
"Ada yang harus dipastikan? Memangnya apa yang terjadi denganku?"
"Mungkin karena sakit kepala yang anda alami,"
"Bagaimana dengan istriku dia pasti kecewa sekali, aku sudah berjanji untuk menemaninya makan malam dan membeli handphone yang dia inginkan!" Daniel tertunduk rasanya dia selalu saja gagal untuk menjadi suami yang bisa membuat Britney bahagia setiap harinya, selalu saja ada hal yang tidak dapat dia penuhi hingga membuat Britney kerap kali kecewa.
"Tuan, ini demi kesehatan mu! Aku sudah memberitahu nona, bahwa kita ada pekerjaan diluar kota dan terpaksa harus menginap semalam,"
"Lalu apa dia terdengar sangat kecewa? Bagaimana nada suaranya, bisa kau contohkan?" Daniel terlihat sangat penasaran.
"Yang benar saja Tuan, masa aku contohkan suara nona!"
"Ayolah, nanti aku akan berikan kau bonus, cepat contohkan suaranya saat istriku tau aku tidak dapat menempati janji padanya!"
Ekhem..
Ekhem..
Dalam hati Elrald lumayan juga dapat bonus cuma karena menirukan suara Britney tadi ditelepon, nantinya yang bonus itu akan Elrald berikan untuk Sierra, meskipun jumlahnya tidak seberapa tapi Elrald yang memang sedikit ada rasa pada Sierra tidak tega jika Sierra sampai kehabisan uang.
"Baiklah aku akan contohkan Tuan!"
"Iya coba, aku ingin dengar suara Britney!"
"Hah? Hari ini?"
"Huh, baiklah kalau begitu terimakasih sudah memberitahu ku!" Elrald menirukan suara Britney yang sedikit kecewa namun tidak marah sama sekali.
Sementara Daniel dengan serius memperhatikan gerakan bibir Elrald.
"El!"
"Ya Tuan!"
"Suara istriku sepertinya tidak begitu, kau terdengar menyeramkan!"
"Maaf Tuan, kan sudah ku bilang aku tidak bisa menirukan suara nona yang jelas nona tidak terdengar marah tadi ditelepon!"
"Baiklah aku lega El, Britney sekarang sudah banyak berubah dari yang pertama kali aku kenal dulu dia semakin menggemaskan dan dia semakin dewasa,"
"Iya Tuan, sepertinya kau berhasil mendidik nona,"
"Kau juga harus bisa El, jika kau kebetulan menemukan seorang wanita yang pribadinya tidak seperti yang kau harapkan tapi hatimu memilihnya, cobalah bersabar dan ajari dia dengan lemah lembut pasti lambat laun dia akan berubah menjadi pribadi yang kau harapkan,"
Elrald tersenyum, nasihat Daniel yang satu ini memang sangat pas dengan situasi yang tengah dihadapi oleh Elrald, dan mencoba menerapkan apa yang dinasehati oleh Daniel mungkin tidak ada salahnya, bisa saja suatu hari nanti Sierra bisa berubah sikap menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
"Kau melamunkan siapa El?"
__ADS_1
"Ah tidak Tuan," Elrald tersenyum malu mengingat bisa-bisanya dia ada hati dengan wanita sejahat Sierra apalagi usianya dengan Sierra terpaut jauh.
Malam harinya di kediaman Tuan Lan, Britney memilih tidur ditengah kedua orangtuanya.
"Brit kau kan sudah bersuami, kenapa si masih nyempil disini?"
"Dad aku kan kangen tidur dengan kalian berdua seperti dulu!"
"Yasudah dad, biarkan saja malam ini saja Britney tidur ditengah-tengah kita toh besok juga Daniel sudah balik!"
"Momy Love you," Britney memeluk Larisha.
"Nanti kita tidak bisa,"
"Dad, ingat umur!" protes Britney.
Hahaha...
Malam ini Britney tertidur pulas ditengah-tengah kedua orangtuanya tanpa tau kejadian yang menimpa suaminya hari ini, dari mulai tabrakan beruntun, hingga harus dirawat selama satu malam di rumah sakit.
Sementara itu di rumah sakit, Daniel sudah tertidur lelap karena efek obat yang diberikan memang membuat ngantuk yang luar biasa, lagipula sehari-hari Daniel selalu sibuk bekerja tanpa kenal waktu mungkin saatnya sekarang Tuhan meminta Daniel untuk istirahat sejenak dari rutinitasnya.
