
Britney kekeh menolak dan masih berharap Daniel akan segera datang.
"Brit, aku tulus ingin mengantar mu pulang aku janji tidak akan membawamu ke club malam!"
Malam mulai dingin dan Britney rasa memang sebaiknya dia segera pulang walaupun itu harus dengan Reymond.
"Baiklah, tapi langsung antar aku pulang ke apartemen!"
"Iya, yasudah aku ambil mobil dulu ya!"
Elrald yang terbangun dari tidurnya dimeja kerja, langsung mengerjap kaget.
"Astaga aku ketiduran," dilihatnya Daniel pun sama tertidur dimeja kerjanya.
"Tuan Daniel, bangun!"
Elrald menggoyang bahu Daniel agar CEO.itu segera bangun. Daniel pun tak lama bangun dan melihat jam ditangannya.
"Astaga El, apa kita ketiduran?"
"Iya Tuan, kita ketiduran! Saya harus pulang sekarang Tuan!"
"Iya yasudah, saya juga harus segera menjemput istri saya!" Daniel bergegas mengambil kunci mobilnya dan menuju basemant kantor.
Elrald pun melajukan mobilnya, beruntung tempat tinggalnya saat ini tidak jauh dari perusahaan Daniel, karena kemarin Elrald baru pindah ke apartemen yang baru sehari ia tempati itu.
Dengan kedua mata yang masih mengantuk, Elrald memasuki lift untuk naik ke lantai atas saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba satu tangan menahan hingga pintu lift itu terbuka kembali.
Sierra masuk kedalam lift dengan masih mengenakan pakaian kerja, Elrald buang melihat wajah wanita itu tidak asing lagi baginya langsung mengingat-ngingat siapa wanita ini.
"Nona, kau yang waktu itu terciprat air genangan hujan oleh mobilku kan?"
Sierra mendelik lalu setelahnya mengalihkan pandangannya dari Elrald.
"Mau apa lagi kau mengikuti ku sampai ke apartemen ini? Mau minta dibalikin jaketnya? Jaket jelek begitu saja masih ditagih-tagih,"
"Oh jadi kau tinggal di apartemen ini?"
"Anak kecil engga usah kepo dan banyak tanya deh,"
"Kau salah nona, aku bukan anak kecil! Aku mahasiswa semester akhir dan aku sudah mendapatkan pekerjaan!"
"Sombong!"
__ADS_1
"Bukan bermaksud sombong, hanya agar kau tidak memanggil ku anak kecil lagi,"
Ting.
Pintu lift terbuka dan Sierra keluar dari lift diikuti oleh Elrald dari belakang.
"Astaga, kau benar-benar mengikuti ku untuk mengambil jaket lusuh itu lagi? Benar-benar miskin,"
Namun Elrald hanya menghembuskan nafas panjangnya dan tetap mengikuti jejak langkah Sierra, Sierra segera membuka kunci pintu apartemennya lalu bergegas mengambil jaket milik Elrald untuk dikembalikan.
"Ini jaket mu dan sudah aku cuci jadi jangan pernah lagi mengikuti ku!" Sierra menyodorkan jaket berwarna hitam itu.
Elrald pun menarik jaket ditangan Sierra dengan kencang hingga tubuh Sierra ikut terseret hingga mendekati Elrald, deru nafas keduanya bahkan saling bertukar.
"Terimakasih karena jaket ku sudah dicuci, tapi aku kesini bukan untuk mengikuti mu atau menagih jaket yang kau bilang lusuh ini, aku kesini karena apartemen kita sebelahan nona!" Elrald menyunggingkan senyum dibibirnya lalu berlalu ke pintu sebelah Sierra dan masuk kedalamnya.
Membuat Sierra tidak menyangka laki-laki itu ternyata tetangga baru apartemennya. Rasanya malu sekali sudah menuduh ini dan itu pada laki-laki muda yang tampan seperti Elrald.
"Ah sudahlah, lagipula laki-laki muda itu memang pantas menerima hinaan itu dariku, dia saja sudah membuat bajuku kotor akibat cipratan air hujan." Gumam Sierra lalu masuk kembali kedalam apartemennya.
