
Dilihatnya oleh Daniel, Britney sedang mengusap-usap tangannya.
"Brit, kau sedang apa di dapur?"
"Tentu saja sedang masak," Britney meringis perih.
"Coba sini aku lihat!" Daniel meraih tangan Britney, ada bekas ruam ditangannya akibat cipratan minyak tadi.
"Sudahlah Paman tidak apa-apa, sekarang lebih baik kau duduk! Aku akan menyiapkan makan malam untuk mu!"
"Tapi,"
"Sudah tenang saja, aku akan menjadi istri yang baik untuk mu Paman," Britney membalik bubble & Squeak itu.
Setelah dirasa cukup matang, diletakkannya di dua piring satu untuknya dan satu untuk Daniel.
"Selamat makan Paman!"
Daniel pun mulai mencoba masakan istrinya itu untuk pertama kalinya. Jujur Daniel masih tidak menyangka melihat Britney untuk pertama kalinya memasak di dapur dan berhasil membuat suatu makanan yang rasanya cukup enak untuk orang yang tidak pernah sama sekali memasak.
"Bagaimana Paman?"
"Enak kok,"
"Lalu apa kita tidak akan jadi bercerai? Kan aku sudah memasak makan malam untukmu!"
"Apa kau tidak ingin bercerai dariku?"
Britney pun mengangguk sambil memakan makanannya. Keduanya menghabiskan makan malam hingga habis, namun sikap Daniel masih terkesan cuek sekali.
"Biar aku yang mengunci piring kotornya!" kata Daniel.
__ADS_1
"Tidak usah, aku saja! Aku bisa kok, kau ke kamar saja Paman!" Britney segera membereskan piring kotor bekas makan malam di meja, lalu mulai mencucinya.
Daniel terlihat belum beranjak dari dapur, mungkin ingin menunggu Britney selesai mencuci piring atau ada yang mau dia bicarakan. Setelah selesai mencuci piring, Britney menundukkan wajahnya .
"Aku ke kamar dulu ya Paman!"
"Tunggu Brit, aku perlu bicara denganmu!"
"Bicara apa?"
"Senin depan aku akan pergi ke beberapa daerah untuk survei beberapa tempat yang nantinya akan jadi store mini untuk menjual kosmetik perusahaan ku di beberapa daerah kecil!"
"Bersama Sierra?"
"Iya,"
"Ya sudah kalau begitu Paman pergi saja dengan-nya,"
"Tidak aku sekolah,"
"Bisa izin kan?"
"Memang Paman ingin aku ikut?"
"Aku berharap!"
Britney pun langsung ceria kembali Daniel mengajaknya untuk ikut pergi bersamanya.
"Iya Paman aku mau, aku mau menemanimu kemana pun itu!"
"Yasudah, kau tidurlah!" Daniel pun menuju ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Namun Britney mengejarnya lalu memeluk Daniel dari belakang.
"Paman, aku mau kau memberikan aku kesempatan untuk menjadi istri mu kembali, Paman tidak boleh jatuh cinta pada Sierra atau wanita manapun kecuali aku!"
"Kalau begitu buktikan kalau kau memang bersungguh-sungguh untuk kembali menjadi istriku, kau bisa?"
"Iya aku bisa Paman, asal Paman berikan aku kesempatan!"
"Baiklah Brit," Daniel melepaskan pelukan hangat Britney.
Keduanya saling menatap, dan hujan deras pun mengguyur kota hari ini.
"Paman hujan," Britney melihat kearah jendela.
"Yasudah kau masuk kamar, lalu pakai selimut mu dan tidurlah!"
"Padahal dingin-dingin gini kirain Paman Daniel bakalan menghangatkan aku! Malah nyuruh tidur, dasar laki-laki engga peka." Britney menggerutu dalam hatinya sambil menuju ke dalam kamar yang terpisah dengan kamar Daniel.
Britney masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu, namun pintu tidak tertutup karena tangan Daniel menahannya.
"Paman,"
Daniel menahan pintu kamar Britney, lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya. Britney pun hanya terdiam menatap wajah laki-laki tampan dihadapannya saat ini. Hujan turun semakin deras disertai suara petir yang menyambar.
"Kau mau tidur bersamaku malam ini?" Daniel menatap sendu wajah Britney.
♥️♥️♥️
Ujan-ujan begitu emang enaknya bobo barengan ya maak, saling menghangatkan kan enak😄
__ADS_1