
Sierra mulai memasang wajah penuh kesedihan dan penyesalan dihadapan mereka semua, dan dipeluknya Angeline oleh Sierra.
"Bibi, maafkan Sierra karena Sierra tidak lagi bekerja di perusahaan Daniel! Sekarang Sierra dengar Daniel sakit parah, maaf Sierra tidak lagi bisa menjaga Daniel seperti dulu saat kami bekerja bersama di Jerman,"
Angeline yang tidak mengetahui kebusukan Sierra pun, tak mempermasalahkan kehadiran Sierra terlebih yang Angeline tau Sierra dan Daniel memang berteman sejak lama.
"Tidak apa-apa Sierra, ini hanya ujian untuk Daniel dan kami doakan saja agar ujian ini bisa kami lewati secepatnya,"
"Tentu saja bi, aku sudah menganggap bibi dan Daniel keluargaku sendiri!"
"Cih, dasar ular," gumam Britney.
"Oh ya Sierra, kenapa kau bisa ada disini?" tanya Angeline.
"Aku menemui kekasihku bi," Sierra melirik kearah Elrald yang masih kebingungan harus bersikap seperti apa.
"Kekasih, dia dirawat di rumah sakit ini juga?" Angeline semakin penasaran.
"Tidak bi, dia bekerja untuk Daniel! Jadi dia disini untuk menjaga Daniel," Sierra tersenyum manis pada Elrald.
"Bekerja untuk Daniel?" secara bersama-sama Britney, Angeline, dan Joanna melirik kearah Elrald.
"Iya, kami tadinya sedang ada konflik sedikit jadi aku kabur dan kekasih ku itu terus mencari ku lewat orang suruhannya, iya kan sayang?" Sierra menghampiri Elrald kemudian menggandeng tangan Elrald dan menjatuhkan kepalanya didada Elrald.
Elrald meraih tangan Sierra untuk mengajaknya berbicara berdua saja.
"Sierra ayo ikut!"
Ditariknya tangan Sierra meninggalkan mereka semua untuk mencari tempat sepi dan bicara empat mata saja.
Baik Angeline, Britney dan Joanna masih terperangah melihat kejadian ini, bagaimana bisa Elrald menjalin hubungan dengan Sierra dan sejak kapan mereka pernah dekat??
Apalagi Britney dan Joanna, mereka tau betapa jahatnya Sierra dan menyesalkan kenapa Elrald sampai mau menjalin hubungan dengan wanita seperti itu.
"Joa, kau tidak apa-apa kan?"
Raut wajah Joanna terlihat sangat kecewa dengan kejadian ini, kedua matanya sudah berkaca-kaca. Jadi kekasih Elrald itu Sierra, hanya kenyataan itu yang saat ini memenuhi seluruh pikiran Joanna.
__ADS_1
"Aku hanya sedikit terkejut Brit, kenapa harus Sierra?"
"Iya, bodohnya Kak El!"
"Memangnya kenapa Sierra Brit? Momy mengenal dia karena dulu Daniel berteman dengannya dan Sierra bekerja di perusahaan Daniel saat di Jerman, selebihnya momy tidak tau tentang Sierra,"
"Mom, dia itu wanita yang sangat jahat dia terus berusaha merebut hubby dariku, dan puncak kegilaannya itu pada saat dia dipecat oleh hubby, coba momy lihat ini!"
Britney menunjukkan rekaman permintaan maaf Sierra dan perusahaan saingan D.E skin karena sudah melakukan plagiat dan pencurian data itu dilakukan oleh Sierra.
"Momy engga nyangka ya, Sierra sejahat itu kok tampangnya terlihat baik kalau didepan momy dan Dady! Kalau begitu Elrald jangan dibiarkan dong dekat dengan wanita seperti itu!"
"Iya momy tenang saja, Brit kan punya keahlian membasmi serangga!"
"Loh, kok membasmi serangga?"
"Ya kan Sierra itu seperti serangga, mirip malah sama-sama pengganggu!"
Hahahaha....
Angeline dan Joanna pun tertawa bersama-sama mendengar Britney menyamakan Sierra dengan serangga.
"El, maaf aku sudah membuatmu khawatir! Aku hanya ingin mengembangkan pikiran saat tau aku hamil, aku benar-benar stres!"
