
Berusaha untuk tidak terlihat terlalu bergembira nyatanya sulit juga, diam-diam Elrald tersenyum karena sangat senang ditemani oleh Joanna berada di rumah sakit ini.
"Ya sudah kak El, aku titip hubby ya! Kabari juga perawat yang berjaga di ruangannya mengabarkan sesuatu!"
"Baiklah nona, anda jangan khawatir istirahat yang cukup agar kondisi mu tetap sehat!"
"Jangan berikan perhatian padaku, nanti ada yang cemburu kak El,"
Elrald melirik kearah Joanna, namun Joanna menundukkan wajahnya.
Britney pulang ke rumah bersama dengan Angeline dan berjaga di rumah sakit yaitu Elrald dan Joanna. Sementara Daniel masih belum boleh dikunjungi, jadi keluarga pasien hanya bisa duduk di ruangan tunggu sepanjang malam.
"Aku sedikit ngantuk kalau duduk terus, mau jalan-jalan disekitar sini?"
"Tidak kak aku disini saja!"
"Ada taman disamping rumah sakit, diseberang jalannya ada stand minuman daripada bosan,"
Joanna pun tak lagi menolak keduanya berjalan-jalan tidak jauh dari rumah sakit, Elrald menggandeng tangan Joanna saat akan menyebrang dan membeli dua minuman hangat.
Digenggamnya tangan Joanna hingga membayar pun Elrald menggunakan satu tangannya tanpa melepaskan tangan Joanna.
"Lepas dulu tanganku kalau susah buat keluarin uangnya!"
"Aku bisa melakukannya dengan satu tangan,"
Wanita mana yang tidak meleleh hatinya diperlakukan manis seperti ini. Setelah membayar dua minuman itu, keduanya kembali menyebrang dan duduk di bangku dekat taman.
Taman di samping rumah sakit ini memang dikhususkan untuk keluarga pasien yang datang menjenguk kerabatnya yang tengah dirawat agar tidak jenuh menunggu, terlebih lagi terdapat juga beberapa wahana untuk anak-anak bermain, seperti ayunan, perosotan dan lain-lain.
Penerangan pun cukup terang, sambil menyeruput minumannya Elrald sesekali memandangi wajah cantik Joanna.
"Kenapa tadi pagi kau pergi duluan?"
"Hanya ingin sendiri saja,"
"Kau bisa masuk dan bangunkan aku!"
"Terbiasa sendiri jadi yasudah berangkat sendiri,,"
"Kau marah?"
"Untuk apa?"
"Karena aku belum juga menyatakan perasaan cinta padamu?"
"Aku tidak peduli hal itu, lagipula kau sudah pernah bilang kalau kau memiliki kekasih,"
__ADS_1
"Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan Joa, biarkan aku menyelesaikan urusan ku dulu dengan wanita itu, bisakah kau menungguku?"
Joanna bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya siapa kekasih Elrald dan maksud dari menyelesaikan urusannya dengan kekasihnya itu seperti apa? Mungkinkah El akan memutuskan hubungannya dengan kekasihnya itu?
"Kak, aku tidak mau jadi orang ketiga,"
"Kau bukan orang ketiga Joa, aku hanya perlu waktu untuk membereskan masalah yang sudah aku buat!"
"Kau mencintai kekasih mu?"
"Tadinya,"
"Loh kok tadinya?"
"Karena sejak kita semakin dekat, aku memiliki perasaan yang jauh lebih besar untukmu! Karena itu, aku ingin kau menungguku,"
"Bagaimana jika aku sudah menunggu, tapi kekecewaan yang aku dapat?"
"Aku akan berhenti mengejar mu dan kau berhak pergi dariku Joa,"
"Aku akan menunggumu kak,"
"Aku senang kau mau bersabar menungguku Samapi waktunya tepat, aku akan bereskan masalah yang sudah aku buat secepatnya Joa!"
Dilihatnya Joanna yang mengusap kedua tangannya, sepertinya gadis itu kedinginan berada diluar malam-malam begini. Elrald melepaskan jaket yang dia kenakan, lalu dipakaikannya jaket itu pada Joanna.
"Apa sudah tidak terlalu dingin?"
"Kalau lumayan berarti masih dingin!"
"Iya memang masih dingin kak, tapi memakai jaket mu aku merasa sedikit hangat,"
"Mau aku buat lebih hangat lagi?"
