
"Hah Paman??"
"Paman siapa Brit? O iya, ini kan orang yang ngaku calon suamimu tempo hari itu ya Brit?" Felicia mulai mengingat.
"Bener tuh!" Joana menimpali.
Namun saat ketiganya fokus memperhatikan wajah Daniel, Daniel segera memperkenalkan diri.
"Baik, perkenalkan naman saya Daniel Elzias! Mulai hari ini sampai seminggu kedepan saya yang akan menggantikan Miss Bella selama beliau cuti seminggu untuk mengajar pelajaran matematika," Daniel menerangkan dan seperti biasa Daniel terlihat tenang dan seperti acuh terhadap keberadaan Britney didepan kedua matanya.
S1 Daniel memang bukan hanya S1 broadcasting saja melainkan Daniel juga mengambil S1 matematika karena gemar dengan matematika sejak kecil, jadi tidak ada alasan untuk Daniel ditolak sebagai guru sementara di sekolah ini.
Reymond yang melihat Daniel kini menjadi gurunya! Meninju meja didepannya karena kesal dengan keberadaan Daniel.
Bug..
"Aw, meja sial brengsekk sakit ternyata!"
Daniel pun memulai pembelajaran sementara Britney masih dalam kondisi bengong tidak percaya orang yang dia cari kini ada dihadapannya dan malah menjadi guru di kelasnya.
"Eh Brit bengong mulu, dia siapa? Beneran engga si calon suami mu? Jangan ya Brit please!!!" Felicia memohon.
"Iya Brit, ga mungkin kan guru ganteng ini calon suamimu, demi langit ke tujuh demi patung Liberti dari berdiri nantinya jadi jongkok, aku engga rela!" kata Joana.
"Mm i-iya bukan kok, dia cuma anak dari sahabat Dady yang baru balik dari Jerman!"
"Yes," Joana dan Felicia kegirangan setelah mendapatkan jawaban Britney.
Sementara Britney sangat kesal sekali saat ini di dalam kelasnya banyak siswi-siswi yang otaknya dibawah standar tiba-tiba mau mengerjakan soal yang ditulis dipapan tulis oleh Daniel, mereka sengaja sekali agar cari-cari perhatian pada Daniel, dan Daniel pun terlihat menikmati saat dirinya menjadi pusat perhatian dari siswi-siswi di kelas ini.
"Ihh dasar genit! Dia engga sadar apa kalau dia udah punya istri? Eh tapi, aku dan Paman Daniel kan sedang proses cerai duh bete." Dalam hati Britney rasanya dia ingin teriak untuk memberitahukan seisi kelas bahwa Daniel adalah suaminya.
"Siapa lagi yang mau mencoba menyelesaikan jawaban untuk soal ini?" Daniel bertanya dengan pandangan yang sama sekali tidak memperhatikan Britney.
"Aku!" Britney langsung berdiri dari kursi dan maju kedepan papan tulis, diambilnya spidol dari tangan Daniel sementara Daniel terlihat biasa saja seolah-olah tidak mengenal Britney.
"Baik silahkan isi!" Daniel bersikap cuek.
"Sial, gimana cara ngerjainnya nih soal? Aduh tadi saat Paman Daniel jelasin aku benar-benar engga fokus si." Dalam hati Britney.
__ADS_1
Daniel pun berdiri dibelakang Britney, lalu mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Britney.
"Mau ku bantu?"
Daniel yang berdiri dibelakangnya sedekat ini membuat jantung Britney langsung naik turun.
"A-aku!"
Belum sempat Britney bicara, Daniel memegangi spidol ditangan Britney lalu mulai mengisi jawaban di soal matematika itu.
"Tadi sudah saya jelaskan rumusnya! Tinggal terapkan saja ke soal ini, kalau kamu pahami rumus yang sudah saya jelaskan, soal ini tidak akan sulit kok." Daniel pun menyudahi mengajari Britney.
Britney kembali ke tempat duduknya dengan detak jantung yang masih berdebar-debar. Sore itu Britney pulang dijemput oleh supir pribadi Tuan Lan, ketika tiba di rumah. Rupanya Daniel, Tuan Lan dan Larisha sedang berkumpul di ruang tamu.
"Eh anak momy udah pulang sekolah, sini nak duduk!"
"Mom, dad, ini ada apa?" Britney duduk di samping Larisha dan bingung dengan Daniel tadi di sekolah cuek, eh sekarang udah nongol aja di rumah.
