
"By kau kenapa?" Britney sangat cemas.
"Pergi!"
"Aku akan membantumu by,"
"Aku bilang pergi!" Daniel sedikit menaikkan suaranya.
"Tapi kau kenapa? Apa yang sakit by?" Britney meraih tangan Daniel.
Namun Daniel mendorong Britney agar menjauh darinya, Britney pun kekeh untuk tetap membantu Daniel masuk kedalam kamarnya dan Daniel justru semakin mendorong Britney hingga Britney jatuh kelantai.
Brug...
"By, kau jahat!" Britney bangun dari lantai lalu berlari menuju kamarnya.
Sementara Daniel masih terdiam berusaha mengatur nafasnya dan menunggu beberapa saat hingga sakit kepalanya mereda, Daniel duduk dilantai kepalanya bersandar ditembok sambil terus mengatur nafas.
Sementara didalam kamarnya, Britney membuang bantal-bantal karena kesal dengan Daniel yang membentaknya dan juga mendorongnya.
"Apa-apan si dia? Tega sekali mendorong ku sampai jatuh dan tidak membantuku sama sekali!" Gerutu Britney sambil membenamkan wajahnya kedalam bantal yang masih tersisa diatas ranjang.
Daniel yang merasa sakit dikepalanya mulai mereda, segera pergi menuju kamar untuk mengambil obat! Dilihatnya Britney tidur tengkurap menyembunyikan wajahnya membuat Daniel merasa bersalah tapi dia memang tidak ingin Britney sedih karena penyakit yang dia derita.
Setelah mengambil obat Daniel langsung meminumnya, langkah kaki Daniel menuju ranjang dan menaruh minuman kaleng diatas meja kecil samping ranjang untuk Britney.
"Itu minuman mu, katanya tadi haus!"
Britney masih enggan melihat wajah Daniel.
"Lain kali jika aku suruh pergi menurut lah, jangan terus membangkang!"
Jleb..
Bukannya minta maaf, Daniel justru kembali menghujam hati Britney dengan perkataan yang menyakiti hatinya sungguh pria yang sangat amat menyebalkan di dunia ini dalam hati Britney.
Daniel menarik selimut agar tubuh Britney tidak kedinginan, namun kedua kaki Britney menendang selimut yang menutupi tubuhnya itu meskipun wajahnya masih bersembunyi dibalik guling.
"Dipakai selimutnya, nanti dingin!" Daniel kembali menyelimuti tubuh istrinya itu.
Namun Britney pun kembali menghempaskan selimut itu menggunakan kedua kakinya.
"Jangan bersikap kekanak-kanakan Brit, ini sudah malam dan kau harus tidur,"
Setelah perkataan itu Daniel tidak.lagi bersuara sementara Britney masih kesal dan marah akibat sikap Daniel yang sekarang sudah berubah.
__ADS_1
Keesokan harinya, Britney terbangun dan mendapati Daniel sudah tidak ada diranjang. Britney pun buru-buru turun dari ranjang dan mencari-cari suaminya itu, hingga sampailah Britney di meja makan dan disana hanya ada Larisha dan Tuan Lan yang sedang sarapan.
"Mom, dad, lihat suamiku tidak?"
"Nih Dady kantongi!" canda Tuan Lan.
"Ih dad, serius tau Daniel sudah tidak ada didalam kamar!" Britney duduk dimeja makan memasang wajah bad mood.
Berharap Daniel akan memberikan kecu pan mesra dan membangunkannya pagi ini apalagi semalam Daniel belum minta maaf, Britney berharap pagi ini Daniel akan bersikap baik padanya tapi yang diharapkan malah zonk.
"Lagian kau ini bagaimana si, suami sendiri masa nyarinya sama momy dan Dady," sindir Tuan Lan.
"Intinya momy sama Dady liat tidak?"
"Iya momy lihat, tadi pagi-pagi sekali Daniel sudah pergi dijemput oleh sekertarisnya!"
"Elrald?"
"Iya,"
"Em, Daniel engga bicara apa-apa mom?"
"Tidak dia hanya pamit, padahal langit masih gelap!"
"Eh malah ngelamun, cepat mandi habis itu sarapan kau kan ada kuliah pagi," titah Larisha.
"Ya ampun hampir lupa!" Britney langsung beringsut dari meja makan berlari kelantai atas menuju kamarnya.
