Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 35


__ADS_3

Britney menggebrak meja dihadapannya, dan menatap kesal dengan kedua bola mata yang hampir gelinding keluar.


Braght..


"Apa kau baru saja memarahiku, hubby?" Britney berdiri menantang dihadapan Daniel.


"Aku tidak marah Brit, aku hanya bertanya!"


"Bertanya kau bilang! Apa kau pikir aku tidak bisa melihat wajahmu yang seperti kepiting rebus itu hah? Kau membela Sierra terus menerus dan itu membuatku muak! Persetan dengan kau dan juga Sierra!"


"Britney stop! Tenangkan pikiran mu!"


"Tenang? Bagaimana aku bisa tenang jika wanita Amazon itu jelas-jelas mencintai suamiku sendiri? Lihatlah dirimu by, kau bahkan sampai melepaskan bajumu untuk membantunya," Britney sudah menaikkan nadanya 7 oktaf lebih tinggi.


Membuat para tamu hotel yang lain, menjadikan Britney dan Daniel pusat perhatian.


"Oke, aku minta maaf jika perbuatan ku menolong Sierra membuatmu marah!"


"Oh tidak, aku tidak marah! Sekalian saja jika sudah membuka baju seperti itu, kau tiduri dia sekalian!" Britney pergi meninggalkan Daniel yang berusaha menenangkannya.


Hahh...


Daniel menghela nafas panjang sambil mengusap-usap dadaanya sendiri.


"Sabar Tuan, namanya juga ABG jadi emosinya masih gampang meledak!" ujar supir pribadi kantor.


"Kemarikan kunci mobilnya!"


"Ini Tuan!" sopir memberikan kunci mobil pada Daniel.


"Suruh Sierra menemui dua pengembang itu, kau temani dia dan sewa mobil dari hotel ini untuk kedua tempat itu!"


"Lalu Tuan sendiri?"


"Aku akan pulang ke kota dengan istriku sekarang!" Daniel pun pergi meninggalkan hotel dan mencari Britney dikamarnya.


Daniel pun masuk kedalam kamar hotel! Di sana Britney tengah duduk dibibir ranjang sambil mengerucutkan bibirnya. Daniel pun bingung kenapa Britney begitu cemburu hingga marah-marah seperti tadi dan sekarang, Britney sama sekali tak menengok kearahnya.


Hah...


Lagi lagi Daniel harus menghembuskan nafas panjangnya sembari merapihkan barang-barang kedalam koper! Selesai dengan semua pakaian dan barang-barang miliknya serta milik Britney masuk kedalam koper.

__ADS_1


Daniel berjalan menuju pintu!


"Ayo ikutlah! Kita akan check out sekarang!" Daniel berjalan lebih dulu setelah mengatakan itu.


Britney pun mau tidak mau mengikuti suaminya itu dari belakang. Keduanya sampai didepan mobil, dan Daniel memasukkan koper kedalam bagasi, tanpa menunggu aba-aba lagi Britney langsung masuk dan duduk di jok belakang mobil, sementara Daniel duduk dijok depan karena Daniel akan mengemudikan mobil itu sendiri.


Britney pun curi-curi lirikan kearah Daniel, melihat Daniel yang mulai menyalakan mobil! Britney bingung kemana Sierra dan juga sopir kantor? Tapi gengsi juga jika Britney bertanya terlebih dahulu, padahal kan Britney sedang marah besar pada Daniel.


Britney memutuskan untuk masa bodo kemana pun Sierra dan sopir itu, dan kenapa Daniel yang menyetir sekarang! Daniel mulai melajukan mobilnya keluar gerbang hotel, sepanjang perjalanan bosan juga bila tidak saling mengobrol tapi melihat dari spion, Britney yang anteng duduk di jok belakang mobil masih dengan bibir yang mengerucut seperti itu, Daniel pun urung mengajaknya bicara.


"Dasar semua laki-laki itu sama saja! Mereka semua itu akan lupa istri bila menyangkut harta, tahta, wanita!" Gerutu Britney didalam hatinya.


Sementara Daniel pun menggerutu didalam hatinya.


"Dasar wanita, maunya dimengerti terus tanpa mau mengerti! Aku sudah minta maaf, aku juga sudah rela meninggalkan proyek yang belum selesai demi dirinya, tapi masih saja dijutekin seperti ini. Memanglah laki-laki selalu salah dimata wanita." Dala hati Daniel.