"Maksudmu?"
Dipeluknya Joanna oleh Elrald sehingga kehangatan sudah bisa dirasakan oleh keduanya, rasanya benar-benar hangat dan nyaman saat berpelukan seperti ini.
"Kau cantik,"
"Kau juga tampan, aku menyukaimu cukup lama saat di kampus dulu!"
Elrald melepaskan pelukannya lalu perlahan mendekatkan wajahnya dan kembali mendaratkan ciumannya pada bibir Joanna, keduanya saling bertukar saliva dan terus berpagutan tanpa peduli mereka sedang berada ditempat umum.
Rasa bibir Joanna yang lembut dan basah membuat Elrald candu akan rasanya. Deru nafas keduanya saling beradu, saat ini ciuman keduanya semakin dalam.
Satu tangan Elrald bahkan sudah menyusuri pinggul Joanna dan semakin naik keatasnya, sedikit lagi satu tangan Elrald akan sampai di dua melon import yang belum pernah sama sekali dia sentuh hingga saat ini.
__ADS_1
Meskipun ragu kalau Joanna akan mengizinkan untuk dia menyentuhnya, namun Elrald mulai berani menaruh tangannya diatas melon import itu meskipun hanya sekedar memegang saja dari balik baju.
Keduanya masih tetap saling berpagutan, namun Elrald belum berani melakukan lebih lagi pada kedua melon import milik Joanna, tangannya hanya berdiam saja diatas gundukan besar itu.
Setelah cukup lama berciuman, Joanna mengakhirinya.
"Kak, kita harus kembali ke rumah sakit! Siapa tau Daniel sudah bisa dikunjungi,"
"Iya Joa, maaf aku tadi terbawa suasana jadi susah berhentinya,"
Keduanya saling melempar senyuman dan berjalan saling bergandengan tangan.
Keesokan harinya!
Elrald dan Joanna tertidur dikursi dengan bersandar satu sama lain. Tak lama kemudian Britney dan Angeline tiba di rumah sakit dan melihat dua sejoli itu tengah menempel dan masih terlelap.
"Uy Uy Uy, dua sejoli yang sedang dimabuk cinta sampai bangun pun kesiangan," kata Angeline.
Mendengar ada suara berisik-berisik, Elrald dan Joanna terbangun secara bersama-sama dan melihat Britney dan Angeline sudah berdiri dihadapan keduanya.
"Brit, kenapa tidak bangunkan aku?"
"Tidurmu sepertinya nyenyak ya dibahu kak El,"
"Kalian berdua menikah sajalah kalau memang sudah saling suka, jangan ditunda-tunda!" kata Angeline.
"Bibi, masa bicara menikah masih jauh bi!"
"Ayo ayo kita sarapan dulu!" ajak Britney sambil mengeluarkan burger dan cola dari dalam paper bag.
Tap.
Tap.
Tap.
Suara langkah kaki dari wanita yang paling tidak diinginkan kehadirannya mulai terdengar menuju ruangan tunggu, dialah Sierra yang baru saja tiba di Kanada bersama dengan anak buah Elrald, begitu tiba Sierra meminta untuk langsung diantar ke rumah sakit tempat Daniel dirawat.
Dan sesuai rencananya, Sierra melihat Britney dan yang lainnya sedang sarapan. Sierra berdiri dihadapan Elrald, Joanna, Britney dan Angeline dengan percaya dirinya.
"Sierra!" Britney memutar kedua bola matanya mendapati Sierra wanita yang dulunya adalah musuh bebuyutan kini kembali hadir didepan kedua matanya.
"Cewek gila!" kata Joanna saat melihat Sierra, karena yang Joanna tau Sierra adalah musuh Britney karena dia hendak merebut Daniel, bahkan keduanya pernah bertemu saya di cafe dan Britney memotong rambut Sierra.
"Sierra kenapa kau bisa ada disini?" tanya Angeline.
Sementara Elrald tidak bisa berkata-kata, seharusnya dia senang Sierra yang selama ini dia cari susah payah kini sudah dia temukan, tapi entah kenapa justru Elrald merasa takut jika kehadiran Sierra akan membuat Joanna terluka.
__ADS_1
♥️♥️♥️
Mulai deh itu cewek gilda dengan pedenya ikut nimbrung di rumah sakit, bukan pergi ke rumah sakit jiwa malah pergi ke rumah sakit khusus kangker 😂