
Setelah meminta izin pada Daniel untuk menemui orangtua Joanna, keesokan harinya El dan Joa diantar ke bandara oleh Britney dan Daniel ke bandara.
"Kabari aku ya kalau kalian sudah sampai!" Britney memeluk Joanna.
"Safe flight El, semoga kau segera mendapatkan restu dari orangtuanya Joa!"
"Terimakasih Tuan Niel jika sudah selesai dengan urusan ku, aku janji akan secepatnya kembali!"
"Santai saja aku sudah semakin membaik tidak ada yang perlu kau khawatirkan, hanya pesan ku jangan lupa kering buatan momy Risha!"
"Baik Tuan!"
Britney dan Daniel pun melambaikan tangan pada Joanna dan Elrald saat keduanya hendak memasuki boarding pass.
Menempuh perjalanan cukup panjang didalam pesawat, entah kenapa Elrald cukup deg degan jika nanti sampai bagaimana caranya untuk mengambil hati orangtua Joanna.
"Santai saja kak aku yakin kita akan direstui," Joanna menggenggam erat tangan Elrald.
Saking jantungnya berdebar-debar Elrald sampai tidak tertidur sepanjang perjalanan, tubuhnya terus duduk tegang sementara Joanna sampai tidak tahan ingin menertawakannya.
Hahahaha..
"Kak kau itu seperti mau masuk rumah hantu tau engga si? Kau ini mau ke rumahku kenapa ketakutan begitu?"
"Joa wajarlah aku begini aku belum pernah seserius ini dengan wanita,"
Akhirnya pesawat landing dan supir yang dikirimkan oleh orangtua Joanna sudah menunggu keduanya tiba, Joanna memang menghubungi orangtuanya sebelum pulang dan bicara bahwa ada pria yang ingin memint izin untuk melamar! Namun belum bicara siapa calon yang dia bawa kehadapan orangtuanya.
Setibanya di rumah kedua orangtuanya Joanna, sambutan hangat langsung diperlihatkan oleh ayah dan Ibunya Joanna pada Joanna maupun pada Elrald.
"Ayo masuk-masuk!"
"Aduh kami senang sekali loh ada laki-laki yang dibawa Joa ke rumah," Ibunya Joanna mengusap pundak Elrald.
Sementara Elrald tersenyum malu sambil duduk di sofa ruang tamu, begitu juga dengan Joanna dan kedua orangtuanya.
"Pelayan!"
"Iya Nyonya!" pelayan menghampiri.
"Tolong ambilkan minum untuk tamu spesial kita, jangan lupa bersama hidangan pelengkapnya ya!"
Elrald merasa senang karena kehadirannya ternyata disambut sehangat ini oleh orangtuanya Joanna, bahkan terlihat ayah dan Ibunya Joanna sangat bahagia sekali putrinya datang membawa seorang laki-laki yang hendak melamarnya nanti.
Begitu minuman dan makanan lainnya datang, orangtua Joanna meminta Elrald dan Joa agar minum dulu karena mereka pasti lelah perjalanan dari Kanada ke negara ini lumayan jauh.
"Saya minum ya Paman, bibi,"
__ADS_1
"Iya iya silahkan,"
Glek..
Elrald menyeruput minuman hingga habis setengah gelas, kemudian diletakkannya lagi diatas meja.
"Jadi bagaimana nak, siapa Joa momy lupa nama pacar mu?"
"Elrald mom, lupa terus deh udah dibilang juga ditelpon tempo hari!"
"Maklum lah Joa, momy kan udah tua jadi pelupa itu kan wajar iya kan El?"
"Iya Bi mungkin nama ku sedikit sulit diingat,"
Hahahaha..
"Kau pintar melucu juga ya El rupanya, pantas anak Paman ini begitu tergila-gila denganmu kau pribadi yang menyenangkan!"
Elrald menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena disanjung oleh calon mertuanya.
"Ngomong-ngomong kau memegang perusahaan apa El?"
"Saya bekerja di perusahaan D.E skin, bi!"
"Tunggu! D.E skin bukankah perusahaan milik Daniel suaminya Britney?"
"Joa!" Ayah Joanna melirik Joanna dengan tatapan tidak enak.
"Jadi kau tidak punya perusahaan sendiri? Atau orangtua mu mungkin? Apa mereka memiliki perusahaan sendiri?"
