
Daniel dan Britney masuk kedalam mobil untuk segera menuju ke sekolah.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
"Paman, kenapa tubuhmu tinggi dan kekar padahal aku tidak pernah melihatmu berolahraga?"
"Entahlah mungkin ini faktor genetik, Dady juga kan tinggi dan kekar! Kenapa, kau suka tubuhku?"
"Iya, aku menyukainya kau wangi dan kekar," Britney mengigit bibir bawahnya.
"Britney, kenapa harus menggigit bibir begitu, kau sengaja memancing ya? Nakal!" Daniel mencubit pipi chubby Britney.
"Ihh Paman, wajar saja aku bereaksi saat memandangi tubuhmu! Aku sudah 17 tahun, bahkan teman-temanku sudah melakukannya dengan kekasih mereka,"
Daniel pun tersenyum pada Britney mendengar Britney iri dengan teman-temannya yang sudah merasakan nikmatnya surga dunia.
Setibanya di sekolah, Daniel memarkirkan mobil lalu keduanya keluar dari mobil! Tak lama kemudian muncullah mobil Sierra yang menghalangi Daniel dan Britney Sierra pun segera turun dari mobil lalu menghampiri Daniel.
"Morning Niel,"
"Sierra ada apa kesini?"
"Aku hanya mau mengingatkan saja, besok kita kan akan ke beberapa daerah untuk survei tempat, kau tidak lupa kan?"
"Tolong deh caper banget jadi sekertaris, itu bisa kau katakan lewat telepon tidak perlu repot kemari dan menemui suamiku!"
"Maaf ya nona Britney, kami sedang membicarakan masalah bisnis jadi tolong jangan ikut campur!"
"Sudah-sudah! Baik Sierra aku tidak lupa, sekarang kau pergilah!"
"Oke sampai ketemu besok Niel,"
Sierra melajukan mobilnya berlalu pergi dari sekolah Britney.
"Dasar wanita Amazon dia tuh caper banget si sama Paman!"
__ADS_1
"Oh jadi aku ini Paman bukan suami ya?"
"Paman, em maksduku," Britney bingung sendiri.
Daniel pun mendekatkan wajahnya dengan telinga Britney.
"Pokoknya nanti aku tidak mau dengar kau mend esah dengan menyebut kata Paman, kau paham?" Daniel tersenyum nakal pada Britney.
Mendengar bisikan Daniel pagi-pagi begini membuat Britney merinding.
Sore harinya bel kepulangan sekolah sudah berbunyi, sore ini baik Daniel maupun Britney lebih bersemangat karena mereka akan ke Dokter dan memasang alat penunda kehamilan.
Daniel sudah menunggu didalam mobilnya, tak lama kemudian Britney pun masuk kedalam mobil..
"Sore hubby,"
"Apa itu panggilan baru untukku?"
"Iya, aku tidak mau lagi memanggil mu Paman, karena kau suamiku,"
"Sepertinya aku harus buru-buru mengendarai mobil ini agar segera sampai di klinik!"
Keduanya turun untuk menemui Dokter wanita yang akan memasang penunda kehamilan pada Britney, bukan tidak mau memiliki momongan namun mengingat Britney masih sekolah dan Britney juga masih sangat muda, Daniel memutuskan tidak ingin terburu-buru memiliki momongan.
Sore itu setelah memasang KB untuk Britney, Daniel dan Britney pun buru-buru pulang ke apartemen, rasanya sepanjang jalan Daniel sudah mencuri-curi pandang menikmati setiap lekuk tubuh Britney.
Daniel sangat tidak sabar untuk memiliki seutuhnya tubuh gadis cantik itu! Britney sangat cantik, putih mulus seperti boneka, tubuhnya juga sintal dan yang paling menarik perhatian Daniel adalah, setiap harinya Britney selalu berpakaian minim. Mungkin itu sebabnya saat berada didekat Britney, hasratt Daniel selalu meletup-letup.
"Yah lampu merah!" keluh Britney.
"Lampu merah disini cukup lama," Daniel memberikan kode.
