
Dengan langkah kaki terburu-buru karena Daniel dan Elrald sudah jauh didepan mereka, Britney dan kedua temannya terus mengikuti hendak kemana Daniel dan Elrald.
Terlihat Elrald sedang berbicara dengan petugas administrasi, namun tiba-tiba seorang wanita muda yang hamil jatuh didekat Daniel karena mengalami kontraksi, spontan saja Daniel pun menangkap tubuh wanita tersebut.
Dan adegan itu terlihat oleh Britney, Felicia dan Joanna. Ketiganya langsung hening tak melanjutkan langkah kakinya, Feli dan Joanaa menatap wajah Britney kedua mata Britney sudah memerah dan bulir bening itu mulai keluar.
"Brit, kau tidak apa-apa kan?" tanya Felicia.
"Kita pulang saja yuk Brit!" ajak Joanaa.
Namun Britney menghapus air matanya dan berjalan menghampiri Daniel yang sedang menangkan wani hamil yang tadi dia tolong duduk di kursi di dekat administrasi, Elrald pun menghampiri Daniel.
"Siapa Tuan?"
"Entahlah, nona sebentar lagi suster akan menangani mu bertahanlah!" kata Daniel.
"Iya terimakasih Tuan kalau kau tidak menolong ku mungkin aku sudah jatuh kelantai dan kandunganku bisa saja celaka!"
Britney berjalan terus menghampiri Daniel meskipun sudah ditahan oleh Felicia dan Joanna agar tidak melabrak Daniel di rumah sakit ini.
"Daniel Elzias!" teriak Britney.
Britney langsung mencengkram pakaian wanita hamil itu dan hendak melayangkan tamparan pada wanita hamil itu, Daniel pun sigap menahan tangan Britney.
"Britney apa yang kau lakukan?"
"Lepaskan aku!"
"Kenapa kau disini?"
"Lepaskan, dasar ja lang! Perebut suami orang, brengsekk!"
"Nona tolong tenang, anda salah paham! Elrald berusaha menenangkan Britney.
"Diam kau! Dibayar berapa kau untuk menutupi kebusukan atasanmu ini hah?"
"Britney stop!" Daniel membentak Britney dengan cukup keras.
"Kau membentak ku by, demi selingkuhan mu ini? Lepaskan aku!" Britney melepaskan kedua tangannya yang sejak tadi dicekal oleh Daniel.
Plak...
Satu tamparan Britney layangkan dan mendarat sempurna dipipi Daniel.
"Britney!" Joanna dan Felicia terus menenangkan Britney.
"Sakit kan? Sakit itu tidak sebanding dengan sakit yang kau berikan untuk ku! Kau tega berselingkuh dan menghamili selingkuhan mu! Aku benci! Aku benci! Aku mau cerai!" teriak Britney.
__ADS_1
Orang-orang disekitar hanya bisa menonton kekacauan ini, pandangan kedua mata Daniel mulai blur, sakit kepalanya kembali mulai terasa dan semakin sakit.
"Nona kau salah paham, aku hanya ditolong oleh laki-laki ini karena tadi sempat akan jatuh!" Wanita hamil itu berusaha menjelaskan.
"Diam, aku tidak memerlukan penjelasan darimu!"
"Dengar Tuan Daniel yang terhormat, aku akan urus perceraian kita secepatnya kau dengar itu!"
Daniel memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Tuan duduklah dulu!" titah Elrald.
"Tidak usah akting dihadapanku, karena keputusan ku sudah bulat aku mau kita cerai dengar itu!"
Tubuh Daniel pun tidak lagi bisa berdiri tegap dan pingsan namun Elrald berhasil menahan tubuh Daniel.
"Suster tolong!" Elrald berteriak dan beberapa perawat menaikkan tubuh Daniel keatas ranjang pasien.
Britney pun mulai panik melihat Daniel pingsan begitu, dan turut mengikuti beberapa perawat mendorong ranjang pasien ke salah satu ruangan.
"Brit suamimu kenapa?" tanya Felicia dan Joanna.
"Entahlah, aku kira itu akting!"
Elrald pun menghampiri Britney setelah berbicara dengan Dokter yang akan menangani Daniel didalam ruangan sana.
"Nona sebaiknya kau pulang!"
"Wanita hamil tadi hanya ditolong oleh Tuan Daniel, anda salah paham nona!"
