Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 93


__ADS_3

"Aku tau Sierra memang licik tapi apa mungkin ada orang yang berpura-pura hamil?"


"Tentu saja mungkin by, pokoknya aku akan membawa Sierra ke Dokter kandungan Sabtu nanti, sekalian kemo juga kan by jadi tidak ada salahnya!"


"Iya jika mau seperti itu, kita bicara dulu pada El nanti karena dia yang lebih berhak meminta cek kandungan pada Sierra,"


"Oke by, ngomong-ngomong kasihan Joa juga kita biarkan dia berangkat ke kampus dengan kak El dan Sierra dia pasti tidak nyaman,"


"Kata mu itu demi kebaikan Joa agar El dan Sierra tidak dibiarkan berdua?"


"Iya lah by, bayangkan kalau kak El Han berdua dengan Sierra bisa-bisa itu dijadikan kesempatan untuk Sierra kembali merebut hati kak El!"


"Istriku pintar sekali si,"


"Kalau berhadapan denganku Sierra jelas akan kalah, tapi dengan Joa anak itu pasti akan mengalah pada wanita macam Sierra,"


Sementara didalam mobil, Sierra duduk disamping El yang sedang menyetir sementara Joanna duduk di bangku belakang mobil dengan wajah datar.


"El akhir-akhir ini aku mudah sekali lelah, beli vitamin ya nanti?"


"Iya," singkatnya.


"Kau pagi ini belum mengelus perutku El, dielus dong Dede bayinya biar dia anteng didalam perut momynya," Sierra meraih tangan El agar mengusap perutnya.


Sementara Joanna langsung memalingkan wajahnya kearah samping agar hanya pemandangan jalanan yang dia lihat, tak lupa juga dia memakai headset agar tidak mendengarkan suara-suara manja Sierra pada El, yang tentunya itu sangat membuat Joa sakit hati.


Disatu sisi El pun merasa tidak nyaman dengan situasi ini, dia selalu sulit menolak Sierra karena El tidak ingin Sierra stres dan mengganggu masa kehamilannya, tapi melihat dari spion wajah Joanna yang terlihat tidak ceria lagi, membuat El ingin mengajaknya lari dari semua masalah ini.


Setibanya di kampus Joanna turun begitu saja dari mobil dan hanya kata terimakasih yang Joa ucapkan, Sierra pun melambaikan tangan dengan wajah sumringah karena Joanna akhirnya turun dari mobil jadi tidak ada lagi pengganggu.


Saat masuk ke gerbang kampus, El justru keluar dari mobil dan mengejar Joanna.


"Loh El, kau mau kemana?" Sierra ikut turun dari mobil mengejar El.


Ditariknya tangan Joanna hingga tubuh gadis itu berbalik kearah El, dipeluknya Joanna oleh El dengan erat.

__ADS_1


"Maaf atas masa laluku yang pasti membuat mu sakit, aku tidak tau harus bagaimana Joa!"


"Lepaskan aku kak! Memang sebaiknya kita menyudahi hubungan ini, kau adalah milik Sierra dan bayi dalam kandungannya jangan lupa laki-laki sejati akan bertanggungjawab atas perbuatannya, nikahi Sierra dan lupakan aku!"


"Tapi aku mencintaimu Joa! Aku ingin menikah denganmu, aku tidak bisa melupakan mu,"


"Cepat atau lambat aku akan berkencan dengan laki-laki lain, dan melupakan mu jadi kau juga harus begitu!"


Joanna melepaskan pelukan El, sebenarnya ucapan Joanna memang ada benarnya ini memang tidak adil untuk Sierra yang sudah mengandung anaknya namun dia sendiri tidak mau menikahi Sierra hanya dengan alasan tidak mencintai Sierra, bayi dalam kandungan Sierra pasti menginginkan orangtua yang utuh, sebagai anak dari keluarga broken home El mengerti betul seorang anak sangat menginginkan kedua orangtuanya tetap bersama.


Sierra menggandeng tangan El sementara Joanna masuk ke kampus dan meninggalkan El yang masih menatap kearahnya.


"El, Joa benar memang kau tidak kasihan kalau anak kita lahir sementara kau tidak mau menikahi mu, dan memilih dengan wanita muda? Sangat jarang ibu tiri yang menyayangi anak sambungnya, apa kau tidak takut anak kita nantinya menderita jika kau menikah dengan Joanna?"