"Saya yatim piatu bi,"
"Hah? Joanna, bisa kita bicara sebentar?"
Joanna pun hanya menundukkan wajahnya, karena memang sejak awal Joa tidak jujur bahwa Elrald memang bukan dari kalangan orang kaya.
Ayah dan Ibunya menarik tangan Joanna untuk berbicara di ruangan lain.
"Joa bagaimana mungkin kau memiliki otak tapi tidak memiliki pikiran hah?"
"Mom, please!"
"Joanna, Dady menyekolahkan mu hingga sarjana bukan untuk melihat mu menikah dengan kacung!"
"Dad, kata-katamu sangat keterlaluan! Apa salahnya si toh Kak El kerja di perusahaan ternama?"
"Kau bodoh atau memang otak mu tidak bisakah jalan sedikit Joa? Lihat teman-temanmu, Britney menikah dengan pemilik D.E skin dan Felicia dia berpacaran dengan pemilik hotel berbintang lalu,"
__ADS_1
"Stop mom, aku mohon jangan banding-bandingkan aku dengan teman-teman ku yang lain! Aku tau Kak Elrald memang tidak memiliki perusahaan tapi dia sangat mencintai ku mom,"
"Cinta? Joa, Joa memang hidup mu bisa kenyang dengan cinta? Kita ini sudah hidup susah karena ayah mu gagal mendirikan perusahaan sendiri hingga harus menjadi bawahan orang lain, dan sekarang kau meminta izin untuk menikah dengan laki-laki yang sama seperti Dady mu?"
"Joa, harusnya kau menikah dengan anak dari pemilik perusahaan besar seperti Britney agar Dady bisa memiliki perusahaan sendiri nantinya!" Ayah Joanna terlihat sangat kesal dan kecewa.
"Kalian jahat! Pokoknya Joa mau tetap menikah dengan kak El!"
Plak...
Tangan kanan Ibunya Joanna menampar pipi Joanna hingga Joanna meringis menahan sakit.
"Anak tidak bisa diharapkan! Anak tidak berguna!" teriak Ibunya.
Teriakan Ibunya Joanna membuat Elrald yang sejak tadi tak kunjung mendapatkan kepastian tentang niatnya untuk melamar, akhirnya berjalan untuk mencari sumber teriakan itu.
"Ingat Joanna, Dady sudah mengeluarkan biaya hidup yang sangat banyak untuk mu! Kami selalu memberikan fasilitas terbaik untuk mu agar kau bisa berada dilingkungan orang-orang terpandang dan sekarang apa? Kau mau menikah dengan seorang kacung?"
Hahahaha...
"Dady rasa kepala mu itu memang tidak ada isinya!"
Deg..
Elrald yang sejak tadi mendengarkan percakapan Joanna dengan kedua orangtuanya langsung mengerti bahwa memang dirinya bukan laki-laki yang layak untuk Joanna. Apalagi orangtuanya sampai marah besar seperti itu.
"Sekarang kau bawa pergi laki-laki itu dari rumah kita atau Dady akan mengatakan semua yang ingin Dady katakan padanya!"
"Dad tolong terima kak El! Aku mohon!"
Joanna memohon dan bersimpuh dihadapan kedua orangtuanya, Elrald yang melihat Joanna sudah sekksekkan menangis dan bersimpuh seperti itu merasa bersalah karena menjadi penyebab kekacauan ini.
"Joa, bangunlah!" Elrald masuk kedalam ruangan itu.
Sementara kedua orang tua Joanna hanya diam saat melihat Elrald masuk begitu saja.
"Kak El, aku,"
"Tidak apa-apa, aku sudah dengar semuanya Joa,"
"Kau sudah dengar berarti kau tau kan alasan kami tidak bisa menerima mu?" tanya Ibunya Joanna.
"Iya Bi saya sangat mengetahui alasan kalian tidak bisa menerimaku! Aku seharusnya sadar diri dan tidak bermimpi terlalu tinggi untuk memiliki wanita secantik dan sebaik Joanna sementara aku sendiri hanya seorang kacung!"
"Kak El cukup kak!" Joanna bangun lalu menghampiri Elrald.
"Kuta pergi dari sini kak, aku akan memperjuangkan hubungan kita!" Diraihnya tangan Elrald oleh Joanna.
__ADS_1