Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 16


__ADS_3

Britney yang mendengar suara Sierra ditelepon seperti itu, langsung mematikan telepon itu dan membanting handphone miliknya ke tembok itu hingga handphone itu rusak parah.


Britney berteriak kencang, lalu menangis tersedu-sedu mendengar ada wanita lain disamping Daniel. Rasanya sesak sekali.


"Kenapa sakit? Kenapa hatiku sakit? Kenapa Paman Daniel semudah itu menggantikan posisiku? Kenapa? Paman bilang Paman cinta padaku, bushittt aku benci Paman Daniel, aku benci!" Britney berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.


Sementara Sierra tertawa terbahak-bahak setelah berhasil mengerjai Britney, tanpa disadari Daniel berada dibelakangnya dengan membawa selang infus ditangannya!


"Kali kau akan aku maafkan Sierra karena akan sedikit membantuku!" Daniel tersenyum manis.


"Hah Niel kok bangun si, Dokter kan bilang kau tidak boleh kemana-mana dulu!" Berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Sierra jika sekali lagi kau melakukan hal seperti ini apalagi mengganggu istriku, kita bukan lagi sahabat dan aku akan langsung memecat mu, kau paham?"


"Kenapa si Niel? Gadis itu jelas-jelas bukan gadis yang baik buat mu, aku yang selalu bisa ada untuk mu, mengerti mau mu, tapi kenapa kau terus mempertahankan gadis manja itu?"


"Kau lancang Sierra, kau hanyalah sekertaris pribadiku, jadi ku rasa ucapan mu barusan tidak pantas kau ucapkan!"


"Niel, aku mencintaimu sejak dulu! Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu Niel, tolong lepaskan gadis itu, dan menikahlah denganku!"


"Sierra aku sudah menolak mu, aku ingin kita sebatas sahabat dan partner kerja tidak lebih! Dan satu lagi, hanya Britney yang bisa membuatku merasakan kembali jatuh cinta!" Daniel merebut handphone miliknya dari tangan Sierra lalu kembali ke ruangannya.


Keesokan harinya di sekolah! Britney sekolah dengan tidak semangat dan kedua matanya sembab akibat semalaman menangis, tak lama Reymond merangkulnya dari belakang.


"Pagi sweety,"


"Rey lepas!" Britney melepaskan rangkulan Reymond.


"Honey kau kenapa si empat hari belakangan ini kau seperti cuek padaku? Memang aku ada salah?"


"Rey, aku rasa aku tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita ini?"


"Whatt? Honey bunny sweetyku, kenapa kau mengatakan hal seperti ini? Apa aku ada salah padamu, katakan aku akan perbaiki Brit,"


"Tidak! Ku rasa aku ingin sendiri dulu! Aku tidak lagi mencintai mu Rey, aku ingin sekolah dengan tenang saja!"

__ADS_1


"Britney, kita sudah berhasil menyingkirkan Paman Daniel, dan sekarang kita kembali bersama tanpa laki-laki tua pengganggu itu lagi tapi kenapa sekarang kau minta putus?"


"Apa kau bilang tadi? Laki-laki tua pengganggu? Kau yang pengganggu dasar brengsek!"


Britney mendorong tubuh Reymond hingga Reymond terjatuh, namun Reymond kekeh mengajarnya hingga ke dalam kelas.


"Brit ku mohon jangan putuskan aku!"


"Rey dengar aku sudah tidak mencintai mu lagi! Dan tolong aku ingin sendiri, kepalaku sakit Rey!" Britney terlihat lelah.


Joana dan Felicia yang mendengar Reymond terus mengganggu Britney, segera memisahkan keduanya


"Rey udah Rey kasian Britney! Biarin dia sendiri dulu!"


"Iya pergi sana!" Joana menimpali.


"Oke aku akan pergi Brit, tapi aku engga pernah setuju kita putus!" Reymond kemudian pergi meninggalkan Britney.


"Sini Brit duduk, yang tenang ya Brit!" Joana menyuruh Britney duduk dibangku sambil memijat-mijat kepalanya.


"Udah jangan terlalu dipikirin Brit, nanti Reymond juga cape sendiri mohon-mohon terus gitu!" kata Felicia.


Tidak mungkin juga Britney bercerita bahwa dia galau karena Daniel suaminya akan menceraikannya, secara anak-anak di sekolah ini taunya pernikahan itu hanyalah gosip begitu juga Joana dan Felicia yang taunya Britney menikah itu hanyalah gosip. Yang tau hanya Sisi dan Reymond, tapi Sisi kan sudah diancam oleh Reymond untuk berpura-pura tidak tau, bahkan Sisi sampai membersihkan nama Britney akibat kejadian waktu itu karena Reymond mengancamnya.


