Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 59


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk rawat jalan Daniel bersama Elrald meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah Tuan Lan, saat ini memang proposal untuk usaha barunya bersama Tuan Lan masih dalam tahap diskusi bersama sehingga Daniel memutuskan untuk tinggal lebih lama dengan mertuanya itu.


Apalagi setelah divonis kangker otak seperti saat ini, Daniel memutuskan agar tetap tinggal di kediaman Tuan Lan kalau-kalau Daniel harus bolak-balik bertobat nantinya Britney tidak akan sendirian ada kedua orangtuanya yang akan menemani.


Setibanya di halaman kediaman Tuan Lan, mobil berhenti Daniel lebih mempersiapkan dirinya agar terlihat baik-baik saja dihadapan Britney dan mertuanya nanti.


"El apa kau punya lipglos?"


"U-untuk apa aku mempunya lipglos Tuan, aku kan bukan wanita!"


"Benar juga hanya laki-laki tertentu saja yang memiliki lipglos!" Gumam Daniel.


Daniel pun melangkah untuk masuk kedalam rumah namun Elrald tak ikut melangkahkan kakinya.


"Kenapa kau diam saja disana?"


"Aku ingin langsung pulang saja Tuan, apa boleh?"


"Kau tidak mau minum atau sarapan dulu di rumah mertuaku?"


"Lain kali saja Tuan, ada urusan penting soalnya!"


"Baiklah, kau boleh pulang!"


"Tuan, jika kau butuh sesuatu atau sakit itu datang kembali segera hubungi aku, obat-obatan yang harus kau minum sudah aku masukan kedalam tas kerja mu!"


"Terimakasih El, hati-hati dijalan!"


"Baik Tuan, aku permisi!" Elrald segera masuk kedalam mobil untuk meninggalkan kediaman Tuan Lan, terburu-burunya Elrald tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menemui Sierra yang dia tinggalkan di apartemen miliknya sendiri karena ternyata Sierra sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi sekarang.


Daniel masuk kedalam rumah sambil menenteng tas kerjanya yang saat ini terisi oleh obat-obatan yang harus dia minum. Tiba dimeja makan dari jarak yang cukup jauh, Daniel melihat Britney yang sedang beradu argument dengan kedua orangtuanya, yang jelas Daniel melihat betapa cantiknya Britney, dia terlihat terus mengoceh gadis itu memang selalu cerewet terhadap siapapun, Daniel juga melihat Tuan Lan dan Larisha tertawaan gembira dengan entah apa yang dibicarakan oleh Britney karena Daniel tidak dapat mendengar dengan jelas dari jaraknya saat ini.


Sepertinya Britney dan kedua orangtuanya itu hendak sarapan bersama, Britney yang melihat kedatangan Daniel segera berlarian untuk bisa segera memeluk Daniel.


"Hubby kau sudah pulang?" Britney memeluk Daniel dengan erat dan Daniel pun membalas pelukan erat Britney.


Rasanya tidak sanggup bila suatu hari nanti harus menghilang dari dunia ini meninggalkan Britney yang sangat Daniel cintai.


"By, jangan pergi-pergi mendadak lagi ya! Aku sedih deh, aku khawatir, aku juga rindu by, kau rindu tidak padaku?"


"Britney, suami baru datang kok udah ditodong pertanyaan banyak begitu, ajak suamimu duduk dulu!"


"Oh iya dad, hampir lupa maaf ya by!"

__ADS_1


"Iya engga apa-apa sayang, aku sangat merindukanmu!" Daniel tersenyum sambil mengusap rambut Britney.


Pagi ini Britney sangat senang Daniel yang sudah kembali ke rumah hingga berjalan menuju meja makan pun Britney tetap melingkarkan tangannya di pinggang Daniel.


"Niel jangan ngantor dulu kalau baru datang dari luar kota, kau butuh istirahat jangan ditunggu sampai sakit dulu baru istirahat!" nasihat Tuan Lan.


"Iya dad sebenarnya hari ini aku rencanakan untuk tidak ke kantor dan akan menemani Britney membeli barang yang dia suka!"


"Benarkah by? Aku akan beli handphone keluaran terbaru hari ini?" Britney sangat bahagia mendengarnya.


"Iya kan aku sudah berjanji, maaf ya kemarin ada urusan mendadak!"


