apalagi pakaian Joanna yang sangat seksi membuat Elrald segera menariknya dari kerumunan para pria itu.


Joanna yang tidak suka Elrald membawanya pergi dari tempat semula terus berusaha melepaskan dirinya.


"Lepas kak, apa-apaan si ganggu banget!" Joanna kekeh tidak mau meninggalkan diskotik tersebut.


"Ikut aku, atau aku akan melakukan hal lain jika kau menolak!"


"Memang apa hak ku mengaturku? Kau siapa? Pergi sana!"


Mendapatkan terus penolakan dari Joanna, dan Joanna terus berusaha melepaskan kedua tangannya membuat Elrald menarik tangan Joanna hingga tubuh keduanya saling menempel. Dilum atnya bibir Joanna itu tanpa ampun.


Emm...


Joanna menolak mendapatkan ciuman dari Elrald, digigitnya bibir Elrald agar laki-laki itu melepaskan ciumannya, namun bukannya kapok Elrald justru membalas gigitan kasar Joanna dengan gigitan lembut dibibir atas Joanna.


"Bagaimana kau masih mau menolak? Aku akan melakukan lebih dari ini,"


"Cukup! Oke aku akan ikut denganmu!" Joanna pun akhirnya mau keluar dari dalam diskotik yang super berisik itu.


"Biarkan mobil yang kau bawa disini, nanti aku akan orang membawanya!"


"Kenapa si kak, kenapa kau terus memberikan harapan padaku? Kau sadar kak, kau itu sudah menghamili wanita lain! Seharusnya kau pergi jauh dari hidupku, lupakan aku!"


"Masuk!" Elrald membuka pintu mobil.


"Tidak bisakah kau biarkan aku terbebas dari rasa sakit ini! Aku tidak tahan lagi, kau jahat!" Joanna masuk kedalam mobil lalu menangis tersedu-sedu didalam mobil.


"Jangan pakai pakaian seperti itu Joa, aku tidak suka!"


"Berhenti bicara denganku! Kau urus saja sana calon istri dan anakmu!"


"Joa, bukan hanya kau yang sakit! Kau pikir aku tidak tersiksa akibat kesalahan dimasa laluku?"


"Aku tidak peduli denganmu! Dan jangan lagi campuri urusanku!"

__ADS_1


"Kita akan pulang sekarang, besok kau kuliah nanti telat bangun paginya!"


Keduanya pergi meninggalkan diskotik menuju rumah. Setibanya di rumah Joanna langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Daniel dan Britney yang baru saja pulang berjalan-jalan, melihat Joanna pergi begitu saja meninggalkan Elrald yang masih terdiam dihalaman rumah.


"El, kau berhasil menemukannya?"


"Iya Tuan, kalian darimana?"


"Jalan-jalan saja! Kami sudah lama tidak jalan-jalan berdua!"


"Oh ya, besok aku akan menyetir sendiri mengantar Britney kuliah, kau antar Joanna juga nanti!"


"Baik Tuan! Wanita ngambek itu biasa El, kejar terus!" bisik Daniel.


Britney dan Daniel pun masuk kedalam rumah sementara Elrald menyalakan sebatang rokok dan memilih berdiam diri di halaman rumah untuk menjernihkan pikirannya.


Dari balkon kamarnya dilantai atas, Joanna melihat Elrald yang sedang melamun berdiri sambil menikmati sebatang rokok ditangannya. Tanpa diduga Elrald menengok kearah balkon membuat Joanna buru-buru membalikkan badannya.


"Maka sekali, nanti dia menyangka aku sedang memperhatikannya!" kata Joanna.


Lama berbalik badan, Joanna melirik sedikit kearah halaman rumah, rupanya Elrald tidak ada disana.


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memakaikannya jaket.


"Astaga, kak El kenapa masuk ke kamarku?"


"Aku sudah bilang jangan pakai pakaian seperti itu, malah nongkrong dibalkon,"


"Terserah akulah!"


"Mau aku hukum lagi,"


"Kau tidak berhak menyentuh ku! Sana keluar dari kamarku!"


"Berjanjilah jangan pakai pakaian seperti ini besok ke kampus!"


"Terserah aku lah, kakak urus saja sana wanita yang sedang mengandung anakmu itu!"


"Kau cemburu?"


"Untuk apa? Aku rasa sudah jelas kan kita tidak memiliki hubungan apapun jadi tolong jangan lagi dekati aku, karena mulai besok aku akan membuka hati untuk laki-laki lain,"

__ADS_1


Elrald menarik nafas dalam-dalam.


"Besok aku akan mengantarmu ke kampus, pakai pakaian yang aku pilihkan!" Elrald masuk kedalam kamar dan membuka lemari pakaian Joanna.


"Itu tidak sopan! Kau tidak berhak mengatur ku! Pergi sana!" Joanna memukul-mukul punggung Elrald.


Sementara Elrald fokus mencarikan pakaian yang tidak minim untuk Joanna.


"Nah pakai yang ini besok," celana jeans panjang dan kaos longgar dipilih oleh Elrald.


Joanna pun membuangnya ke lantai.


"Aku sudah bilang aku akan pakai pakaian minim, lagipula dengan berpakaian minim pasti lebih banyak lagi laki-laki yang tertarik padaku!"


"Kesabaran ku sudah habis Joa!"


Joanna melihat kedua mata Elrald dengan penuh amarah bercampur dengan gai rah. Elrald semakin mendekatinya sementara Joanna terus mundur kebelakang.


Elrald meraih tubuh Joanna dengan kedua tangannya sementara bibirnya sudah kembali menyatu dengan bibir Joanna. Meskipun Joanna coba memukuli tubuh Elrald namun Elrald justru memperdalam ciumannya.


Ciuman itu turun dileher Joanna, Elrald menikmati setiap inci leher jenjang Joanna, memutar tubuh Joanna bersandar dilemari pakaiannya sendiri sementara Elrald menye sap leher itu disetiap incinya hingga meninggalkan bekas-bekas kemerahan disepanjang leher Joanna.


Saat berada didekat Joanna, Elrald tidak dapat menahan naf sunya dan selalu ingin menyentuh Joanna.


"Kak jangan lakukan ini, ah," de sah Joanna akhirnya lolos juga setelah Elrald terus menciumi lehernya.



Begitu banyak jejak kepemilikan yang dibuat oleh Elrald, diji latinya leher Joanna membuat Joanna meremat pundak Elrald. Pikiran jernihnya terus menolak perlakuan Elrald namun tubuhnya merespon sebaliknya, Joanna bahkan menginginkan sentuhan-sentuhan dibagian lainya saat ini.


Namun Elrald tak ingin melakukan itu sekarang, dia hanya ingin memberikan efek jera saja agar Joanna tidak lagi berpakaian seksi dan pergi ke diskotik.


Setelah banyaknya bekas kissmark yang dia tinggalkan barulah Elrald melepaskan leher Joanna.


"Jangan melawanku lagi, dan istirahatlah!" Elrald tersenyum lalu menge cup dahi Joanna.


Membuat Joanna kesal dan langsung memalingkan wajahnya. Begitu Elrald keluar dari dalam kamarnya, Joanna bercermin dan melihat lehernya yang dipenuhi oleh jejak-jejak kepemilikan Elrald.


"Ah sial! Besok hari pertama ku kuliah kenapa dia melakukan ini!"


♥️♥️♥️♥️


Yang belum like disetiap babnya, balik lagi yuk! Maaf ya kalau makk bikin alurnya agak lambat.

__ADS_1



__ADS_2