"Ta-tapi,"
"Bicaralah sendiri nanti dengan Dokter setelah pemeriksaan Tuan Niel selesai!"
Britney pun sedikit merasa bersalah karena tamparan itu Daniel jadi pingsan, padahal bukan akibat tamparan itu Daniel pingsan tapi karena penyakitnya yang semakin parah.
Setelah menunggu cukup lama, Dokter pun keluar dari dalam ruangan. Elrald dan Britney bergegas menghampiri, begitu juga Feli dan Jo yang sangat kepo maksimal dengan apa yang terjadi pada suami sahabat mereka itu.
"Tuan El, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya! Tuan Daniel tidak boleh lagi beraktifitas seperti biasa, dia harus fokus pada pengobatannya kalau tidak kangker otak ini akan semakin menggerogoti tubuhnya!"
"Apa? Kangker otak?" serempak.
Britney dan kedua sahabatnya langsung terkejut apalagi Britney dia terlihat sangat shock dan langsung berpegangan pada Feli dan Joanaa setelah mengetahui penyakit suaminya yang selama ini tidak dia ketahui.
Dokter akhirnya menjelaskan semuanya terhadap Britney, saat ini dunia terasa seperti sebuah kiamat. Kebahagiaan yang dirasakan oleh Britney runtuh segalanya hari ini tepat saat dirinya mengetahui bahwa suaminya yang sangat dia cintai menderita sakit yang begitu parah.
"Britney!"
__ADS_1
Britney yang sedikit kurang sehat pun pingsan setelah mengetahui penyakit yang diderita oleh suaminya. Britney pingsan sangat lama, dan terpaksa harus dilakukan pemeriksaan oleh Dokter di ruangan yang tidak jauh dari tempat Daniel dirawat.
Larisha dan Tuan Lan yang mendapatkan telepon tentang Daniel dan Britney dari Joanna, buru-buru pergi ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, terlihat Joanna dan Felicia sedang menemani Britney yang masih pingsan sementara Dokter baru saja selesai melakukan pemeriksaan.
"Paman, bibi,"
"Fel, Jo, apa yang terjadi kenapa bisa begini?" Larisha khawatir melihat kondisi putrinya.
"Dokter apa yang terjadi dengan anak kami?"
"Begini Tuan dan Nyonya, kalian tidak perlu khawatir putri kalian hanya perlu banyak istirahat karena putri anda tengah mengandung saat ini!"
"Hah?" serempak.
Tuan Lan dan Larisha pun sangat gembira mendengar kabar bahagia ini, tapi tidak dengan Joanna dan Felicia.
"Putri kami hamil Dok, terimakasih banyak Dok terimakasih!"
"Sudah memasuki 4 Minggu usia kehamilannya! Kalau begitu saya permisi dulu!"
"Baik Dok, terimakasih banyak!"
Dokter pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Loh kok sahabat kalian ini lagi hamil, kenapa kalian kelihatan ga seneng?" tanya Larisha.
"Mom ke ruangan Daniel, dia pasti senang Britney hamil sekarang!"
Tuan Lan dan Larisha memang belum diberitahu oleh Joanna kalau Daniel menderita penyakit cukup serius yaitu kangker otak, yang diberitahukan oleh Joanna hanya Daniel dan Britney pingsan.
"Iya Dad, kami titip Britney dulu ya Jo, Fel!"
"Tu-tunggu Bi!" cegah Joanna.
"Iya, ada apa?"
"Sebenarnya ada hal yang ingin kami beritahukan, dan jujur Britney pingsan juga karena terkejut mengetahui kabar buruk ini!"
"Kabar buruk apa?" Ini ada si?" cecar Larisha.
"Daniel ternyata selama ini sakit serius,"
"Daniel? Sakit serius apa? Tapi dia tidak pernah mengatakan apapun, kenapa bisa dad Daniel sakit serius!"
"Tenang mom, Joanna sakit serius bagaimana?"
"Daniel sakit kangker otak Paman!" sahut Felicia.
__ADS_1
Jleb...
Larisha dan Tuan Lan langsung tersentak terkejut mendengar kabar ini, bagai petir disiang bolong menantu kesayangan mereka menderita sakit separah itu. Larisha bahkan sangat shock hingga harus duduk dulu dikursi dan Tuan Lan mengambilkan air putih untuk Larisha minum dulu.