Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 95


__ADS_3

Sierra menarik tangan Elrald agar dia pun ikut keluar dari rumah ini.


"Ayo El kita pergi dari rumah ini!"


"Sierra, aku ingin kita ke rumah sakit sekarang!"


"El, kau gila? Kau sudah kemakan ucapan bohong Britney,"


"Aku, bohong?" Britney tak terima.


Daniel dan Joanna pun menenangkan Britney dan menahannya karena Britney hendak menghampiri Sierra.


"Sudah Dok, silahkan anda pergi saja dari rumah ini? Disini tidak aman karena ada wanita seperti dia!" Sierra menunjuk kewajah Britney.


"Sabar sayang!" Daniel memegangi tangan Britney.


"Kalau begitu saya permisi dulu!" Dokter itu hendak pergi.


Namun Britney segera menghadangnya, tepat dihadapan Dokter laki-laki tersebut.


"Jawab dulu pertanyaan ku tadi Dokter, aku memberikan mu 3 detik untuk membuka mulut dan menjawab pertanyaan ku yang sangat sederhana ini, di rumah sakit mana kau bekerja?"


Tak tahan dengan sikap Britney, Sierra berusaha menghentikan interogasi terhadap Dokter pribadinya, namun satu tangan Elrald mencekalnya hingga Sierra tak bisa bergerak kemana pun.


"Lepaskan aku El! Lepas!" Sierra berteriak histeris.


Hal itu sontak saja membuat Angeline shock, karena selama ini Sierra selalu bersikap lembut dan baru kali ini Angeline melihat kedua bola mata Sierra yang melotot dan mulutnya terus berteriak meminta dilepaskan.


"Ayo jawab Dokter, 1 2 3. Oke kau tidak bisa menjawab!" Britney mengeluarkan handphone miliknya dari dalam tas selempang kecil yang dia kenakan.


"Saya," Dokter itupun tidak mampu berkata-kata.


"Halo kantor polisi,"


Britney menekan panggilan kepolisian hingga membuat Dokter itupun akhirnya menyerah.


"Jangan nona, aku minta maaf tolong jangan hubungi polisi!"


Dokter itu bersimpuh dihadapan Britney, sementara Sierra terus melotot kearah Dokter itu agar dia tidak membuka mulutnya.


"Jelaskan, siapa kau sebenarnya?"


"Aku hanya pengangguran yang dibayar oleh nona Sierra untuk mengaku sebagai Dokter kandungan, sungguh aku tidak tau apa-apa lagi selain itu, aku hanya dibayar tolong jangan penjarakan aku!" Dokter gadungan itu akhirnya berkata jujur.

__ADS_1


"Dasar brengsekk, aku sudah membayar mu keparat kenapa kau malah mengatakan semuanya!" teriak Sierra.


Sementara tatapan Elrald kali ini memerah, kedua bola matanya menyorot tajam kearah Sierra yang masih dia cengkram, bahkan cengkraman itu kini semakin erat hingga membuat Sierra kesakitan dibagian lengannya.


"El, maafkan aku El aku jatuh cinta padamu aku,"


"Katakan sejujurnya, kau tidak hamil kan?"


"El aku melakukan ini semua demi hubungan kita El,"


"Katakan!" Elrald membentak Sierra.


Daniel tidak pernah melihat El marah seperti sekarang ini, dalam situasi apapun El biasanya bersikap santai tapi kali ini Daniel menyaksikan betapa mengerikan wajah El saat sedang dikuasai oleh amarah.


"Sakit El, lepaskan tanganku!" Sierra menangis.


"Lebih baik kau katakan sejujurnya pada kami Sierra, kenapa kau sampai melakukan kebohongan begini?" kata Angeline.


"Oke, oke, kau benar Britney aku memang tidak hamil! Puas kau Britney, puas kau!" teriak Sierra.


El pun menghempaskan tubuh Sierra hingga akhirnya Sierra terjatuh ke lantai.


"Pergi dari kehidupan ku Sierra, jangan pernah lagi muncul dihadapan ku!"


Sierra pun menangis tersedu-sedu lalu merangkak meraih kedua kaki Elrald, bersujud dibawah kaki El untuk meminta maaf.


"Kau tuli? Apa perlu aku menyeret mu keluar?"