"Lalu, agar tidak bosan kita harus apa?" Britney menantang.
Daniel pun menarik tubuh Britney lalu langsung melahap bibir Britney, satu tangan Daniel melingkar dipinggul Britney sementara satu tangannya lagi memegangi tulang pipi Britney.
__ADS_1
Lampu merah yang seharusnya sangat membuat bosan pengguna jalan bosan dan kesal, justru ditangan Daniel dan Britney lampu merah bisa berubah menjadi sebuah waktu untuk saling melu m at.
Dilepaskannya bibir Britney oleh Daniel, dengan keduanya yang masih saling menatap, deru nafas keduanya seolah tak sabar untuk segera saling memiliki dan saking menggali hal yang lebih menyenangkan dari sekedar ciuman di lampu merah.
"Sabar Niel, sebentar lagi sampai." Dalam hati Daniel.
Bagian tubuh bawahnya bahkan sudah terasa sesak dari dalam celananya, membuat Daniel duduk dengan bergeser-geser, Britney yang melihat Daniel menatapnya seperti sudah tidak sabar, meraba-raba kedua tulang pipi Daniel, kemudian tangan Britney beralih meraba leher Daniel lalu membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan oleh Daniel.
Terlihat Daniel menelan salivanya saat Britney berhasil membuka kancing kemejanya yang kedua, lalu dilanjut oleh Britney hingga ketiga kancing kemeja Daniel sudah berhasil dibukanya.
Britney mendekatkan wajahnya pada dada bidang Daniel yang sudah berhasil setengahnya polos karena tiga kancing kemejanya terbuka.
Terasa jelas dikulit dadaa Daniel nafas Britney yang hampir menyentuh kulit dadaanya, membuat jantung Daniel berdetak lebih kencang. Britney mendaratkan bibirnya didadaa Daniel secara perlahan, Daniel merasakan bagaimana lembutnya bibir Britney saat menyentuh kulitnya, membuat has rat Daniel semakin meningkat.
"Ah Britney, aku tidak akan melepaskan mu kali ini!" Lirih Daniel.
Bibir Britney mulai bergerak menyusuri inci demi inci kulit didadaa Daniel yang sedikit ditumbuhi oleh bulu-bulu halus itu, sesekali Britney menekan bibirnya lalu kembali bergeser menyusuri dadaa bidang Daniel.
Seluruh tubuh Daniel merespon sentuhan-sentuhan dari bibir Britney yang penuh kelembutan dan perlahan menyusuri dadanya itu. Dingin, lembut, dan membuat Daniel terus gelisah akibat ulahnya.
Semakin tak tahan, Daniel mengangkat wajah Britney lalu kembali mel um at bibir Britney dengan penuh bir a hi, menye sapnya lalu memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Britney.
Tittttt....
Bunyi klakson tanda lampu merah sudah berganti hijau sudah terdengar saat Daniel belum juga melajukan mobilnya akibat sedang menyalurkan has rat yang menggebu-gebu dalam dirinya pada Britney. Daniel pun melepaskan ciumannya karena tak ingin membuat pengendara lain semakin marah.
Britney tersenyum sambil menatap kearah Daniel, sementara Daniel fokus menyetir dan melajukan mobilnya menuju ke apartemen. Setidaknya lampu merah sekarang bukan lagi hal yang menyebalkan untuk Daniel.
Daniel dan Britney tiba di apartemen, disana sudah tidak terdapat anak buah group Limson karena situasi beberapa hari ini terpantau aman dan group brotherhood tak lagi muncul batang hidungnya.
"Britney, besok kau mau kan ikut ke beberapa daerah untuk survei tempat?" Daniel duduk di sofa.
"Tentu, aku tidak mungkin membiarkan suamiku hanya pergi berdua dengan wanita Amazon itu!" Britney duduk di samping Daniel.
__ADS_1
♥️♥️♥️
Duh engga ikhlas pokoknya maak othor 🤣 pasang KB udah, berduaan di apartemen udah, perkenalan sama labu import juga udah, terus tinggal apalagi ya yang belum????🤭