Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 116


__ADS_3

Sierra mengeratkan gigi atas dan bawahnya karena terus mendengar suara-suara kecapan akibat ciuman liar Joanna dan Elrald, kepala Sierra mendidih karena bisa-bisanya El dan Joa berciuman selama itu.


"Aku tidak tahan lagi dengan suara-suara yang mereka timbulkan," Sierra meraih dua bantal lalu turun dari ranjang.


Langkah kaki Sierra bahkan tidak terdengar ditelinga Joanna dan Elrald gara-gara keduanya masih terlena saling melu mat bibir dan saling membelit lidah, tiba-tiba.


Bug..


Kedua bantal itu masing-masing dilempar kearah Joanna dan Elrald sontak saja Joanna dan Elrald terkejut lalu mengakhiri ciuman itu, ditatapnya Sierra yang berdiri dihadapan keduanya.


"Si-Sierra!!"


"Sierra kenapa kau bangun?" tanya Joanna gelagapan.


"Kenapa? Kalian ingin aku tidur terus agar kalian bebas untuk menuntaskan hasratt kalian?"


"Tidak begitu Sierra, maaf ya kau sampai terbangun," Joanna sampai tidak enak hati.

__ADS_1


"Astaga aku tidak percaya kenapa aku harus terjebak di kamar ini bersama dua insan yang sudah kebelet,"


Hah..


Sierra menarik nafas panjangnya disisi lain dua lega karena sudah tidak mendengarkan suara-suara kecapan itu lagi, Sierra duduk disofa bersama Joanna dan Elrald.


Sementara Joanna dan Elrald masih senyum-senyum dan saking tatap.


"Oh my God aku berharap cepat hari Jumat,"


Malam itu ketiganya bergadang bersama karena Sierra tak bisa tidur lagi! Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Sierra membuka pintu sambil membawa troli berisi Elrald, dan kedua penjaga didepan pasti akan memeriksa troli itu, berhubung Sierra dan Joanna sudah bekerjasama agar Sierra bisa mengeluarkan Elrald dari dalam kamar itu dengan aman.


Prang...


Kedua tangan penjaga yang hampir membuka gorden troli itu pun tidak jadi membuka gorden dan bergegas masuk kedalam kamar Joanna untuk memeriksa. Setelah kedua penjaga masuk, Sierra lanjut mendorong troli meninggalkan kamar tersebut.


"Nyonya, apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Tadi ada kecoa lalu aku tidak sengaja memecahkan guci ini,"


"Menjauh lah Nyonya biar kami yang bersihkan kepingan-kepingan guci yang berserakan itu!"


"Baik terimakasih!"


Hari berganti hari dan Jazz belum juga oul6 ke pulau ini, sepertinya luka gigitan Joanna dilidahnya cukup parah sehingga Jazz menghabiskan waktu beberapa hari di rumah sakit. Dan hari ini adalah hari Jumat, dimana jadwal kapal datang untuk menjemput beberapa pelayan karena mereka harus keluar pulau dan berbelanja bahan pokok di kota.


Inilah yang dimaksud Sierra kesempatan yang pas untuk Joanna dan Elrald kabur dari pulau ini menggunakan kapal pengangkut ke kota. Keberuntungan bagi Joanna bertambah karena sampai detik ini Jazz belum juga muncul batang hidungnya di pulau ini, setidaknya rintangan berkurang satu.


Hanya tinggal mengelabui beberapa penjaga yang lumayan ketat disepanjang sudut vila mewah ini. Pagi-pagi sekali Joanna sudah membuatkan banyak kopi untuk para penjaga yang berjaga di rute menuju kapal, lalu Sierra melirik ke kanan ke kiri memastikan tidak ada orang yang mengawasi, setelah dirasa aman Sierra segera memasukkan kesetiap cangkir kopi itu obat tidur milik Jazz yang Joanna ambil dilaci kamar.


Diaduknya semua kopi itu, setelah selesai semua Sierra membawa beberapa cangkir kopi itu menggunakan nampan lalu buru-buru menuju beberapa penjaga yang sedang berjaga.


"Silahkan ambil satu!"


"Oke terimakasih Sierra,"

__ADS_1


Mereka mengambil kopi itu satu persatu, kini giliran Elrald masuk kembali kedalam troli dan Sierra membawanya kembali kedalam kamar Joanna untuk membawa Joanna dari dalam kamarnya, kedua penjaga didepan kamar Joanna mempersilahkan Sierra masuk berikut dengan troli berisi sarapan untuk Joanna.


__ADS_2