Elrald melepaskan pelukan Sierra dan mundur menjauh.
"Kenapa kau berubah El?" melihat sikap Elrald tak semanis dulu padanya.
"Maaf Sierra, aku ingin meminta bukti jika kau benar-benar tengah hamil!"
"Kau menyangka aku berbohong untuk sebuah kehamilan El? Apa kau sadar keraguanmu itu membuat ku sakit hati, kau pikir aku wanita macam apa?"
"Sierra bukan begitu, aku hanya ingin memastikan semuanya aku hanya takut salah melangkah!"
"Sudahlah, lebih baik aku pergi saja jika kau memang ragu tak masalah El aku bisa membesarkan anak kita sendiri, aku tidak gila akan pertanggungjawaban darimu!" Sierra hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Elrald.
"Sierra aku percaya padamu! Hanya saja aku mau kita lebih saling terbuka lagi, aku tidak mau tetap ada keraguan dalam diriku!"
__ADS_1
Dalam hati Elrald dia sangat berharap sekali, Sierra tidak dapat menunjukkan bahwa dirinya itu hamil, karena jika Sierra tidak dapat menunjukkan kalau dia hamil maka Elrald akan memintanya untuk pergi dari kehidupannya dan memilih Joanna.
"El aku kesini karena orang suruhan mu mencari ku terus, bukankah kau mencari ku karena ingin bertemu denganku, karena kau mencintaiku? Aku tau El kau mencintaiku, dan aku juga mencintaimu!" Sierra meraih tangan Elrald.
"Sierra tolong tunjukkan bukti kehamilan ku, jika tidak aku tidak bisa bersamamu lagi!"
"Kenapa El? Kenapa kau berubah?"
Elrald hanya terdiam, ingin sekali dia mengatakan bahwa hatinya telah memilih Joanna, tapi Elrald ingin membereskan masalahnya dengan Sierra terlebih dahulu agar kedepannya dia bisa tenang menjalani hubungannya dengan Joanna.
"Buktikan kalau kau hamil!" dengan tegas Elrald meminta bukti kehamilan Sierra.
Sierra pun mulai menunjukkan wajah sinisnya karena kesal diragukan oleh Elrald. Dia membuka tasnya untuk mengambil print hasil USG, test pack dan surat keterangan hamil.
Diraihnya tangan Elrald, lalu ditaruhnya semua bukti kehamilan itu ditangan Elrald oleh Sierra.
"Puas!"
Dilihatnya bukti-bukti kehamilan Sierra, dan print hasil USG itu menunjukkan malaikat kecil yang baru tumbuh dirahim Sierra, membuat kedua mata Elrald berkaca-kaca meraba hasil USG itu dan takjub dirinya akan benar-benar memiliki bayi.
"Aku pergi El! Aku tidak suka kau tuduh berbohong, untuk apa aku berbohong tentang kehamilan nanti juga perutku akan membesar apa bisa aku membohongi mu dan semua orang?"
Sierra sangat kesal dan pergi begitu saja dari hadapan Elrald, tak ingin kehilangan calon anaknya Elrald langsung mengejar Sierra.
"Sierra tetaplah disisi ku! Jangan pergi, aku akan bertanggungjawab dengan bayi kita,"
"Tida El, mungkin kau sudah menyukai wanita lain hingga kau menuduh ku berbohong aku sangat kasihan dengan bayi yang aku kandung, masih didalam kandungan saja kau meragukannya apalagi ketika dia lahir kelak!"
Elrald pun memeluk Sierra dan terus meminta maaf.
"Aku minta maaf, aku berjanji akan bertanggungjawab!"
"El, bayi yang sedang aku kandung itu tidak bersalah apapun, aku yang salah kita yang salah! Dia tidak meminta hadir didalam perutku, ini perbuatan kita El!"
"Iya aku tau, aku yang bersalah sudah meragukan mu! Aku minta maaf, izinkan aku bertanggungjawab pada bayi kita!"
Sementara Joanna yang sejak tadi menguping dibalik tembok karena penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Elrald dengan Sierra hanya bisa tertunduk diam, Joanna tidak menyangka Sierra tengah mengandung anak dari Elrald.
__ADS_1