"Iya tidak apa-apa by, yang penting sekarang aku akan beli bersama mu!"


"Bukankah kau baru ganti handphone baru Brit?" tanya Larisha.


"Iya mom, tapi handphone ku yang ini terkena goresan, nih lihat ada goresan kan?" Britney menunjukkan pada Larisha handphone miliknya.


"Astaga ini goresan engga terlihat sama sekali loh Brit, masih mulus selebihnya! Niel jangan terlalu dimanjakan anak ini, kecuali dia sudah bisa mencari uang sendiri baru boleh beli!"


"Ih momy itu kejam seperti penjajah, jangan dengarkan momy ya by!"


"Tidak apa-apa mom, senyum dan kebahagiaan Britney sangat berharga untuk ku!"


"Hayo mulai kan? Dady juga sering memanjakan mu kan mom, tas limited edition kemarin yang kau suka langsung Dady belikan!"


" Iya dad, momy bercanda kok! Dady selalu memanjakan momy, terimakasih ya Dad 18 tahun lebih kita menikah, dan Dady tetap memanjakan momy!"


Britney dan Daniel pun senang melihat orangtuanya masih romantis padahal pernikahan mereka sudah belasan tahun.


"Aku ingin menua bersama mu Brit, aku berharap kita bisa seperti momy dan Dady Lan, aku ingin selalu mendampingi mu hingga kita tua, aku berjanji akan membahagiakan mu selalu Britney." Dalam hati Daniel.


Selesai sarapan Britney sudah bersiap untuk berangkat kuliah terlebih dahulu! Biasanya jika Daniel tidak mengantar, Britney akan diantar oleh supir Tuan Lan.


"Aku berangkat dulu ya by,"


"Aku akan mengantarmu Brit!"


"Tapi kau kan baru sampai by?"


"Tidak apa, pagi ini aku akan antar dan siang nanti aku juga yang akan jemput, kita akan langsung ke mall dan jalan-jalan sampai malam!"


"Asik, makasih ya by aku jadi semangat kuliah hari ini!"

__ADS_1


Britney dan Daniel pun berpamitan pada Larisha dan Tuan Lan, keduanya pergi bersama dalam satu mobil, beruntungnya kali ini Daniel tidak merasakan adanya tanda-tanda penglihatan kabur atau sakit kepala itu.


"By, kenapa tadi di halaman rumah Dady aku tidak melihat mobil mu?"


"Elrald yang bawa,"


"Oh begitu, kenapa Elrald yang bawa?"


"Malas saja memarkirkan jadi aku menyuruhnya untuk membawanya ke apartemen dia, lagipula itu untuk bisnis kalau pergi pribadi berdua denganmu aku lebih suka bawa mobil ini!" Daniel berkelit.


Mobil yang satunya belum diperbaiki akibat tabrakan beruntun itu, nanti siang Elrald baru akan membawanya ke bengkel, body belakang mobil Daniel cukup parah penyok dan tergores, jadi tidak mungkin mobil itu dipakai Daniel sekarang, bisa-bisa Britney akan mengetahui kalau Daniel terlibat kecelakaan.


"Oh begitu!"


Sesampainya di kampus Britney hendak turun dari mobil, tapi malah menarik tengkuk leher Daniel dan meraup bibir Daniel.


"By kangen, nanti malam ya!" Britney kembali mencium bibir Daniel.


Daniel pun spontan terdiam saat Britney tiba-tiba mencium bibirnya.


"Kau semangat ya kuliahnya, yang pinter belajarnya!"


"Ih jawab dulu!"


"Apa?"


"Kangen by, nanti malam ya!"


"Kangen apa?"


"Kangen dibikin basah olehmu!" Britney kembali meraih tengkuk leher Daniel.


Keduanya sejenak berciuman kembali, naf su Britney akhir-akhir ini memang sedang tinggi di tinggal sehari saja dia sudah haus akan belaian suaminya itu.


Setelah puas berciuman dengan Daniel didalam mobil, Britney pun keluar dari dalam mobil sambil melambai tangannya pada Daniel.


Hanya senyuman yang bisa Daniel tunjukkan didepan istrinya, padahal pikiran Daniel sedang tidak karuan hatinya sedih, dan marah karena penyakit yang dia derita.


♥️♥️♥️



__ADS_1


__ADS_2