
"Hah hotel? Paman aku kan ada ujian masa Paman ajak aku bolos sekolah!"
"Bercanda Brit, kalau begitu gantilah rok sekolahmu itu karena itu sangat kependekan,"
"Ini tuh engga pendek Paman, besok aku akan pakai yang lebih pendek lagi,"
"Britney aku tidak suka kau tampil seksi dan dilihat oleh laki-laki lain, terutama mantan mu,"
"Siapa, Reymond? Oh Paman cemburu?"
"Untuk apa cemburu padanya!"
Mobil itu akhirnya tiba di sekolah, Britney turun dari mobil Daniel lalu berjalan lebih dulu menuju kelas. Jam pembelajaran pun dimulai, hari ini menjelang jam istirahat Daniel barulah akan mengajar di kelas Britney.
Daniel yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Britney rela tenaga dan otaknya berada dua tempat seminggu ini antara kantor dan sekolah, itu semua dilakukan Daniel karena ingin selalu melihat Britney sepanjang harinya.
Siang hari waktunya Daniel masuk kedalam kelas Britney, seperti biasanya akan ada teriakan-teriakan manja dari siswi-siswi genit di kelas itu, dan itu membuat Britney mengerucutkan bibirnya. Daniel menjelaskan beberapa rumus, kemudian membagikan lembar kertas ujian kepada masing-masing siswa.
Tibalah Daniel dimeja tempat Britney, keduanya saling lirik melirik, dan menahan senyum. Daniel pun mengawasi para siswa dan siswi saat mengisi lembar soal tersebut, terlihat sesekali kedua matanya memperhatikan Britney.
Setelah hampir satu jam, bel tanda istirahat pun berbunyi dan anak-anak harus mengumpulkan kertas ujian tersebut dimeja kerja guru.
"Britney, tolong antarkan ke ruangan saya ya semua kertas ujiannya!" kata Daniel.
"Baik,"
Membuat Reymond langsung meninju mejanya.
"Dasar kadal buntung! Bilang saja kau kau menggoda Britney ku!" Gumam Reymond.
Daniel meninggalkan kelas, lalu Britney pun merapihkan kertas ujian untuk dibawa ke ruangan Daniel.
"Ngapain si guru caper itu, memangnya engga ada siswi lain yang bisa dia minta antarkan lembar soal ini!"
"Udah deh Rey, namanya suami pasti maunya deket-deket istrinya Mulu lah,"
"Brit, apa kau serius sudah menganggapnya suamimu?"
"Iya, aku juga sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada suamiku, jadi you jangan berharap apapun lagi dan minggir sana!" Britney mendorong Reymond.
Felicia dan Joana pun menghampiri Britney.
"Brit, aku aja ya yang antarkan kertas ujian ini ke ruangan Mr Daniel,"
"Enak aja, aku aja Brit!" pinta Joana.
__ADS_1
"Udah deh Fel, Jo, daripada kalian berantem lebih adil ini aku yang antar, oke bye!"
Britney buru-buru tancap gas sebelum kedua sahabatnya itu keburu rebutan untuk mengantarkan kertas ujian itu, Britney tiba di ruangan Daniel.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!" Daniel tengah bersantai dikursinya.
Britney masuk dengan membawakan kertas ujian itu dan ditaruhnya di meja Daniel.
"Sebentar aku tutup pintu dulu!" Britney kembali menutup pintu ruangan itu lalu menghampiri Daniel.
"Kau tidak ke kantin bersama Feli dan Joana?"
"Tidak, aku merindukan mu Paman," Britney duduk dipangkuan Daniel.
"Kenapa kancing seragam mu terbuka satu begini?" tanya Daniel seraya meraba kancing itu.
"Ini gaul Paman biar keliatan seksi,"
"Tentu saja olehmu,"
"Kalau begitu pakai seperti ini ketika dirumah saja!"
"Ish Paman nanti kalau kancingnya ditutup semua seperti siswi cupu!"
"Kau ini, nakal sekali,"
"Paman, apa kau jadi menceraikan aku? Kapan kau akan batalkan, kita kan sudah berbaikan?"
"Aku tidak pernah sama sekali berpikir untuk menceraikan mu Brit, aku, momy, dan Dady Lan hanya ingin kau berubah dan menyadari bahwa kau membutuhkan aku!"
Britney pun memeluk Daniel dan itu membuat wajah Daniel sejajar dan tenggelam ke dasar labu import milik Britney, karena posisi Britney masih berada dipangkuan Daniel.
"Eh maaf Paman, kena ya?"
"Iya kena, aku jadi lapar," Daniel tersenyum licik.
"Mau pesan makan atau?"
Daniel pun membuka kancing baju seragam Britney, saat ini Britney hanya pasrah saja semakin hari Daniel semakin besar ga i rahnya.
__ADS_1
Kancing baju Britney terbuka seluruhnya, kini lagu import yang tadi pagi sempat memberikan nutrisi untuknya, kembali akan diraup oleh Daniel, Daniel segera mendekatkan wajahnya pada labu import milik Britney kembali di hi sapnya labu import itu oleh Daniel.
Dan Britney hanya bisa mele nguh, mende sah, dan mencengkram kuat meja yang berada tepat dibelakangnya. Sejenak Daniel melepaskan labu import itu dengan sedikit menarik ujung pucuknya.
"Ah Paman, ih sakit tau!"
"Maaf habis gemes banget, Brit maafkan aku ya!"
"Maaf kenapa?"
"Kau masih sekolah tapi aku sudah tidak bisa menahan has rat yang ada dalam diriku, semakin hari aku semakin menginginkan mu,"
"Tidak apa-apa aku mau kok memberikannya untuk Paman, tapi pakai pengaman ya Paman," bisik Britney.
"Kau serius mau?"
Britney mengangguk dan tersenyum membuat Daniel semakin tak sabar untuk memiliki Britney seutuhnya.
"Tapi kenapa harus pengaman? Lebih baik kita ke Dokter saja bilang untuk menunda kehamilan, bagaimana?"
"Bisa saja toh intinya aku tidak boleh hamil dulu karena belum lulus! Tapi, kenapa Paman tidak mau pakai pengaman?"
"Karena aku ingin bersentuhan seutuhnya,"
"Apanya Paman?"
"Itu loh Brit, punyamu dan punyaku kalau pakai pengaman kan tidak langsung bersentuhan,"
Daniel melirik kearah bagian bawah Britney, Britney pun mulai paham.
"Ya sudah kita ke Dokter ya Paman, kalau begitu aku ke kantin dulu ya!" Britney hendak bangun dari pangkuan Daniel.
"Tunggu dong, memang siapa yang bilang aku sudah kenyang?"
"Paman kau lagi?"
Daniel pun kembali melahap labu import yang sejak tadi belum puas dia hi sap dan nikmati, membuat Britney harus bersabar sampai suaminya itu puas meng hi sapnya. Setelah beberapa menit, Daniel akhirnya melepaskan labu import milik Britney lalu mengancingkan kembali seragam sekolah itu. Britney memagut bibir Daniel sejenak lalu bangun dari pangkuannya.
Britney memutuskan untuk keluar dari ruangan Daniel sambil tersenyum sepanjang jalan mengingat bagaimana nakalnya Daniel barusan.
♥️♥️♥️
Daniel pas sama Luna polos banget dan suci banget, sekarang sama Britney udah kaya vampir dikit-dikit hi sap🤣
__ADS_1