"Jadi mau mu apa?"


"Nikahi aku El, lagipula aku sudah mulai mencintai mu dan aku rasa kita bisa belajar untuk saling mencintai dan biarkan Joa bahagia dengan pasangannya yang lain,"


"Aku butuh waktu untuk berpikir Sierra,"


Setelah mengantar Joanna ke kampusnya El dan Sierra lanjut berbelanja beberapa kebutuhan Sierra, selesai belanja mereka segera kembali ke rumah karena tau Daniel sendirian di rumah takut jika Daniel butuh sesuatu.


Setibanya di rumah, Sierra menuju ke kamarnya sementara El mencari Daniel Rupanya Daniel sedang duduk bersantai di halaman belakang, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke handphone El bahwa ayahnya Daniel meminta saran tentang masalah yang terjadi di perusahaan.


"Tuan Niel,"


"Iya El, kau kapan kembali?"


"Baru saja Tuan,"


"Bagaimana pergi dengan Sierra? Apa tertekan?"


"Lumayan Tuan, tapi ini memang sudah harga yang harus ku bayar atas kenikmatan sesaat itu!"


"Aku lolos, kau malah masuk dalam perangkapnya!"

__ADS_1


El hanya bisa terdiam saat menyadari kesalahannya.


"Tuan ini Ayah anda meminta kita meeting virtual sebentar, kau siap?"


"Oke, lakukan saja!"


Daniel dan ayahnya pun meeting secara virtual dilayar laptopnya karena ada masalah di perusahaan Daniel yang tidak bisa dihandle oleh Damian ayahnya.


Selama setengah jam meeting, dan Daniel memberikan saran tentunya ide dari Elrald pun ikut dipertimbangkan meeting virtual pun diakhiri. Keduanya masih betah berbincang-bincang di halaman belakang, Sierra yang berinisiatif untuk menyajikan minuman dan cemilan pun sudah berjalan menuju halaman belakang rumah.


"El, istriku Britney tidak percaya dengan Sierra yang berkata dia hamil, bagaimana menurutmu?"


"Diawal aku pun sempat ragu Tuan, makanya aku meminta bukti kehamilan, dan ada surat dari rumah sakit juga kalau Sierra itu benar-benar hamil!"


"Kau tidak berniat membawa Sierra ke Dokter kandungan?"


"Sepertinya memang harus Tuan, agar aku lebih yakin lagi kalau Sierra benar-benar hamil! Apa nona yang menyarankan itu?"


"Iya dia bilang, nanti Sabtu sekalian dia juga mau memeriksakan kandungan dan aku kemoterapi jadi tidak ada salahnya kalau Sierra juga ikut memeriksakan kandungannya,"


"Baik Tuan, aku akan bicara pada Sierra agar hari Sabtu nanti dia ikut ke Dokter kandungan!"


Sierra yang sejak tadi menguping pembicaraan itu pun, langsung mengepalkan tangannya.


"Berani-beraninya Britney mengusik hubungan ku dengan El, bahkan dia meminta Daniel agar menyampaikan pada El untuk membawaku ke Dokter kandungan! Cari mati si anak manja itu." dalam hati Sierra.


Setelah menguping pembicaraan diantara El dengan Daniel, Sierra bersikap tenang dan tidak ingin emosinya meledak-ledak karena dicurigai oleh semua orang. Bisa-bisa impiannya untuk menikah dengan El atau Daniel gagal jika Sierra menampakkan sikap aslinya sekarang.


"Hai dua laki-laki ganteng, ngobrol kok engga ada minuman atau makanannya, nih aku bawakan cemilan dan minuman buat kalian!" Sierra meletakkan diatas meja.


"Terimakasih Sierra!" kata El dan Daniel.


"Sama-sama, kalian lanjut ngobrol aja aku mau istirahat di kamar maklum efek si bayi jadi gampang ngantuk dan lelah,"


Begitu menuju ke kamarnya, Sierra mengambil sebuah bingkai foto Britney, dibawanya bingkai foto itu kedalam kamarnya untuk meluapkan kekesalannya pada Britney.

__ADS_1


Dilepaskannya foto itu dari bingkainya, lalu Sierra mengambil gunting dilaci dan menusuk-nusuk foto Britney dengan ujung gunting itu sambil mengumpat.


__ADS_2