"Brit tadi kamu ketemu Daniel kan di sekolah? Dia ngajar di sekolah kamu loh, karena sekarang kerjaan di kantornya bisa dia handle diluar kantor!"
"Iya Dad, Paman Daniel mengajar di kelasku! Tapi kami seperti tidak saling kenal!" sindir Britney.
"Brit, Daniel kesini untuk memberitahukan kalau berkas perceraian kalian sudah masuk ke pengadilan, tinggal menunggu panggilan sidang saja!" Tuan Lan menerangkan pada Britney.
Seketika Britney menatap kearah Daniel, namun Daniel justru memalingkan wajahnya.
"Tapi momy dan Dady mau berangkat ke Jerman selama satu bulan karena selain menengok kakak-kakakmu momy dan Dady juga ada kerjaan disana,"
"Lalu aku?" Padahal Britney sedang galau dan tidak mau ditinggal sendirian, jika biasanya Britney bahagia ketika ditinggal Larisha dan Tuan Lan kini Britney tidak suka dengan kesendirian karena itu akan membuatnya terus terbayang-bayang wajah Daniel.
"Kalau begitu untuk sementara Britney tinggal di apartemen ku saja Mom dad, lagipula kami kan belum resmi bercerai," Daniel menatap kearah Britney.
Entah kenapa mendengar Daniel kembali mengajaknya tinggal di apartemen, hati Britney terasa berbunga-bunga. Rasanya seperti tidur ditumpukkan uang, menyenangkan bukan...?
"Baiklah kalau Paman memaksa, kalau begitu aku akan kemasi barang-barangku!" Britney segera berlari menuju kamarnya.
"Tunggu, apa tadi Daniel terdengar memaksa? tanya Tuan Lan yabg keheranan melihat Britney langsung excited begitu.
Hahahaha..
__ADS_1
"Sudah dad biarkan, sepertinya anak itu mulai menimba karmanya! kata Larisha.
Daniel dan Britney masuk ke dalam mobil, di dalam mobil tidak seperti biasanya Daniel masih saja jutek dan tidak mengajak bicara Britney.
"Paman, apa kau yakin akan bercerai dariku?"
"Iya seperti yang kau mau!"
"Paman, aku udah putus dengan Reymond!" Britney mencoba merayu Daniel.
"Oh begitu!"
"Ih Paman, kenapa kau tidak senang aku sudah putus dengan Reymond?"
"Kenapa sekarang aku harus senang? Seharusnya hal itu sudah kau lakukan sejak kita akan menikah! Jika sekarang untuk apa aku senang?"
"Paman maafkan aku!" Britney memegangi tangan Daniel yang sedang menyetir.
Lalu Daniel pun melepaskan tangan Britney, membuat Britney berkecil hati atas sikap Daniel sekarang. Keduanya telah sampai di apartemen, Daniel turun dari mobil lalu membuka bagasi.
"Ini koper mu, bawa kedalam!" kata Daniel.
Britney pun terlihat kecewa, karena ini seperti bukan Daniel, biasanya Daniel akan membawakan koper Britney apalagi koper sebesar ini, tapi kali ini Daniel benar-benar tidak peduli.
Britney menurunkan kopernya sendiri, lalu pintu bagasi mobil pun ditutup! Daniel berjalan tunggang langgang, sementara Britney berjalan sambil menyeret koper berat ini, sungguh Daniel sama sekali tidak menanyakan apakah itu berat, menengok kebelakang saja tidak.
Daniel dan Britney masuk ke dalam apartemen.
"Tolong susun pakaian mu di lemari serapih mungkin ya! Jangan sampai berantakan, karena aku tidak suka lemariku terlihat berantakan!"
Darah Britney semakin mendidih dengan sikap Daniel yang semakin menyebalkan.
"Cukup Paman! Kau pikir kau siapa beraninya menyuruhku merapikan pakaian!" Britney langsung memalingkan wajahnya sambil bibirnya mengerucut kedepan.
"Baiklah, biar ku taruh koper ini diluar saja jika kau menolak merapihkan pakaian mu sendiri!"
"Eh, eh, ih Paman keterlaluan!"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Engga enak kan Brit diperlakukan semena-mena, itu segitu menurut ku Daniel masih mending loh😁 Bener kata Larisha, Britney lagi dapet karma kayanya sekarang dia yang dijutekin..wkwkw