Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 97


__ADS_3

Satu tangan El meraih pinggul Joanna kemudian diikuti oleh satu tangannya yang meraih ceruk leher Joanna hingga akhirnya kedua bibir itu pun menyatu sempurna.


Kedua bola mata Joanna terbelalak saat Elrald kembali mencium bibirnya, ada rasa kerinduan dihati Joanna akan lembutnya bibir Elrald tapi pikiran jernihnya menyadarkan kalau ini di toilet rumah sakit bagaimana jika ada orang yang lihat.


Joanna melepaskan ciuman itu, sambil tetap menatap bibir El yang basah.


"Kak ini rumah sakit,"


"Memangnya kenapa, toh kita hanya berdua didalam toilet!"


"Awas aku mau keluar, menyebalkan!"


"Eh hukuman mu belum selesai, siapa suruh jadi cewek genit gitu!"


"Ish awas kak," Joanna mencoba meraih gagang pintu toilet namun tangan El dengan sigap meraih tangan Joanna.


Dilingkarkannya kedua tangan Joanna pada pundaknya kemudian kedua tangan El kembali meraih pinggul Joanna.


"Cantik,"


"Gombal,"


"Kangen,"


"Sana sama Sierra,"


"Tuh kan, bikin pengen kalau liat wajahmu merona seperti ini,"


"Jangan macem-macem kak, ini,"


Belum sempat melanjutkan perkataannya bibir Joanna tidak lagi bisa berkata-kata karena sudah disumpal oleh bibir El bahkan kali ini El langsung memperdalam ciumannya menikmati bibir lembut Joanna yang sudah menjadi candu untuknya adalah hal yang tidak bisa dia tunda lagi saat ini.


"Kak, ah," saat lidah El membuat akses agar Joanna membuka rongga mulutnya.


Lidah El kini memenuhi rongga mulut Joanna, hingga membelit lidah Joanna. El sangat lihai jika sedang berciuman membuat Joanna tanpa sadar mengikuti permainan El.


Bunyi berkecipak dari ciuman liar keduanya kini memenuhi toilet ini, darah El berdesis saat ciuman itu terus berbalas dengan Joanna membuat hasratt yang telah lama tumbuh dia tahan kini membuncah penuh ga i rah.


"Ah, ah," sesaat Joanna melepaskan ciuman liar itu karena dirinya sulit bernafas.


Tapi berada didekat El seperti ini membuat pikiran warasnya tidak bekerja, Joanna melum at bibir El terlebih dahulu membuat El semakin bernaf su saat bibir keduanya saling berpagutan, terlihat wajah Joanna sudah diselimuti oleh hasratt yang membara saat ini.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama kedua tangan El menggerayangi lekuk tubuh Joanna hingga berlabuh pada kedua pepaya import yang dirasakan oleh El sudah menegang, di rem asnya kedua pepaya import yang padat besar berisi itu membuat Joanna memejamkan kedua matanya merasakan pijatan-pijatan nakal El pada kedua pepaya import miliknya.


El pun melepaskan ciumannya sejenak dan menatap penuh naf su pada Joanna.


"Pengen,"


"Apa?"


"Minum!"


Joanna pun tersenyum mendengar rengekan El saat meminta minum yang tak lain adalah minum sus u murni langsung dari sumbernya. Secepat kilat El membuka kaos yang dikenakan oleh Joanna lalu membuka b r a dan menjatuhkannya ke lantai.


Kedua pepaya import yang masih kencang padat itu membusung dihadapan wajah El, sontak saja terong Belanda itu semakin ketar ketir dan sudah gelisah didalam celana sana.


"Joa, kau seksi sekali!"


Dengan sekali hap, satu pepaya import dimasukkan kedalam mulut El dengan lahap membuat Joanna harus menggigit bibir bawahnya sendiri saat merasakan pepaya import miliknya di hi sap oleh El dengan keras.


"Kak ah pelan,"


Tapi El tak mendengarkan apa yang diminta oleh Joanna dia tetap saja rakus mere mas kedua pepaya import itu sekaligus meng hi sapnya secara bergantian, membuat Joanna semakin merasakan hasrattnya tidak bisa terkendali lagi jika seperti ini terus.