Hari-hari berlalu begitu saja! Bahkan masih terdengar jelas dalam ingatan Britney saat Sierra mengangkat telepon itu dengan suara mendesahh seperti Daniel melakukan hal-hal seperti itu. Dan hingga satu Minggu berlalu Daniel tidak ada usaha untuk datang ke rumah Tuan Lan atau mengabari Britney sama sekali. Membuat Britney putus asa dan berusaha menepis bayang-bayang Daniel dalam hidupnya.


Pagi ini, para siswi perempuan terlihat sangat gembira bahkan ada yang sampai jingkrak-jingkrak, entah apa yang sedang digosipkan oleh mereka, Britney cuek saja masuk ke dalam kelas dan Joana serta Felicia segera menarik-narik tangan Britney dengan wajah sumringah.


"Ih aneh banget si semua cewek-cewek di sekolah ini, hari ini pada kenapa si?" Britney mulai kepo.


"Oh my God, Brit tadi kita denger katanya ada guru baru buat ngajar di sekolah kita!" Felicia bercerita dengan excited.


"Ya terus?"


"Katanya gurunya itu guantenggggg polll poll poll Britney, ahh jadi ga sabar banget kan! Coba bentar mau benerin make up dulu!" Joanna mengambil kaca kecil untuk memeriksa make up diwajahnya.

__ADS_1


"Memang setampan apa?"


"Kata yang udah liat si, kaya malaikat ganteng-ganteng dewasa mapan arghtttt uhh jadi pengen garuk deh! Pokoknya Brit, aku akan jadi pacar guru ganteng itu!" Felicia menari-nari tidak jelas saking girangnya.


"Memang ada yang setampan Paman Daniel didunia ini? Aduh Britney udah deh jangan pikirin laki-laki engga bertanggungjawab itu lagi hussss hias jauh-jauh sana Paman Daniel jangan lagi memutar-mutar dikepalai." Dalam hati Britney.


Akhirnya bel sekolah tanda dimulainya pelajaran di kelas pun berbunyi.


Tap.


Tap.


Tap.


Seorang laki-laki bertubuh tinggi berbadan atletis, berwajah tampan dengan beberapa tumpuk buku ditangannya, mulai memasuki kelas yang dihuni oleh Britney dan teman-temannya. Suasana kelas saat ini tengah ricuh, ada yang sibuk maen game, ada yang sibuk dandan, ada juga yang main lempar-lemparan. Kecuali Britney dia memilih tidur di bangkunya.


"Selamat pagi anak-anak!"


Semua siswa dan siswi melirik kearah datangnya suara! Dan para siswi berteriak histeris saking senangnya kelas mereka yang didatangi oleh guru ganteng itu, termasuk Joana dan Felicia namun sepertinya mereka pernah melihat guru tampan itu sebelumnya hanya saja lupa-lupa ingat.


"Eh Brit, bangun gurunya udah dateng jangan tidur terus dong!" Joana berusaha membangunkan Britney.


"Itu siswi yang tidur tolong dong bangun! Hargai guru yang sudah datang pagi-pagi untuk memberikan ilmu pada kalian!"


"Eh Britney cepet bangun! Jangan sampai kau dilempar penghapus sama guru ganteng ini!" Felicia menggoyangkan tubuh Britney agar temannya itu cepat bangun.


"Bangun ini sekolah bukan rumah! Kalau mau tidur, di rumah saja jangan di kelas!"


Britney yang mendengar guru yang baru saja itu mengomel disaat dia tidak mau diganggu, langsung mengangkat wajahnya lalu merapihkan rambut panjang yang menutupi wajahnya.


"Iya Pak maaf ini bangun kok!" Britney mengangkat wajahnya untuk melihat guru yang berada di depan.


♥️♥️♥️


Ehh maak othor mau sungkem dulu sama reader yang udah kasih dukungan untuk novel-novel othor yang karyanya ga seberapa ini, sayang banget sama kalian sampe crazy up terus kan nih😄

__ADS_1


Belum bisa kasih yang jas jos dulu ya biasa kan tau sendiri ini masih bab-bab rawan🤣🤣 pokoknya ikutin terus ceritanya dan jangan lupa di Vote dong biar vote kalian engga mubazir😉


Ehhh rewel banget si nih othornya,,, biarin yang rewel itu ngangenin tau😁😁


__ADS_2