Daniel melirik dari kaca spion dan wajah Britney masih sama juteknya saat dia marah-marah tadi, terpikirkan oleh Daniel untuk membuatnya ketakutan didalam mobil ini sehingga Britney akan luluh dan bermanja-manja kepadanya, Daniel pun mulai bersiap untuk melajukan mobil yang dia kendarai dengan kecepatan tinggi.


Britney yang merasakan mobil melaju terlalu kencang, justru terlihat santai bahkan sama sekali tidak berpegangan! Maklum dulu saat masih berpacaran dengan Reymond, Britney selalu ikut dalam acara balapan liar mobil atau motor, jadi Britney sudah terbiasa dengan kebut-kebutan seperti ini.


Daniel pun dibuat menganga melihat Britney masih santai-santai saja ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi! Kesal rasanya, sulit sekali membuat Britney luluh. Daniel pun kembali menurunkan kecepatan mobil menjadi lebih santai lalu perlahan menepi dipinggir jalan.


Daniel membuka pintu mobil untuk keluar, lalu membuka pintu belakang mobil, dan duduk disamping Britney. Daniel menatap kearah Britney, lalu satu tangannya menutup pintu mobil belakang, sementara Britney masih saja enggan menatap wajah Daniel.


"Kau masih marah?"


"Tidak," ketus Britney.


"Kalau memang sudah tidak marah, kenapa kau bersikap jutek seperti ini daritadi?"


Dalam hati Britney, dia kembali menggerutu.


"Dasar cowok engga peka! Kalau cewek bilang tidak marah, ya berarti itu tandanya marah! Begitu saja tidak paham." Dalam hatinya.


"Britney, aku sedang bicara padamu nih lihat aku dong!"


"Untuk apa melihat laki-laki yang sudah membuatku marah,"


"Tadi katanya tidak marah?"


"Dasar tidak peka! Sudahlah cepat kemudikan mobilnya, aku malas berlama-lama didalam mobil.

__ADS_1


"Yasudah bicara dong Brit, mau mu bagaimana? Jangan diam tapi jutek seperti ini, aku bingung nih!"


"Pikir saja sendiri!"


"Kau mau aku memecat Sierra?"


"Terserah!"


"Ya jangan terserah dong Brit, iya itu maumu?"


"Memang kau tidak mau memecatnya? Kau tergila-gila pada sekertaris mu itu hah?"


"Aku juga ingin memecatnya Brit, apalagi ketika aku tau istriku merasa tidak nyaman aku bekerja dengannya! Tapi Brit, Sierra itu tulang punggung keluarga, nanti begitu perusahaan temanku butuh karyawan baru, aku akan langsung memecat Sierra dan dia tidak perlu menganggur karena bisa bekerja di perusahaan temanku!"


"Cie si paling perhatian!"


"Britney, aku hanya berusaha membantu seorang teman! Apalagi dia tulang punggung keluarga, dan bukan dari keluarga berada dia butuh gaji dari perusahaan ku untuk menghidupi keluarganya!"


"Cie si paling peduli dengan sekertarisnya!" Britney semakin kesal saat Daniel masih saja mempedulikan Sierra, sementara Daniel memang bukan tipekal orang yang bisa melihat temannya kesusahan siapapun itu bukan hanya Sierra saja jika temannya yang lain meminta tolong pastilah dia akan membantu.


"Aku akan memecat Sierra secepatnya, kau tenang saja!"


"Kalau kau sepeduli itu dengan Sierra, nikahi saja dia!"


"Britney!" Daniel langsung menarik pinggul Britney kedalam dekapannya.


"Ih lepas!" Britney memberontak berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkraman kedua tangan Daniel.


Ditatapnya kedua mata Daniel yang sudah menatapnya seperti seekor serigala hendak menerkam mangsanya!


"Lepas by, aku benci kau dan Sierra! Lepas aku bilang!" Britney terus memberontak.


Semakin Britney menolak dan memberontak seperti itu, justru membuat Daniel merasa gemas dan Britney menjadi lebih seksi saat melakukan perlawanan seperti saat ini.


♥️♥️♥️


Heh heh Daniel bentar lagi ada mobil patroli loh, mau ngapain itu kamu maen paksa paksaan! Duh jadi mau juga didalem mobil dipaksa-paksa begitu,😁😁


Kalo othor mah engga perlu dipaksa kok Niel, othor pelorotin langsung depan kamu😅


Jangan lupa like, komen ,Votenya ya buat maak othor, sayang kan kalau votenya Angus mending buat vote novel ini☺️

__ADS_1


__ADS_2