Sedangkan Dokter gadungan itu mendekati Britney karena tidak ingin terlibat lebih jauh dalam permalasahan di keluarga ini.


"Nona aku boleh pergi kan sekarang? Aku sudah berkata jujur,"


"Kau tidak mau menonton dulu, ratu drama diusir oleh pangerannya?"


"Tidak perlu nona, aku pergi saja ya?" bisik Dokter gadungan itu.


"Ya sudah sana! Tapi ingat jangan pernah mau dibayar untuk suatu kebohongan, atau aku jebloskan kau ke penjara!"


"Iya nona, aku menyesal aku sungguh minta maaf!"


"Ya sudah sana pergi!"


Dokter gadungan itu akhirnya meninggalkan kediaman itu karena Britney memaafkannya.

__ADS_1


Sementara Sierra terus memohon-mohon maaf pada Elrald agar tidak mengusirnya.


"Aku tidak punya siapa-siapa lagi El, aku mohon jangan usir aku maafkan aku!"


Tanpa basa basi lagi, Elrald meraih tangan Sierra lalu menarik paksa agar Sierra keluar dari dalam rumah itu, Daniel DNA yang lainnya sendiri tidak berani menenangkan El karena terlihat El sudah kehilangan batas kesabarannya pada Sierra.


Bayangkan saja selama ini El sampai membayar orang untuk mencari keberadaan Sierra karena Sierra mengaku hamil, selama itu juga El merasa sangat bersalah pada Sierra sampai-sampai mengenyampingkan perasaannya terhadap Joanna demi Sierra.


Ternyata semua ini hanya tipuan dari seorang Sierra, mengaku hamil dan membuat El hampir saja menikahinya.


Diseretnya Sierra tanpa ampun oleh El hingga keluar halaman rumah, meskipun Sierra terus meronta-ronta meminta untuk dilepaskan namun dengan kasar El membuatnya kini sudah berada di luar rumah.


"Tega kau El, tega kau mengusir ku seperti ini kau pikir kau siapa?"


"Aku siapa? Aku orang yang sudah muak melihat wajahmu Sierra, pergi dari hidup ku dan jangan pernah lagi muncul dihadapan ku!"


"Aku membenci mu El, lihat pembalasan ku padamu! Kau tega mencampakkan aku, aku benci kau aku benci!" Sierra berteriak histeris dan frustasi dengan keadaannya sekarang.


Tiba-tiba dari dalam rumah, Angeline muncul dengan membawakan koper yang berisi pakaian milik Sierra.


"Sierra ini koper milik mu, berubah lah nak hidup mu masih panjang siapa tau nanti kau temukan laki-laki yang tulus mencintaimu, bibi akan mendoakan mu!"


"Cuih!" Sierra meludah mendengar kata-kata Angeline.


Membuat Britney emosi melihat Sierra meludah pada Angeline, namun Daniel melarangnya melakukan kekerasan pada Sierra.


"Akan aku tampar mulutnya yang sudah berani meludah pada momy Angeline!"


"Sayang sabar jangan terpancing emosi, kalau kau melakukan kekerasan pada Sierra untuk apa? Itu hanya akan mengotori tangan bersih mu,"


"Iya Brit, dia itu tidak waras jangan sampai kita terpancing emosi!" Joanna ikut menenangkan Britney.


Meskipun sudah ditenangkan oleh Joanna dan Daniel, namun darah Britney mengalir darah mafia yang membuat kedua tangannya sudah gatal saja ingin menghajar Sierra, untung saja Daniel tidak melepaskan tangannya dari Britney, kalau sampai Daniel tidak memegangi Britney sudah dapat dipastikan mulut Sierra akan dijahit olehnya.


"Kau tidak usah so baik bi, kau saja tidak merestui aku dengan Niel kau malah menjodohkan Niel dengan gadis manja sialan itu!" Sierra menunjuk kearah Britney.


"Seharusnya dengan kejadian ini kau sadar Sierra bukan malah semakin kacau, pantas saja tidak ada laki-laki yang mau menerima mu!"


"Aku tidak butuh nasihat orang yang sudah tua dan dekat dengan malaikat maut seperti mu!"


"Pergi Sierra!" Elrald tak tahan lagi mendengar semua perkataan Sierra yang kurang ajar.


__ADS_1




__ADS_2