Elrald yang mulai jenuh karena kedua matanya sama sekali tidak mengantuk sudah malam begini, dilihatnya juga Daniel sudah tidur nyenyak jadi tidak ada yang bisa El ajak ngobrol ditengah kesunyian rumah sakit ini.
Kring..
Kring..
"Sierra?" sebuah panggilan masuk dari nomor telepon Sierra.
Elrald pun segera mengangkat telepon itu.
"Hallo?"
"Hallo dengan Tuan Elrald?"
"Iya saya sendiri, ini handphone Sierra kan?"
"Oh wanita ini bernama Sierra rupanya! Begini Tuan, wanita ini terus mengacau di club' malam yang kami jaga, dia terus berteriak memanggil nama Elrald,"
"Di club' mana? Dan apakah Sierra baik-baik saja?" Elrald khawatir mendengar perkataan orang ditelepon.
"Tentu saja tidak baik-baik saja Tuan, keadaannya mabuk berat dan mengacau kepada tamu lain jadi terpaksa kami amankan di pos! Silahkan jemput di club Guezz,"
"Baik, saya segera ke sana!"
Elrald berpikir kalau Daniel ditinggalkan sebentar mungkin tidak masalah karena Daniel pun sedang istirahat dan tidur nyenyak. Elrald segera pergi meninggalkan rumah sakit untuk menuju club' malam tempat Sierra berada.
__ADS_1
Sesampainya di club' malam itu, Elrald segera menuju pos security dimana mereka mengamankan Sierra yang sudah mabuk. Dan benar saja begitu masuk pos, dilihatnya Sierra sedang berteriak-teriak memanggil namanya.
"Elrald bajingan!"
"Elrald bajingan!"
"Tuan anda yang bernama Tuan Elrald?"
"Iya benar, astaga Sierra kau itu pemabuk yang payah kenapa selalu saja mabuk begini!" Elrald segera menghampiri Sierra.
Bug...
Satu tendangan tepat mengenai terong Belanda milik Elrald saat hendak memapah Sierra.
"Aaaaaa..... Sit ah sial sakit sekali," Elrald memekik.
"Ye, hore kena kena!" Sierra bersorak kegirangan.
Sementara Elrald masih mengelus-elus terong Belanda yang baru saja ditendang oleh Sierra, rasanya linu sekali!
"Sakit kan Tuan? Saya juga tadi kena, wanita ini parah sekali mabuknya ngincer terong buat dia tendang!"
"Saya minta maaf atas kekacauan yang dilakukan oleh teman saya ini ya Tuan! Saya bawa dia sekarang, terimakasih sudah mengamankan teman saya!"
"Iya silahkan bawa Tuan,"
Elrald memapah Sierra yang sudah teler dengan berjalan sempoyongan dan mulut yang terus mengoceh. Dimasukkannya Sierra kedalam mobil untuk dibawa pulang ke apartemen miliknya.
Saat tiba di apartemen, Elrald mencari kunci apartemen disaku celana Sierra, namun tidak dia temukan.
Klek..
Tiba-tiba pintu dibuka oleh seorang wanita dewasa.
"Maaf Tuan, kau kenapa membawa Sierra ke apartemen ku lagi?"
"Apartemen mu? Bukankah Sierra tinggal disini?"
"Tidak lagi Tuan, Sierra tidak dapat membayar sewa bulan ini jadi dia sudah saya usir dari sini!"
"Apa? Jadi Sierra hanya menyewa saja? Baiklah terimakasih sudah memberitahu!"
Tidak ada pilihan lain selain membawa Sierra masuk kedalam apartemennya, karena mencarikan Sierra tempat tinggal baru pun ini tidak mungkin, selain sudah sangat malam, keadaan Sierra juga teler begini.
Elrald segera membuka pintu apartemen miliknya yang bersebelahan dengan apartemen yang disewa Sierra.
Brugh..
__ADS_1
Tubuh Sierra dijatuhkan oleh Elrald diatas ranjang milik Elrald. Dilepaskannya sepatu yang dikenakan oleh Sierra, sementara Sierra sudah kelelahan dia tidak lagi mengacau.