"Wanita dewasa itu cantik dan seksi sekali, tapi galak dan judes!" Gumam Elrald.
Sementara Daniel yang sudah mencari Britney disekitaran kampusnya tidak mendapatkan keberadaan istrinya itu, jelas saja Daniel sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada Britney akibat dirinya ketiduran di kantor.
Diperjalanan pulang arah ke apartemennya, Britney dibuat kesal karena Reymond sangat lambat mengemudikan mobilnya.
"Rey kau bisa nyetir engga si?"
"Sabar Brit, aku kan baru bisa nyetir kau kan tau selama SMA aku kemana-mana memakai motor jadi aku masih kaku bawa mobil,"
"Kalau begini kapan sampenya Reymond?"
"Sabar dong cantik, aku takut kalau ngebut nanti mobil Dady ku ini lecet dan kita kenapa-kenapa bagaimana?"
"Yasudah terserah kau saja!"
Dengan mengendarai mobil secara pelan-pelan, Reymond berhasil sampai di depan gerbang masuk apartemen Britney, disaat yang sama mobil Daniel tiba di gerbang apartemen dan melihat Britney keluar dari mobil seseorang, tak lama Reymond pun ikut keluar dari bangku kemudi.
"Brit, aku tidak diajak masuk dulu buat minun?"
"Reymond kau kan kaya, beli saja sana minuman dijalan, sudah aku capek mau buru-buru naik keatas!"
"Yasudah kalau kau tidak mau mengajakku untuk mampir, sampai jumpa besok Britney," Reymond kembali kedalam mobil sementara Britney langsung menuju unit apartemennya.
__ADS_1
Daniel sangat kecewa melihat Britney diantar pulang oleh laki-laki apalagi itu adalah Reymond mantan kekasihnya! Rasanya sedih sekali karena terlalu kelelahan sampai ketiduran dan telat jemput Britney. Daniel memukul-mukul stir mobilnya sendiri.
Britney tiba di apartemen dan langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang tamu, hatinya kembali kesal bila mengingat Daniel terus menerus telat menjemputnya! Bahkan handphonenya tidak aktif.
Klek..
Terdengar pintu dibuka, dan Britney langsung tau kalau itu Daniel. Britney segera pergi dari sofa menuju kamarnya karena malas dengan Daniel.
"Britney tunggu!"
"Aku capek," ketus Britney.
"Aku minta maaf Brit,"
"Untuk apa minta maaf kalau diulang-ulang terus! Bikin muak saja,"
"Tapi kau tidak harus pulang dengan laki-laki lain kan?" sindir Daniel.
Britney langsung memicingkan kedua bola matanya, lalu berjalan menghampiri Daniel.
"Lalu aku harus menunggu mu yang entah sampai kapan ingat untuk menjemput ku, begitu? Atau aku harus naik bis umum yang sepi itu, atau aku naik taxi yang sudah banyak kejadian tindakan pele cehan didalam taxi? Iya kau mau aku seperti itu?"
"Britney aku tau aku ketiduran karena terlalu lelah, aku yang salah! Tapi aku tidak mungkin tidak menjemput mu sayang,"
"Pentingkan saja sana pekerjaan mu itu, monoton dan membosankan!" Britney lantas membanting pintu kamarnya dengan keras.
Brugg..
"Britney, ayolah jangan seperti ini buka pintunya Brit!"
"Lain kali tidak usah banyak janji denganku," Britney membantingkan tubuhnya diatas ranjang.
"Britney, buka sayang! Aku tidur dimana Brit?" Daniel terus menggedor-gedor pintu kamarnya.
"Tidur saja sana di kamar sebelah!" Britney berteriak.
Daniel pun pergi menuju kamar sebelah dan tak lagi menggedor-gedor pintu kamar Britney, Daniel sadar betul Britney semarah ini akibat keteledorannya hari ini sehingga membuat Britney kecewa dan marah.
♥️♥️♥️
Britney jangan galak-galak loh, kasian suamimu udah kerja keras ehh ga dapet jatah😌
__ADS_1