"Ssttt,"


"Kak El,"


"Emth ah kak,"


El menikmati kedua pepaya import itu hingga meninggalkan jejak-jejak merah disekitarnya.


"Joa, ini nikmat sekali!" kembali melahap pepaya import milik Joanna.


El seperti bayi baru lahir yang kelaparan hi sapannya begitu kuat hingga kedua pepaya import Joanna sedikit lecet-lecet. Puas dengan kedua pepaya import milik Joanna, El mendaratkan ciumannya semakin turun kearea bawah membuat El harus bersimpuh dihadapan Joanna.


Diciuminya perut hingga kebagian pusar membuat Joanna ketar-ketir merasakan sensasi geli dan menggelinyar disetiap jengkal ciuman El pada kulit tubuhnya. El mengangkat rok mini berwarna putih bunga-bunga kecil yang dikenakan oleh Joanna, lalu menurunkan bagian penutup area sensitif milik Joanna.


Seperti terhipnotis Joanna hanya diam menurut saat El melakukan semuanya, hingga tanpa sadar Joanna malah membuka kedua kakinya sedikit melebar, disentuhnya area sensitif itu oleh El membuat Joanna langsung melenguhh.


"Ah kak El, jangan!"


Mendengar rengekan manja Joanna membuat El semakin dikuasai oleh gai rah yang tidak lagi bisa dia bendung, El membenamkan wajahnya diarea sensitif Joanna hingga Joanna pun mendongakkan wajahnya keatas.

__ADS_1


Ingin rasanya Joanna berteriak saat bibir El menempel dengan area sensitifnya, rasanya sulit untuk diungkapkan oleh kata-kata apalagi saat ini lidah El sudah menjulur keluar dan menyapu area sensitif Joanna membuatnya semakin basah.


"Kak El,"


Baru pertamakali mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang laki-laki, membuat Joanna baru merasakan nikmatnya saat lidah El mulai mengoyak area sensitifnya, rasanya dingin, geli dan sulit diungkapkan oleh kata-kata yang jelas Joanna merasa melayang tinggi ke angkasa saat ini.


El memaju mundurkan lidahnya didalam sana membuat Joanna harus menggigit tangannya sendiri agar dia tidak berteriak nikmat, Joanna sampai lupa saat ini keduanya masih berada didalam toilet rumah sakit. Tapi sepertinya El tidak peduli dengan itu, lidahnya terus menikmati area sensitif Joanna yang semakin lama semakin basah.


Tak tahan sekali dengan kenikmatan yang El berikan, membuat Joanna meremat rambut El dibawah sana menekannya lebih masuk lagi.


"Kak El, udah kak stop ah!"


Namun El justru semakin liar memainkan lidahnya dibawah sana, hingga menye sap area sensitif itu membuat Joanna merasakan sensasi seperti ini untuk pertama kalinya, rasanya ada sesuatu yang ingin keluar dari area sensitifnya.


Ditekannya kepala El oleh Joanna agar semakin menikmati area sensitifnya, sementara wajah Joanna mendongak keatas dan dia pun menge rang panjang.


"Kak, aku pipis!"


Tubuh Joanna bergetar hebat saat mencapai pelepasannya, kedua matanya sayu dan tubuhnya lemas. El pun melepaskan area sensitif milik Joanna lalu kembali berdiri dan melihat wajah Joanna yang masih menikmati sisa-sisa pelepasannya.


El mengusap bekas pelepasan Joanna yang tercecer dibibirnya sambil tersenyum puas melihat Joanna tak berdaya seperti ini.


"Kau puas?"


"Kak El jahat!"


"Jahat tapi mau lagi?"


"Ish tau ah, sana!"


"Basah banget, bikin pengen,"


"Kak ish," Joanna memukul dadaa Elrald.


"Kali ini cukup ngasih hukumannya, nanti kalau kau bandel lagi hukumannya lebih berat dari ini!"


"Nakal banget,"


El akhirnya keluar dari dalam toilet membiarkan Joanna membersihkan area sensitifnya terlebih dahulu. Sementara didalam toilet Joanna masih tak percaya dengan yang baru saja dia alami.


__ADS_1


__ADS_2