Hari ini Britney ke kampus diantar oleh Tuan Lan karena Tuan Lan pun sekalian berangkat ke kantornya! Tiba di kampus Britney turun dari mobil dan mobil Tuan Lan melaju meninggalkan halaman kampus.
Kejadian semalam dan sikap Daniel yang berubah membuat pikiran Britney tidak bisa berkonsentrasi dia berjalan melamun tanpa melihat kanan kiri dan tidak sadar sejak tadi Felicia dan Joanna memanggil-manggil dirinya.
"Hei!" Joanna menepuk pundak Britney.
"Pagi-pagi udah ngelamun, ga enak banget mukamu itu Brit!" ledek Felicia.
"Fel, Jo, aku ingin cerita,"
"Tentang?" Joanna menatap penasaran.
"Daniel,"
"Hah suami mu?" Felicia dan Joanna terkaget.
"Iya, menurut kalian kenapa sikap seorang suami berubah cuek dengan istrinya secara tiba-tiba?"
__ADS_1
"Laki-laki mendadak bersikap cuek? Paling kalau bukan karena udah bosen ya dia punya wanita lain!" ungkap Felicia.
Deg.
Jantung Britney mendadak seperti tersambar petir mendengar dua kemungkinan itu. Britney berpikiran apa Daniel sudah bosan karena sebagai seorang istri Britney tidak bisa diandalkan? Apa Daniel bosan karena dirinya belum juga hamil? Atau apa ada wanita lain dihati suaminya itu?
Semua pertanyaan-pertanyaaan buruk itu berputar-putar dipikiran Britney.
"Hus Fel jangan ngomong sembarangan, nih liat si Brit sampe lemes gitu akibat omongan mu!" cecar Joanna sambil menepuk-nepuk pundak Britney agar dia bisa lebih tenang.
"Lah terus apa lagi? Nih ya, aku ini udah ratusan berganti-ganti pasangan dan tau semua karakter laki-laki apalagi kalau mendadak dia jadi jutek, cuek, dan kasar itu pasti karena wanita idaman lain,"
"Ih Feli, itu mulut nanti aku sumpel nih, udah jangan bicara negatif dulu!" larang Joanna.
"Itu berarti Daniel selingkuh dong? Engga bisa, kalau sampai Daniel selingkuh, aku akan memotong terongnya!" Britney mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Brit kau jangan terlalu mendengar omongan gila si Feli, lebih baik selidiki dulu daripada berprasangka buruk sama suami sendiri! Suami istri itu harus saling percaya Brit,"
"Tapi emang Daniel mendadak jadi kasar, aduh gimana dong kalau sampai dia beneran selingkuh? Sumpah ya, kalau bener Daniel selingkuh aku akan buat perhitungan dengan wanita selingkuhannya aku akan lemparkan wanita selingkuhannya itu ke markas ketua!" Britney mengepalkan kedua tangannya.
"Kalau gitu kita selidiki saja Brit!" usul Joanna.
"Kau benar Jo, kita harus mengintai Daniel! Kalian berdua mau kan jadi detektif?"
"Aduh gimana ya, tapi aku sibuk karena harus nyalon!" ujar Felicia.
"Aduh kalau aku harus beli handphone keluaran terbaru jadi sibuk Brit," kode keras pada Britney.
"Eh dasar sahabat-sahabat matre kalian, apa bedanya kalian dengan kak Nick?"
"Ye, kita engga matre kok kan kita cuma cerita aja!"
"Iya ya sudah nyalon selama satu Minggu gratis, dan handphone keluaran terbaru! Deal?"
"Deal!" kompak.
Britney dan kedua sahabatnya sepakat untuk menyelidiki Daniel untuk mengetahui apa benar sikao Daniel yang berubah belakangan ini karena Daniel selingkuh atau ada hal lain yang disembunyikan oleh suaminya itu.
"Apa kita harus bolos kuliah?"
"Engga usah si, kalau pagi dan siang laki-laki itu pasti murni melakukan aktivitas kerja nah sore sampai malam itu yang jadi waktu favorit tukang selingkuh beraksi!" saran Felicia.
"Tapi tadi pagi Daniel sudah pergi, dan itu mencurigakan!" kata Britney.
"Itu artinya kita juga harus standby dipagi-pagi buat Brit!"
__ADS_1